Pernyataan Ulama Aswaja Bogor, Pada Multaqa Ulama Megamendung Bogor, Hentikan Kriminalisasi Kyai Heru Ilyasa

Megamendung, Bogor (shautulama) – Multaqa Ulama Ahlussunah Waljamaah Megamendung Bogor, Ahad, 22 Muharram 1441 H / 22 September 2019, oleh Forum Komunikasi Ulama Ahlussunah Waljamaah Bogor, dalam tausiyahnya menghasilkan kesamaan pandangan sebagai berikut:

  1. Muharram 1441H ini harus kita jadikan momentum perubahan, hijrah dari kondisi yang ada menuju kepada Islam Kaffah
  2. Momentum hijrah kepada pelaksanaan hukum syariat sehingga bisa menjadikan Indonesia lebih baik
  3. Ulama sebagai pewaris Nabi adalah harus menjadi subjek perubahan menuju perubahan hakiki dengan Islam sebagai patokan kehidupan sebagai mana yang diwariskan Rasulullah Saw
  4. Penerapan syariat Islam, amar ma’ruf nahi mungkar dan Khilafah adalah warisan Rasulullah Saw dan ulama mu’tabar ahlussunah waljamaah menyatakan khilafah sebagai kewajiban bagi kaum muslimin. Maka menjadi kewajiban bagi kaum muslimin untuk berupaya dan berjuang mewujudkannya.
  5. Namum di tengah gelombang perubahan terjadi kriminalisasi terhadap ulama, ini adlah kedzaliman. Banyak ulama yang berjuang untuk Islam dan kaum muslimin diperselisihkan dan dikriminalisasi. Contoh Syaikhuna Habib Rizieq Shihab, juga yang dialami oleh ulama pejuang Kyai Heru Elyasa, Mojokerto, Jatim serta yang paling baru adalah KHM. Sobri Lubis. Maka kami menyatakan hentikan semua kriminalisasi dan persekusi terhadap mereka dan juga pejuang dan aktivis Islam lainnya.
  6. Saatnya ulama dan umat islam dari organisasi, ormas dan jamaah apapun bersatu dan memberikan pengorbanan terbaik bagi Islam dan kaum muslimin menuju kebangkitan dan perubahan sesungguhnya dengan menjadikan Islam kaffah dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi ditengah dan ditenggarai negeri ini dibawah ancaman penjajahan China melalui Program Belt Road Intiative, serta kondisi negeri yang semakin carut-marut ini. Bahkan hukum Allah yang sudah jelas pun ingin diubah.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *