Kyai Arif B Iskandar Ponpes Darun Nahdhah, Ulama Garda Terdepan Dalam Perubahan Hakiki Menuju Sistem Islam

Bogor, (Shautululama) – “Ulama adalah garda terdepan dalam perubahan hakiki menuju sistem Islam. Imam Al Ghozali mengatakan,”sesungguhnya rusaknya rakyat adalah karena rusaknya para penguasa, dan rusaknya para penguasa adalah karena rusaknya para Ulama” Jadi Ulama adalah yang paling bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi, bukan hanya penguasa saja“, ungkap Kyai Arif B. Iskandar, pada acara Multaqa Ulama Aswaja Kota Bogor, Kiprah Ulama Cinta Negeri, Ahad 27 Desember 2020.

“Sesungguhnya yang paling takut kepada Allah SWT adalah ulama” kesempatan kali ini menyampaikan kalam sebagai pengingat bagi diri sendiri, bahwa yang menjadi penanggung jawab dari kerusakan dan kebaikan umat dan penguasa adalah ulama. Kenapa demikian ada beberapa alasan yang mungkin perlu diingatkan kembali oleh kita.
Pertama, ulama adalah yang paling memahami mana yang baik dan mana yang munkar, sehingga ada kewajiban baginya ketika melihat kemungkaran untuk mengingatkan hal tersebut.

Kedua, karena ulama adalah orang berilmu yang harus beramal sesuai ilmunya
Ketiga, Ulama adalah yang paling takut kepada Allah SWT, artinya mereka yang paling pemberani ketika berhadapan dengan siapa pun termasuk dengan penguasa dalam amar ma’ruf nahi munkar

Keempat, ulama ditinggikan derajatnya disisi Allah melebihi orang-orang beriman, padahal kedudukan orang beriman pun sudah sangat tinggi.

Selanjutnya, ulama adalah yang paling bertanggung jawab terhadap kebaikan Penguasa dan umatnya karena mereka adalah pewaris para nabi, dan bahwa seorang ahli waris menerima waris dan mereka tidak menerima warisan dari pewaris kecuali orang yang paling dekat, artinya sebagai pewaris nabi, ulama begitu dekat kedudukannya yang para nabi. Al Ghazali dalam kitabnya ihya ulumiddin, menyatakan bahwa kedudukan ulama ada paling dekat dengan kedudukan kenabian.

Berikutnya Kenapa ulama yang paling terdepan dan yang paling bertanggung jawab sejatinya terhadap kebaikan penguasa dan umat, “para raja adalah penguasa rakyat dan ulama adalah penguasanya para raja” artinya sejatinya kedudukan ulama justru diatas penguasa, harus mengendalikan para penguasa kan, maka ketika penguasa itu rusak maka yang paling bertanggung jawab adalah para ulama.

Sangat tepat ketika Imam Al Ghozali dalam kitabnya mengatakan, “sesungguhnya rusaknya rakyat adalah karena rusaknya para penguasa, dan rusaknya para penguasa adalah karena rusaknya para Ulama” Jadi Ulama adalah yang paling bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi, bukan hanya penguasa saja. Karena rusaknya adalah akibat ulama yang tidak melakukan perannya untuk melakukan control dan muhasabah terhadap mereka. Sebagaimana dinyatakan sebagian ulama baiknya umat ini karena ulama dan penguasanya, dan baiknya penguasa karena baiknya ulama.

Dalam kitab Thoriqoh Muhamadiyyah, “Rusaknya Ulama adalah ketika mereka dikuasai dunia, cinta dunia dan ketenaran. Maka ketika didominasi cinta dunia dan ketenaran, maka dia tidak akan sanggup bahkan untuk melakukan muhasabah terhadap orang-orang kecil dan bagaimana mungkin akan mampu mengoreksi para pembesar.

Ini merupakan merupakan tamparan bagi bahwa kalau kita seperti itu tidak akan sanggup melakukan amar ma’ruf nahi munkar. Terkahir sebuah kisah kibarut taabiin, syaid al musayyid, ketika beliau menolak baiat dua orang calon khalifah sekaligus yaitu Walid dan Sulaiman, sebagai pengganti Khalifah Abdul Malik, beliau menolaknya dengan tegas karena haram membaiat dua orang kholifah sekaligus, yang terjadi akibatnya adalah beliau mendapatkan ancaman hukuman mati dan dicambuk 50 kali bahkan diarak disekitar Madinah.

Beliau adalah seorang yang luar biasa, seorang ulama yang sangat zuhud dan waro, ahli ibadah. Dikatakan selama 40 tahun kurang lebih, beliau tidak pernah salat ketinggalan salat berjamaah di Masjid 5 waktu dan luar biasanya beliau bahkan beliau sering salat subuh dengan menggunakan wudhu salat Isya artinya dari isya sampai shubuh beliau tidak batal dan mengisinya dengan ibadah. Itupun ternyata beliau masih sangat peduli dengan kerusakan penguasa, walau ancama datang, beliau tetap menyatakan kebenaran dihadapan penguasa yang menyimpang.

Maka jangan sampai kita merasa hari ini merasa salat tahajud nya hebat tapi kita tidak melakukan Amar munkar terhadap penguasa.

Semoga semua diberikan kemudahan dan keistiqomahan dalam rangka menegakkan syariat Allah SWT, karena hanya dengan tegaknya syariat Islam umat ini akan mulia.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …