Ijtima Ulama dan Muhibbin Parung: Istiqomah, Maksimalkan Perjuangan Syariah dan Khilafah

Bogor (shautululama.com)–Suasana perjuangan dan ukhuwah begitu kental pada silaturahmi dan halal bi halal para ulama, asatidz dan muhibbin sekitar Kecamatan Parung, Kemang dan Ciseeng, Ahad (8/7/2018).

Hadir dalam acara ini antara lain : K.H. Bukhari (Pimpinan Pesantren Darul Khair, Karikil), Ustadz. Pupu Syaripudin (Ketua MUI Desa Jabon Mekar, Parung), Ustadz. Syukri (Dosen UMJ. Jakarta) Ustadz.Dr. Ahmad Sastra (Dosen Pascasarjana UIKA Bogor).Ustadz. Medi, Ustdz. Abu Yusuf, Ustadz.Sis Gunawan (DKM Masjid). Ustadz. M. Liwa, Ustadz. Darma Siregar, Ustadz.Hafidz, Ustdz. Arief Aziz,Ust.Abu Ziyad dan para muhibbin lainnya.

Acara Ijtima’ Ulama Syawal 1439H ini dihadiri lebih dari 25 orang tokoh, ulama dan asatidz lainnya. Kegiatan dipusatkan di Majlis MDF (Darul Fikri) Al-Islamy, Kemang.

KH. Haris Iskandar, Pimpinan Majlis MDF Al-Islamy, dihadapan para kyai dan asatidz menyampaikan agar umat Islam mentadaburi dan mengamalkan Al-Qur’an.

 

” Ketika seorang muslim memahami kandungan satu surat Al-fatihah saja, dia tidak akan pernah takut menjalani Kehidupan. Miris terjadi saat ini, bahwa banyak para penghafal Al-qur’an yang tidak mengamalkan Al-Qur’an. Karena tidak memahami Al-Qur’an dan tujuan menghafalnya salah.” paparnya.

Lebih jauh lagi, “Khilafah akan tegak kembali, jangan ditanya kapan? Karena sudah janji Allah. Justru yang harusnya ditanya diri kita sendiri, sudahkah kita maksimal berjuang untuk tegaknya syariah dan khilafah ?” tegasnya.

Ustadz. Pupu syarifudin, menyampaikan surat Al-Mulk [67] : 2 – bahwa kematian dan kehidupan adalah ujian dari Allah.

” Allah jadikan kematian dan kehidupan sebagai ujian bagi kita, agar jelas siapa saja yang meraih amal terbaik. Supaya meraih amal terbaik (ahsanu ‘amala), maka janji Allah akan tegaknya Khilafah harus kita jemput dengan perjuangan dan pengorbanan,” terangnya.

Sementra itu, KH. Bukhari, menyampaikan tentang perasaan bangganya terhadap harakah dakwah HTI. Meskipun HTI dikalahkan dipengadilan, ruhnya masih tetap hidup hingga saat ini.

Lebih jauh lagi terkait sistem Khilafah, “Ketika sistem Khilafah beridiri lagi, seluruh negara akan merasakan kedamaian, Yang jahat akan bertaubat, bukan seperti sistem (Demokrasi) saat ini” tegasnya.

Adapun Ustadz. Syukri menegaskan “Khilafah adalah ajaran Islam, bukan ajaran radikal dan teroris, kesalahan fatal jika menuduh Khilafah ajaran radikal atau teroris, sebab sudah jelas sekali diterangkan dalam rujukan shahih dalam kitab – kitab Ulama mu’tabar yang menerangkan tentang Khilafah bagian dari ajaran Islam” tegas Ustadz Yang kesehariannya itu sebagai Dosen UMJ jakarta.

Ustadz. Dr. Ahmad Asastra menambahkan, “Hakikat khilafah adalah kedaulatan hukum Allah, sedangkan Demokrasi yaitu kedaulatan di tangan rakyat, nilai – nilai kebebasan tanpa batas (liberal), maka Demokrasi sejatinya bermasalah baik secara Ontologis, Epistemologis maupun Aksiologis”.

Tambahnya, “Banyak orang barat mengakui bahwa Demokrasi adalah sistem terburuk. Tetapi saat ini aneh sekali, ada orang yang menerima dan mendukung sistem Demokrasi disisi yang lain menolak sistem khilafah yang telah jelas merupakan bagian dari ajaran Islam”.

Beliau juga menyampaikan, bahwa tidak ada kebangkitan hakiki dalam demokrasi, karena dalam demokrasi ada mekanisme tersendiri, diantaranya menolak Islam dan menerima kebebasan (liberal).

Acara Ijtima’ ditutup dengan doa, musafahah dan foto Ulama, Tokoh dan bersama para muhibbin. Pertemuan ini menjadi oase untuk bersama ulama, muhibbin, dan umat tetap istiqomah dalam perjuangan syariah dan Khilafah.[S. Abu Z/hn]

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Tepat!! Ulama, Tokoh, dan Muballigh Parigi Moutong Tolak Permendikbudristek

Dari Sulawesi Tengah, tokoh umat berkumpul menolak aturan yang melegalkan seks bebas. Liberalisasi kehidupan dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *