Ulama Tidak Boleh Membiarkan Kerusakan dan Kedzaliman Terus Berlangsung

Kalam Minal Ulama Kyai Umar Shiddiq, Pada Multaqo Ulama Aswaja Kota Bogor, Ahad 31 Januari 2021.

“Ulama tidak boleh membiarkan kerusakan dan kedzaliman terus berlangsung, sebagai pewaris nabi menjadi tugas dan tanggung jawab para ulama untuk membenahi negeri sehingga menjadi negeri yang dirahmati Alloh SWT”

Hari ini kita hadir dalam rangka ihtimam kepada umat. Para ulama yang dirahmati oleh Allah SWT, Ulama mengemban amanah ilmu oleh Allah SWT, mengemban amanah dakwah. Rasulullah saw bersabda :”sampaikan walau satu ayat”, Hadist ini menegaskan kewajiban tersebut.

Dimana dakwah yang harus kita lakukan adalah dakwah yang menghantarkan kepada sebuah kesadaran serta penyadaran, yang pada akhirnya ketika umat Islam sadar dengan ajaran serta syariat yang diajarkan oleh Baginda Rasulullah Saw, akhirnya umat memahami tentang Islam yang sesungguhnya.

“Dakwah Amar ma’ruf nahi mungkar ini harus terus dilakukan dalam rangka untuk melakukan penyadaran kepada mereka”, ujar Kyai Umar Shiddiq.

Beliau menegaskan tentang kewajiban amar ma’ruf nahi munkar bagi ulama, dimana ulama mengemban amanah dakwah. Dakwah yang harus membuahkan sebuah kesadaran dan membangun kesadaran agar umat sadar dan berupaya menerapkan syariah.

Ulama tidak boleh membiarkan kerusakan dan kedzaliman terus berlangsung, sebagai pewaris nabi menjadi tugas dan tanggung jawab para ulama untuk membenahi negeri sehingga menjadi negeri yang dirahmati Alloh SWT.

KH. Umar Shiddiq mengutip sebuah hadist Rasul saw yang artinya :
”Barang siapa melihat kemungkaran maka cegahlah dengan tangan, jika tidak mampu maka cegahlah dengan lisan dan jika tidak mampu maka dengan hati, itulah selemah-lemahnya iman”.

Maka para ulama yang dikaruniai ilmu menggunakan lisan untuk mengingatkan kemungkaran dan menjelaskan kepada umat agar mereka bisa hidup selaras dengan Islam. Lisan para ulama harus menghantarkan umat kepada pencerahan sehingga penyembahan hanya kepada Alloh SWT. Dan ini adalah kewajiban paling utama kepada para ulama, karena para ulama dititipi oleh Alloh SWT segenap ilmu, segenap pengetahuan yang bersumber dari Alloh dan Rasul-Nya.

Semua itu harus disampaikan walau dengan resiko yang mungkin terjadi. Kita harus cerahkan umat dengan menyampaikan yang haq adalah haq dan yang batil adalah batil. Termasuk diantaranya menyampaikan kepada umat bahwa di seluruh dunia sekarang ini, tidak ada yang menerapkan syariat secara kaffah.

Hal ini tentu merupakan kemaksiatan dan akan mendatangkan murka Alloh SWT. Dan bencana yang terjadi di negeri ini salah satunya adalah karena hal demikian.

Tentu ini membutuhkan penjabaran dari para ulama sehingga menjadi jembatan serta wasilah yang pada akhirnya Islam kembali tegak di muka bumi dengan berpegang teguh dengan apa yang dibawa Rasul Saw.

Beliau menggambarkan bahwa halangan dan rintangan pasti ada namun sebagaimana hadist Rasul saw yang menggambarkan ketika seorang berdiri di hadapan penguasa yang dzalim, namun balasan di sisi Alloh pun amat besar.

Kyai Shiddiq mengajak dan mengingatkan bahwa bisa jadi hidup kita tidak bertahan lima menit ke depan, maka pergunakan waktu untuk amal sholeh yang menjadi bekal di yaumil hisab.

Terakhir, beliau mengingatkan setiap diri kita untuk melihat apakah perbuatan tersebut baik atau buruk, jika baik maka lanjutkan dan ketika buruk maka hentikan. Sekaligus beliau mengingatkan penguasa untuk menghentikan kedzaliman yang dilakukan terhadap kaum muslim.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …