What’s Wrong With Khilafah?

Binjai, (shautululama) – Ahad (13/10), Lembaga Kajian Islam Kaffah mengadakan acara Dauroh Islam & Peradaban dengan tema “What’s Wrong With Khilafah”. Bertempat di Masjid Amal Kota Binjai tepatnya di Jl. Agus Salim Kelurahan Tanah Tinggi. Acara ini dihadiri lebih dari 80 orang yang terdiri dari Ulama dan masyarakat umum. Pembicara yang dihadirkan adalah Ustad Musa Abdul Ghani dari Kota Medan dan Ustad Nofri Yeldi dari Kota Binjai.

Dibuka oleh MC, acara diawali kata sambutan dari Ketua Panitia yaitu Ustad Rusfriyandi, kemudian dilanjutkan oleh Pengurus BKM Masjid Amal yaitu Bapak H. Amiruddin Caniago, dan yang terakhir ada dari ke Naziran Masjid Amal yaitu Bapak Nur Abdillah.

Ustad Musa Abdul Ghani mengawali acara diskusi dengan pemaparan mengenai definisi Khilafah, Wajibkah Khilafah itu?, dan Pendapat-pendapat Ulama mengenai Khilafah.
.
“Tidak ada yang salah dengan Khilafah, yang salah itu adalah orang yang tidak mau memahami apa itu Khilafah”, begitulah pemaparan dari Ustad Musa.

Kenapa bisa seperti itu? “Karena tidak pernah dikaji secara formal mengenai Khilafah. Lebih banyak mendapat pengajaran dari non-formal. Bahkan lembaga-lembaga pengajaran bab-bab pelajaran yang ada pembahasan Khilafah tidak pernah dibahas secara mendalam, malah lebih mendapatkan kesan negatif mengenai Khilafah. Jadi wajar, pada saat ini kebanyakan orang yang tidak paham menyerang persoalan Khilafah”, ungkap beliau.

Pemahaman Umat hari ini mengenai Khilafah hanya sebatas dari Abu Bakar hingga Ali bin Abi Thalib saja. Padahal ada Husein walaupun hanya selama 6 bulan saja. Kemudian ada Muawiyyah, Abbassiyah, hingga ke Turki Utsmani yang disebut Utsmaniyyah.

Rasulullah SAW bersabda, “Akan datang kembali masa Khilafah ‘Ala Minhaj Nibuwah”. Hari ini, tidak bisa diselesaikan persoalan kecuali ada Islam yang kaffah. Untuk mewujudkan hal itu, kita memerlukan Khalifah dalam naungan Daulah Khilafah. Khilafah adalah kepemimpinan umum bagi kaum Muslimin untuk menerapkan dan menegakkan hukum Allah SWT secara sempurna dan untuk mengemban dakwah ke seluruh alam.

Jadi khilafah ada 3 konsep yaitu persatuan umat, syariat Islam, dan dakwah. Mengangkat Khilafah juga tidak ada perbedaan dari ke empat Imam Mazhab.

Kemudian dilanjutkan dengan pembicara kedua yaitu Ustad Nofri Yeldi membahas mengenai seberapa penting menegakkan dan memperjuangkan Khilafah.

Dasar akidah umat Islam ada pada rukun iman dan kalimat Tauhid itu sendiri. Berbeda dengan ideologi sekulerisme atau pun sosialisme yang hanya mementingkan materi dan memisahkan agama dengan kehidupan. Ideologi Islam sudah sangat sesuai dengan kehidupan manusia. Kenapa?

Karena manusia itu lemah dan terbatas. Makanya membutuhkan panduan hidup yang sumbernya dari yang Maha Sempurna yaitu Allah SWT. Berbeda dengan kapitalis yang meyakini di satu sisi meyakini Tuhan dan di sisi lain meyakini bisa mengatur kehidupannya sendiri tanpa campur tangan penciptanya.

Pada hari ini, dakwah Islam semakin banyak. Mengajak kepada Al-Quran dan Sunnah. Kenapa harus didakwahkan? Agar masyarakat paham betapa pentingnya kembali kepada Al-Quran dan Sunnah, kembali kepada syariat Islam sesuai dengan aturan-aturannya. Lalu apa hubungannya dengan Khilafah? Khilafah adalah caranya dan khilafah adalah sistemnya agar penerapan-penerapan syariat Islam bisa terwujud.

Apa yang dikhawatirkan masyarakat pada saati ini mengenai Khilafah adalah sebuah kesalahan dan akibat dari ketidaktahuan yang mengakibatkan oknum-oknum yang membenci khilafah mempengaruhi orang-orang yang awam mengenai Khilafah. Padahal bila Islam tegak, seluruh umat dapat merasakan betapa indahnya hidup dalam naungan Islam. Maka dari itu penting sekali dan wajib memperjuangkan tegaknya Khilafah.[]

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *