Multaqa Ulama Aswaja Se Nusantara, Bukti Kecintaan dan Kepedulian Ulama Kepada Negerinya

Jakarta, (shaululama) Sabtu, 23 Januari 2021, Ulama se Nusantara yang tergabung dalam Forum Komunikasi Ulama Aswaja kembali menggelar Multaqo Ulama Aswaja dalam acara Kopdarnas bersama Komunitas Pecinta Batu cincin (KOPBATIN).

Acara yang diadakan secara daling ini panitia mengundang para ulama pinunjul se Nusantara. Forum ini sebagai bentuk ihtimam bi amril muslimin yang senantiasa menjadi perhatian Forum Komunikasi Ulama Aswaja (FKU Aswaja). Juga merupakan wujud cinta ulama kepada negeri Ini, yang melihat kondisinya semakin memperihatinkan. Sejak setahun lalu para ahli menyatakan masuknya virus corona jenis SARS-CoV-2 sebagai penyebab Covid-19 masuk ke Indonesia di awal Januari 2020.

Selain itu, kehadiran ulama dalam acara ini juga menunjukkan demikian besarnya perhatian ulma atas nasib negeri. Ulama perlu menyatukan langkah perjuangan sebagai ihtiyar menghadirkan solusi tuntas atas krisis multimensi yang menimpa negeri ini.

Para ulama tidak ingin negeri ini terpecah belah, hanya karena ulah pemimpin dzalim yang dihasilkan oleh pemilu demokrasi. Telah terbukti memimpin menyengsarakan rakyat, melalui kebijakan yang dihasilkan, melalukan kriminalisasi ulama, penangkapan hingga pembunuhan aktivis dakwah Islam.

Hal ini merupakan bentuk keseriusan dan kesungguhan ulama dalam mengawal berjalannya kekuasaan di negeri ini agar sesuai dengan apa yang dikehendaki Allah SWT, Sang pencipta yang maha tahu akan solusi problem kehidupan manusia.

Acara multaqa disiarkan secara langsung melalui channel Youtube Baitul Khair dan di relay oleh Chanel Rayyah TV. Alhamdulillah ribuan orang menyaksikan secara langsung melalui kedua channel tersebut.

Acara dibuka oleh Kiyai Dede Wahyudin sebagai pembawa acara yang menyapa para pembicara, dan peserta multaqo dengan ramah dan penuh takdzim.

Pembacaan Kalam ilahi oleh Ustadz Mahfud Syafi’iy menambah kekhusyuan acara dan dengan harapan mendapatkan ridho Allah SWT.

Selanjutnya pembawa acara menyerahkan sepenuhnya kepada Al mukarrom KH Abu Nabila selaku Rois Multaqo.

KH Abu Nabila dengan gayanya khas ulama Betawi, menyapa satu per satu perwakilan ulama se Nusantara, yang mendapat ihtirom dari panitia untuk
menyampaikan kalam minal ulama.

Rois multaqo membagi forum menjadi dua sesi, mengawal acara dari awal hingga akhir dengan penuh semangat.

Selaku shohibul hajah, Ketua Forum Komunikasi Ulama Aswaja Jakarta KH. Asrori Muzakki memberikan sambutan dengan penuh semangat dan menyapa para alim ulama yang hadir. Beliau menyampaikan maksud dan tujuan diadakanya acara multaqo kali ini.

Mengawali Multaqo Ulama Aswaja se Nusantara Keynote Speech secara khusus disampaikan oleh KH Rokhmat S Labib, Ulama Aswaja Jakarta. Beliau menyampaikan pandangan umum tentang KIPRAH ULAMA CINTA NEGERI, JAGA KEUTUHAN NEGERI, TOLAK KEDZALIMAN, TERAPKAN ISLAM KAFFAH

Kyai Chusaeri Sulaiman, Ulama Aswaja Surabaya mengupas dengan sangat jelas kiprah ulama dalam menjaga keutuhan negeri kaum muslimin.

Dari Surabaya, kalimah minal ulama dilanjutkan ke KH. Ainul Yaqin, ulama Aswaja Semarang yang memaparkan fakta berbagai tindak kedzaliman rezim saat ini, serta ihtiyar ulama untuk mencegahnya.

Dari Daerah Istimewa Jogyakarya, Abah Narko Abu Fikri, yang dekat dengan kalangan Kraton dan warga Jogya, menyampaikan sejarah Kesultanan Mataram dulu pernah bernaung di bawah institusi Islam dunia, dan sangat mungkin sekarang bisa menjadi solusi alternatif institusi Islam dunia itu untuk mengatasi berbagai problematika umat yang tidak kunjung usai.

Selanjutnya dari Bumi Pasundan Bandung, Kyai DR. Ryan M.Ag, Ulama Aswaja Jawa Barat menyampaikan banyaknya ulama pejuang syari’ah di wilayah beliau. Beliau menjelaskan perjuangan syariah kaffah mendapat sambutan luas dari masyarakat.

Kyai Ahmad Nurhidayatullah, ulama Aswaja Bogor, tidak ketinggalan menyampaikan kabar gembira, bahwa di Bogor, ulamanya banyak menjadi guru para aparat dan pejabat. Menurut beliau kiprah ulama sebagai pembina dari ahlu quwwah wal mar’ah umat ini akan mempercepat proses dalam perubahan menuju Islam.

Kendala sinyal membuat KH. Manshur Muhyidin, ulama Aswaja Banten yang sedianya menyampaikan kalam seputar Muhasabah untuk Umat dan Pemimpin, di momentum tahun baru ini tidak dapat menyampaikan kalimahnya.

Berikutnya dari Samarinda Al Habib Alwi Al Baraqbah Ulama Aswaja Samarinda Kaltim menyampaikan keutamaan menyampaikan nasehat kepada pemimpin zhalim terhadap rakyat.

Dari Banua Etam Kalsel hadir Mualim H. Sulaiman Ilsa, yang menyampaikan pemaparan Islam mengharamkan pemisahan wilayah (separatisme), TOLAK SEPARATISME PAPUA”

Dari Bumi syari’ah Makassar, KH Dr Syahrir Nuhun menyampaikan kewajiban amar makruf nahi munkar dengan sangat fasih dan semangat.

Selanjutnya dari Bangkalan Madura hadir pula KH. Thoha Kholili. Beliau dzurriyah dari Syaikhona Kholil, pelanjut Ulama pejuang syariah kaffah, dengan pengalaman beliau dalam perpolitikan praktis, menyampaikan bahwa sistem demokrasi harus ditinggalkan karena menghasilkan banyak pemimpin korup dan zhalim, tidak amanah kepada rakyat, dan lebih mementingkan oligarki asing dan aseng.

Selanjutnya ke Tanah Pasundan Cianjur Jabar, ada KH. Wawan Ridwan yang turut menyampaikan dalam sistem demokrasi sekuler menghasilkan kebijakan yang zhalim kepada rakyat. Tolak berbagai bentuk kedzaliman, dan kebijakan zhalim.

Sedianya pula akan hadir Kyai Jawara pendekar Bandrong dari lampung, KH Qomarudin, namun berhalangan karena udzur sakit yang rencananya menyampaikan materi perubahan hakiki menuju sistem Islam

Selanjutnya, dari Bumi Kesultanan Deli Medan Sumatera Utara Buya H. Azwir Ibnu Aziz, dengan sangat semangat menyampaikan tausiyah perjuangan menegakkan khilafah identik dengan Ulama. Kebangkitan yang hakiki dari kemerosotan sistem kehidupan sistem kufur menuju kebangkitan Islam, sistem Islam.

Menyempurnakan kalimah-kalimah dari para muhadzir, Ibu Kota, KH Shofar Mawardi. Beliau menyampaikan nasihat bahwa, perjuangan penegakan Khilafah di negeri kita memiliki landasan syar’i, dan secara historis Nusantara adalah bagian yang tidak terpisahkan dari negeri Islam, dan Khilafah Islamiyah

Di akhir acara dibacakan Seruan dan Pernyataan Sikap ulama pada Multaqo Ulama Ahlus Sunah Wal Jamaah se Nusantara olehbKH. Abu Hanifah, ulama Aswaja Jakarta.

Lalu ditutup dengan pembacaan do’a oleh Kyai Dede Wahyudin

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …