Kyai Iffin Masrukhan Gresik, Penerapan Islam Secara Kaffah Bagian dari Keimanan Kita

Gresik, Jatim (shautululama) – Di tengah pandemi Covid 19 yang tak dapat diprediksi kapan berakhirnya. Dan berbagai persoalan multi dimensi baik di dalam negeri dan luar negeri ini menggugah para ulama untuk menyampaikan solusi pemikiran yang bersumber dari wahyu Illahi yakni Syariah islam.

Kampanye Jejak Khilafah di Nusantara menjadi bukti sejarah bahwa Nusantara ini memiliki keterikatan dan keterkaitan serta menjadi bagian yang tak terpisahkan dari daulah Islami sejak Kehilafahan Bani Umawi hingga Bani Ustmani. Meski upaya pengkaburan dan pengkuburan sejarah kian massif dilakukan oleh musuh–musuh islam. Terang KH. Iffin Masrukan dalam acara Multaqo Ulama Aswaja Se Wilayah Gresik dalam Rangka memperingati Tahun Baru Islam 1442 H. Ahad (13/09/2020).

2020 juga merupakan tahun politik di berbagai daerah, untuk itu jangan sampai umat ini tertipu dan ditipu kembali di tahun 2024. Karena sesungguhnya kaum kapitalis, komunis, liberalis bahkan atheis senantiasa menawarkan berbagai macam tipu daya untuk mengokohkan cengkramannya di negeri ini. Dan senantiasa berupaya menutupi segala kebobrokan dan keburukan sistem sekuler ini dalam balutan demokrasi.

 

Lebih lanjut, Kyai Iffin menyampaikan, “maka acara multaqa ulama ahlus sunnah wal jamaah Gresik dalam peringatan tahun baru hijriyah ini menjadi dukungan dan menjadi bukti bahwa ulama merupakan garda terdepan dalam perjuangan penegakan syariah secara kaffah dalam bingkai sistem khilafah”, tegas Pengasuh MT. Tafakuh Fiddin Gresik ini.

Selanjutnya KH. Iffin menyoroti tentang tuduhan radikalisme terhadap ulama dengan modus sertifikasi adalah upaya untuk menutupi kebobrokan dan ketidak mampuan rezim ini untuk menghadapi resesi ekonomi global, serta karut-marut persoalan baik bidang sosial, politik, dan hukum apalagi kasus korupsi yang menggurita di segala lini negeri ini.

Tugas utama para ulama adalah menuntun umat menuju kehidupan yang bahagia di dunia dan akhirat. Mengentaskan umat dari jalan kegelapan dan kehancuran menuju jalan yang di ridloi Allah SWT yakni syariah Islam serta menyelamatkan umat dari kebodohan dan kenistaan.

Karena kita ketahui para nabi tidak mewariskan dinar maupun dirham. Yang mereka wariskan adalah ilmu. Siapa yang mengambil warisan itu berarti ia mengambil bagian yang banyak. “Ulama adalah pewaris nabi,”. jelas baginda Rasulullah SAW dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Dawud dan Tirmizi.

“Maka tidak ada alasan lain bagi seorang ulama untuk menawar, menolak apalagi menentang diterapkannya Syariah islam secara kaffah yang menjadi bagian dari keimanan. Dan sebuah keniscayaan jika syariah islam dapat diterapkan secara kaffah tanpa adanya sebuah daulah/instansi. Dan dikenal dalam kitab kitab fikih islam dengan istilah Al Khilafah”, pungkas KH. Iffin Masrukan mengakhiri sambutanya. (ks/hs)

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …