PERINGATAN ISRA’ MI’RAJ 1440H JOMBANG: KETIADAAN KHILAFAH PANGKAL PROBLEMATIKA UMAT

Jombang, – Telah dilaksanakan Tabligh Akbar Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1440 di Wilayah Kab. Jombang – Jawa Timur. (Ahad, 17/3/2019)

Peringatan Isra’ Mi’raj kali ini mengambil tema tentang Meneladani Kepemimpinan Rasulullah SAW. Acara dimulai sekira pukul 08.00 WIB yang dipandu oleh MC yakni Ust M. Shoddiq (Salah satu tokoh masyarakat Ngoro-Jombang), beliau memberikan pembukaan tentang acara tersebut bahwasanya Bulan Rajab telah terjadi keruntuhan institusi penting bagi umat Islam yakni Khilafah, tiadanya akan menjadi pangkal dari problematika yang ada kini.

Acara tersebut nampak khidmat dengan dihadiri sekitar 300 jamaah dari berbagai wilayah Kabupaten Jombang dan sekitarnya. Hadir sebagai pembicara yakni H. Komaruddin Syam, M.M (Pengusaha Muslim Jombang), Ust. Ahmad Fathoni, S.Pd (Pengasuh MT Nafsiyah Islamiyyah Jombang), KH Abdul Karim W (Pengasuh PP Al Ihsan Baron, Nganjuk), KH Abdul Halim (Tokoh Masyarakat Diwek, Jombang) dan KH. Farid Ma’ruf, Lc., MA. (Pengasuh PP Al Mimbar Sambong, Jombang).

Tausiah pertama H. Komaruddin Syam, M.M mengutarakan tentang bahayanya penerapan kapitalisme dan hal itu menjadi akar dari permasalahan negeri ini, solusi mengatasi seluruh permasalahan yang ada adalah dengan kembali menerapkan hukum-hukum Islam oleh negara, agar dapat menggantikan kapitalisme yang saat ini ada negara yang menjadi pengembannya yakni Amerika.

Tausiah berikutnya Ust. Ahmad Fathoni, S.Pd menjelaskan bahwa demokrasi dari awal kelahirannya sudah bermasalah dan itu sudah diungkapkan oleh pencetus awalnya, misalnya Aristoteles. “Pencetusnya saja sudah mengatakan bahwa demokrasi itu bermasalah, masa’ kita sebagai muslim mau mengambilnya?”, Tanya retoris beliau pada jamaah. Beliau tambahkan bahwasanya demokrasi bertentangan dengan aqidah Islam karena “menggeser” hak Allah SWT untuk menetapkan hukum dan diambil alih oleh manusia, maka harus segera untuk meninggalkannya dan kembali pada aturan dari Allah SWT itulah Khilafah.

berikutnya tausiyah dari KH Abdul Karim menyampaikan tentang pentingnya berdakwah, Karena dakwah adalah sebaik-baiknya ucapan, Allah SWT akan memuliakan pengembannya dan menghinakan penghalangnya. Wabilkhusus dakwah untuk menegakkan syariah dan Khilafah karena Khilafah adalah bagian dari ajaran Islam dan mahkotanya kewajiban, tanpanya mustahil Islam dapat terlaksana dengan sempurna.

Tausiah selanjutnya dari KH Abdul Halim menjelaskan bahwa Islam adalah ajaran yang mengatur seluruh aspek kehidupan. Dalam bernegarapun Islam mengaturnya, itulah Khilafah. Beliau juga menyampaikan Hadits tentang fase kepemimpinan dalam Islam. “Kita saat ini berada pada fase keempat yakni Kepemimpinan yang diktator, maka atas izin Allah SWT fase Khilafah ‘ala minhajinnubuwwah akan segera datang”, papar Beliau.

Pembicara terakhir yakni KH. Farid Ma’ruf, Lc., MA., Beliau menyampaikan bahwa Islam tidak akan sempurna tanpa adanya kekuasaan, itulah Khilafah. Banyak orang yang keliru dalam memahami makna Khilafah, dikiranya kepemimpinan seperti yang diterapkan kini adalah wujud dari Khilafah itu sendiri, padahal saat ini banyak hukum-hukum Islam yang dicampakkan, padahal Khilafah akan menerapkan seluruh hukum-hukum Islam.
Di sesi berikutnya jamaah diajak merenung dengan kontemplasi puisi kepemimpinan saat ini yang jauh dari nilai-nilai Islam yang dibawakan oleh Firdaus Bayu, S.Pd yang mana beliau adalah salah satu sastrawan Jombang.

Di penghujung acara, Ahmad Rizal Zakariya selaku Direktur Indonesia Justice Monitor (IJM) memberikan pidato penutup tentang perbandingan kehidupan Islam dan Kapitalisme.

Kemudian acara diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh KH Abdul Karim setelah acara berakhir para jamaah saling bersalaman dan mengabadikan momen acara dengan foto bersama. [shi]

About Shautul Ulama

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Tepat!! Ulama, Tokoh, dan Muballigh Parigi Moutong Tolak Permendikbudristek

Dari Sulawesi Tengah, tokoh umat berkumpul menolak aturan yang melegalkan seks bebas. Liberalisasi kehidupan dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *