Saatnya Umat Islam Kembali Memimpin Dunia

[Ngopi Kampung]

Lampung Tengah, (shautululama) – Keluarga Besar Majelis Ta’lim Al-Hidayah menggelar acara “Ngopi Kampung (Ngobrol Pemikiran Islam, Khilafah Akan Memimpin Peradaban Umum Negeri-Negeri”) yang bertajuk ” Kebangkitan Ummat Melawan Sistem Kufur “ dilaksanakan pada pukul 21.00 bertempat di Masjid Jami’ Al-Muhajirin – Poncowati, Terbanggi Besar, Lampung Tengah, Selasa (26/2/2019) bersama Ustadz Bambang Heri Subagio S.Pd.

Acara ini juga dihadiri oleh Bang Dedi selaku pengurus dari LBH Pelita Umat Korwil Lampung dan Ustadz Irawan yang merupakan tokoh setempat.

Acara dibuka oleh Ustadz Agus Riyanto selaku host, kemudian dilanjutkan pembacaan kalam iftitah oleh Ir. Dudy Arfian M.Si. yang mengingatkan jama’ah bahwa ummat ini harus dibangun kesadarannya untuk bersatu dalam ikatan yang kuat dan benar bukan ikatan pragmatisme yang lemah.

“Persatuan Ummat Islam itu hanya dapat terjadi melalui kesatuan aqidah Islam yang benar bukan pada hal-hal yang khilafiah, apalagi sekedar persatuan berdasarkan kepentingan belaka, serta ummat islam itu harus selalu dalam jamaah agar menjadi kokoh dan kuat“, ujar Ustadz Dudy Arfian.

Masuk pada inti acara, pemaparan materi dari Ustadz Bambang Heri Subagio S.Pd. yang membahas perubahan menuju kebangkitan ummat yang hakiki.

“Perubahan itu harus dimulai dari para pemuda dan arah perubahan itu adalah menuju kesamaan pemikiran, kesamaan perasaan dan kesamaan aturan tentunya dalam bingkai syariat Islam“, kata beliau.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa dengan kesadaran keislaman yang kuat, ummat ini akan bangkit melawan peradaban kufur yang berasas sekularisme yang sedang bercokol memimpin negeri-negeri seluruh dunia.

Oleh sebab itu, kita sebagai ummat Islam harus ambil bagian dalam dakwah penegakkan Khilafah Islamiyah.

“Khilafah sudah mulai menampakkan ciri-ciri kehadirannya karena di era ini, pembicaraan tentang Khilafah sudah berada di meja diskusi para mahasiswa, pengusaha, profesor, bahkan para Kyai“, tegas beliau.

Sebelum membaca doa, Ustadz Irawan mengingatkan bagi para penikmat pesta demokrasi untuk merenungi ancaman Allah tentang menjalankan hukum kufur.

“Waman lam yahkum bimaa anzalallaahu fa ulaaika humul kaafirun… jadi ketika ada yang memilih caleg, yang kemudian membuat peraturan yang bertentangan dengan Syariah Islam, maka yang bersangkutan akan menanggung dosanya”, kata beliau tegas.

Pembacaan doa penutup dari Ustadz Irawan, menandakan acara diskusi yang dihadiri lebih dari 50 jama’ah ini berakhir. Kemudian para peserta melanjutkan minum kopi yang telah tersedia dan dilanjutkan foto bersama. [rr]

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Saatnya Islam Gantikan Sistem Amoral dan Asusila, KH Misbah Halimi Sikapi Permendikbudristek No 30 Tahun 2021

Probolinggo, Jatim (shautululama) – KH. Misbah Halimi, M.Pd, Koordinator FKU Aswaja Jombang menjelaskan Islam siap …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *