GNPF Ulama Serukan: “Tidak Mendukung dan Tidak Memilih Partai Menyetujui Perppu Ormas”

Jakarta, (shautululama.com) – Menyikapi keputusan DPR RI yang mengesahkan Perppu Nomor 2 Tahun 2017 menjadi Undang-Undang Ormas, GNPF Ulama mengadakan konsolidasi dengan tokoh dan pimpinan ormas Islam di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (30/10/2017).

Diantara tokoh dan pimpinan ormas Islam yang hadir dalam acara tersebut adalah: KH. Bachtiar Nastsir (Ketua GNPF-Ulama), KH. Muhammad Al Khaththath (Kabid Konsolidasi GNPF-Ulama), Munarman, SH (Sekjen GNPF-Ulama), KH. Abdul Rasyid AS (Sesepuh Perguruan Asy-Syafi’iyah Jakarta), KH. Abah Raud (Pembina Majlis Dzikir Az Zikra), KH. Athian Ali M. Da’i (Ketua Umum ANNAS), KH. Shobri Lubis (Ketua DPP FPI), Dr. Muhammad Kapitra Ampera, SH (Ketua Himpunan Advocat Pengacara Indonesia), KH. Rahmat S. Labib (Ketua DPP HTI), Ust. Nazar Hari’s (Ketum PUI), Habib Muhcsin (Imam DPD FPI DKI Jakarta), Ust. Slamet Maarif (Ketua Presidium Alumni 212), Ust. Asep Syaripudin (Ketua API Jabar), Ust. Candra Kurnianto (Sekjen DPP Hidayatullah), Ust. Fahmi Salim (MIUMI), Ust. Bambang Setyo (YAQIEN), Ust. Mursalin (CSIL), Ust. Bernard Abdul Jabar (Ketum KAMRA), Ust. Namrudin DF (Ketua Tim Pemengan GMJ), Joko Oskar (Ketua KB PII Jakarta), Supriyadi (Ketua GISS DKI Jakarta), Ustadzah Nurdiati Akma (Ketua Forsap), Fahira Idris (Ketum Bang Jafar), Neno Warisman (Ketua GIN), Ummu Hafidz (Forum Perempuan Bicara), Pimpinan Jama’ah Anshorusy Syari’ah, HASMI, AFKN Nuwaar, FUI, dll.

Dalam pertemuan itu mereka menolak lahirnya Undang-undang Ormas No 2 Tahun 2017 yang telah disahkan oleh DPR. Selain itu, mereka juga menyerukan kepada semua masyarakat muslim agar tidak mendukung dan memilih ‎partai politik yang pro Undang undang Ormas tersebut dalam Pemilihan Legislatif, Pilkada, maupun Pilpres mendatang.

“‎Kami menyerukan kepada seluruh umat Islam Indonesia agar tidak mendukung dan tidak memilih partai-partai yang menyetujui Perppu Ormas menjadi UU (No 2 Tahun 2017), baik di Pilkada, Pileg, maupun Pilpres,” ujar KH. Bachtiar Natsir dalam jumpa pers di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.

Sebagaimana disampaikan oleh DPR RI bahwa ada tujuh partai yang mendukung pengesahan Perppu No 2 Tahun 2017 menjadi Undang-undang dan tiga partai yang menolak. Ketujuh partai politik tersebut adalah PDIP, Golkar, Nasdem, Hanura, Demokrat, PKB dan PPP. Sementara ketiga partai yang menolak ada PKS, Gerinda dan PAN.

Mereka juga akan menempuh gugatan jalur hukum dengan mengajukan Judivial Review ke Mahkamah Konstitusi untuk membatalkan Undang-undang tersebut.

“Kami menolak Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Ormas yang telah di UU kan itu. Kami akan melakukan perlawanan melalui mekanisme legal konstitusi (uji materi ke MK)‎,” kata Bachtiar Nasir, pada acara yang sama, Senin (30/10/2017).

‎Menurut Bachtiar Natsir, UU Ormas yang baru disahkan tersebut sangat mengancam kemerdekaan masyarakat yang berorganisasi untuk menyatakan pendapat. Padahal katanya, kebebasan berorganisasi dan behimpun itu amanah konstitusi, yakni UUD 1945.

“Proses pengesahan Perppu Ormas ‎menjadi UU ini terkesan telah terjadi pemaksaan dari rezim yang tengah berkuasa yang akan digunakan sebagai senjata mengekang kebebasan, dan bertentangan dengan pembukaan UUD 1945,” tambahnya

Sikap mereka dituangkan dalam pernyataan sikap dengan tuntutan sebagai berikut:
1. Tidak mendukung dan tidak memilih partai-partai yang menyetujui Perppu menjadi UU baik dalam Pilkada, Pileg maupun Pilpres.
2. Agar selalu waspada terhadap kemungkinan terburuk yang diakibatkan dari UU tersebut
3. Melakukan perlawanan melalui mekanisme legal konstitusional

Alhamdulillah acara berjalan baik dan lancar penuh kekeluargaan (dari berbagai sumber) (hs)

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Tepat!! Ulama, Tokoh, dan Muballigh Parigi Moutong Tolak Permendikbudristek

Dari Sulawesi Tengah, tokoh umat berkumpul menolak aturan yang melegalkan seks bebas. Liberalisasi kehidupan dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *