Umat Rindu Pemimpin yang Taat dengan Syariah Islam

Gresik, (shautululama) – Jumat 12 April 2019 Sejumlah ulama ahlu sunnah wal jama’ah Gresik telah berkumpul untuk membicarakan masalah khilafah dan kepemimpinan yang sangat dibutuhkan oleh umat. Hadir KH. Sumarno, Kyai Fatkhurrahman, Kyai Abdul Aziz, Kyai Asadullah, Kyai Muzayyin, Kyai Abdul Mu’thi, Kyai Abdurrahman, Kyai Iffin Masrukan dan sejumlah asatidz.

Mengawali Multaqa Ulama malam itu, KH. Sumarno menjelaskan bagaimana saat ini kita hidup di buminya Allah, harus sesuai dengan kemauannya Allah. Bagaimana kita dipimpin oleh orang yang mengikuti Allah. Kalau dipimpin oleh pemimpin yang tidak mengikuti Allah dan aturannya tidak berasal dari Allah, pasti akan rusak seperti saat ini.

Kita sangat membutuhkan kepemimpinan seperti Umar bin Khaththab yang begitu sangat adil dan tegas. Ketika ada rakyatnya yang kelaparan, Umar bin Khthathab memanggul sendiri gandum untuk diberikan kepada ibu yang lapar tadi. Ketika ada gubernurnya yang berbuat dzalim kepada seorang yang beragama nasrani, hanya karena ingin bangun masjid, maka Umar bin Khaththab memberi peringatan dengan tegas dengan sepotong tulang yang digores garis lurus dengan pedangnya. Ini tanda agar gubernur Mesir bertindak adil dan lurus. Yang kita butuhkan pemimpin seperti khalifah.

Sementara itu, Kyai Abdul Aziz menjelaskan bahwa khilafah adalah ajaran Islam karena tercantum dalam al Quran. Sedangkan terkait dengan memilih pemimpin, “kita tidak bisa lepas dari minta kepada Allah, pemimpin yang sesuai dengan kriteria al Quran.

Oleh karena itu, kalau ada pemimpin yang sudah terbukti tidak bisa mengemban amanah dengan benar, melakukan kebohongan, pencitraan yang besar terkait keberhasilan terhadap rakyat, padahal yang masih hidup susah. Tentunya kita tidak bisa tinggal diam. Kita tidak bisa memilih pemimpin yang seperti itu. Kita memilih pemimpin sesuai syariat islam.

Di sisi yang lain Kyai Fatkhurrahman menjelaskan bahwa Rasulullah saw berdakwah itu dalam rangkah menegakkan negara. Rasulullah itu pemimpin yang punya wilayah, punya rakyat, punya pasukan, punya aturan yaitu syariat islam, punya undang-undang yaitu piagam Madinah.

Lalu Kyai Asadullah menegaskan bahwa kita tidak boleh diam dari kemungkaran. Kita harus berdakwah. Karena dakwah itu adalah seruan amar ma’ruf nahi mungkar. Imam an Naisaburi mengatakan, as sakitu anil haq syaithanun ahras wal mutakallmu bil batil syaithanun nathiq, (berdiam dari menyampaikan kebenaran adalah syaitan yang bisu dan berbicara dengan kebathilan adalah syaitan yang berbicara)

Acara multaqa ini di tutup dengan doa, diteruskan dengan ramah tama dan foto bersama. (red)

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Saatnya Islam Gantikan Sistem Amoral dan Asusila, KH Misbah Halimi Sikapi Permendikbudristek No 30 Tahun 2021

Probolinggo, Jatim (shautululama) – KH. Misbah Halimi, M.Pd, Koordinator FKU Aswaja Jombang menjelaskan Islam siap …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *