Seruan dan Pernyataan Sikap Ulama Aswaja DKI Jakarta, Pada Multaqa Ulama Aswaja, Tolak Separatisme, Tinggalkan Demokrasi, Terapkan Islam Kaffah

Jakarta, (shautululama) – Multaqo Ulama Aswaja DKI Jakarta Raya yang diagendakan pada ahad 3 Januari 2021 yang dihadiri tidak kurang dari 100 Ulama Aswaja DKI Jakarta dan Tangsel, disiarkan secara live melalui channel Jakarta Qalbu dakwah.

Sebagai bentuk ihtiman bi amril muslimin, ulama harus menyerukan segala bentuk kriminalisasi, kekerasan hingga pembunuhan dan harus ada yang bertangung jawab. Demikian pula ketidakmampuan dalam menangani wabah pandemi ini dengan secara carut marut, serta ditambah lagi korupsi di tubuh rezim yang menjatuhkan harkat dan martabat wibawa penguasa.

Termasuk kesimpang siuran terhadap vaksin, ancaman disintegerasi negeri seperti deklarasi Papua, kurang mendapat respon serius. Ini semua harus mendapatkan perhatian Ulama dalam dakwahnya sebagai bentuk kecintaan kita kepada negeri dan bentuk tangung jawab terhadap keutuhan begeri islam yang terbesar ini.

Sementara itu dalam lintasanya yang panjang Khilafah Islamiyah telah terbukti satu-satunya intitusi pinlindung dan penjaga yang terpercaya terhadap umat islam, agama, bahkan seluruh umat beragama.

Oleh karena itu, Ulama perlu DKI Jakarta Raya sebagai bentuk dakwah amar makruf nahi mungkar, Ulama dengan ilmunya menyampaikan nasehat dan pernyataan sikap sebagai berikut:

  1. Wajib hukumnya bagi pemimpin muslim untuk menjaga keutuhan wilayah negerinya, dan haram membiarkan separatisme dan menindak tegas para pelaku dan pendukungnya, baik di dalam dan luar negeri, baik asing maupun aseng;
  2. Wajib hukumnya menerapkan syari’at Islam secara kaffah; agar keutuhan wilayah terjaga, dengan kepemimpinan yang adil, dan didukung oleh rakyat yang taat.
  3. Mengutuk tindak pembunuhan, tindakan tanpa dasar hukum, atau extra judicial killing yang dilakukan aparat keamanan terhadap 6 pemuda shalih harapan bangsa, dan mendo’akan kebaikan bagi mereka. Kami para ulama menegaskan bahwa membunuh seorang muslim tanpa sebab yang haq (syar’i) adalah dosa besar, dan bagi pelakunya harus diberikan sanksi hukum yang setimpal.

Menyampaikan nasihat kepada seluruh umat islam, umat mayoritas, khususnya para ulama:
1. Untuk meninggalkan sekulerisme, prinsip pemisahan agama dengan kehidupan (fasluddin anil hayah), sebagai dasar dari sistem kapitalisme-demokrasi. Sesungguhnya kebebasan (freedom, hurriyah),khususnya kebebasan menentukan nasib sendiri (freedom to self-determination) adalah buah dari demokrasi yang hakikatnya adalah jeratan berbahaya untuk pemisahan wilayah (separatisme) yang senantiasa didukung kekuatan asing, sebagaimana lepasnya Timor Timur tahun 1999 melalui referendum;

2. Untuk menolak kapitalisme-Demokrasi. Sistem yang telah terbukti gagal mensejahterakan bangsa kita, sistem yang telah terbukti gagal dalam menyelesaikan problem multidimensional bangsa kita, sistem yang telah terbukti gagal menjaga keutuhan wilayah negeri kita. Demokrasi telah melahirkan rezim sekuler radikal-anti Islam, pemimpin dan undang-undang zhalim yang tidak membawa kemaslahatan dan kebaikan di dunia dan akhirat.

3. Khilafah ajaran Islam, ajaran ahlussunnah wal Jamaa’ah. Para ulama muktabar seluruh madzahab sepakat akan wajibnya. Kriminalisasi, dan persekusi terhadap khilafah adalah kriminalisasi dan persekusi terhadap ajaran Islam, yang merupakan perbuatan terlaknat dunia dan akhirat, serta pelakunya mendapatkan adzab neraka yang menghinakan

4. Menyeru kepada seluruh umat Islam khususnya para ulama untuk terus menerus berdakwah di jalan Allah, mengajak kepada kebaikan, demi tegaknya Syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupan di bawah naungan Khilafah Rasyidah ‘alaa Minhajin Nubuwwah.

Atas Nama Para Ulama yang hadir pada
MULTAQO ULAMA ASWAJA DKI JAKARTA RAYA

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Tepat!! Ulama, Tokoh, dan Muballigh Parigi Moutong Tolak Permendikbudristek

Dari Sulawesi Tengah, tokoh umat berkumpul menolak aturan yang melegalkan seks bebas. Liberalisasi kehidupan dan …