Ulama Mataraman Serukan Akhiri Sepak Terjang Pemimpin Dzalim, Ingkar Janji

Ngawi, (shautululama) – Bertempat di kompleks masjid Istiqomah – Ngawi, 12 April 2019, yang bertepatan dengan 7 Sya’ban 1440 H sekitar 150 ulama dan asatidz yang berasal dari Ponorogo, Madiun, Magetan, Geneng dan Ngawi, menghadiri acara Mudzakaroh Ulama yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Ulama Aswaja Mataraman.

Acara dimaksudkan dalam rangka menjalin ukuwah dan silaturahmi untuk semakin mempererat persatuan diantara ulama, asatidz, dan umat se eks. Karesidenan Madiun, juga dimaksudkan untuk menyikapi kedzaliman yang dilakukan penguasa kepada umat Islam khususnya.

Nampak hadir, Al Mukarrom KH. Anas Karim (ketua FKU Aswaja Mataraman), Al Mukarrom Ust. Ahmad Annawy (penasehat FKU Aswaja Mataraman), Al Mukarrom Ust. M. Zuhdi (pimpinan PP Ar Rahmah – Katikan, Kedunggalar), Al Mukarrom Ust. Anwar, Al Mukarrom Ust. Agung, ulama Takeran, dan tuan rumah Ust. H. Sugito.

Setelah pembacaan ayat suci Al Qur’an, acara dilanjut mendengarkan kalimatul awal yang disampaikan oleh ketua FKU Aswaja Mataraman.

Dalam kalimat pembukanya, Al Mukarrom KH. Anas Karim menyampaikan bahwa, saat ini kita tidak bisa lepas dari kedzoliman-kedzoliman dan kemaksiyatan yang terjadi dalam kehidupan ini. Mengapa ? Beliau menyatakan, “Selama kehidupan ini masih diatur oleh aturan buatan manusia, bukan diatur oleh aturan yang membuat manusia, maka kita akan tetap dalam kondisi kedzoliman dan kemaksiyatan”. Untuk itu beliau mengajak kepada seluruh yang hadir untuk tetap istiqomah berjuang menegakkan khilafah, karena dengannya syariah Islam bisa diterapkan secara kaffah, seraya menyitir surah Al-An’am [153].

Sementara Ust. Zuhdi Mudir PP Arrahmah, menegaskan Islam itu Program Hidup dari Allah untuk mengatut Epoleksosbudhankam. Sungguh (Islam) inilah jalanKu yang lurus. Karena itu ikutilah jalan itu. Janganlah kalian mengikuti jalan-jalan lain karena jalan-jalan itu pasti mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya. Yang demikian Allah perintahkan agar kalian bertaqwa.

Sementara itu Ust. Abu Qathif, dari Ponorogo. Menyatakan bahwa orang-orang yang melarang seorang hamba Allah yang melaksanakan kewajiban disebut “togho”. Beliau menjelaskan, level togho ini menurut penjelasan Imam As Sya’rowi ada 3 level. Level pertama adalah, ada orang melaksanakan kewajiban, tapi dia tidak ikut. Level kedua, ada orang yang melaksanakan kewajiban, dia diam. Dan level ketiga, ada orang yang melaksanakan kewajiban, malah dibubarkan. Inilah orang-orang yang akan mendapat hizab yang berat dan azab yang pedih. Kondisi yang seperti ini, sekarang sedang terjadi. “Ada organisasi yang mengajak pada aturan Allah SWT, tetapi malah dibubarkan, dipersekusi ulama-ulamanya dan dibubarkan acara-acaranya”, itulah golongan togho level ketiga, tandas Ust. Abu Qathif.

Satu hal yg juga ditekankan oleh para Ulama yg hadir bahwa hoax terbesar hari ini tiada lain upaya untuk mengkrimalisasi ajaran Syariah Khialafah dan para pejuangnya. Oleh karenanya mereka sepakat pemimpin dzalim penuh dusta ini harus segera diakhiri.
Acara diakhiri dg doa untuk kemenangan Islam dan para pejuangnya. (red)

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Saatnya Islam Gantikan Sistem Amoral dan Asusila, KH Misbah Halimi Sikapi Permendikbudristek No 30 Tahun 2021

Probolinggo, Jatim (shautululama) – KH. Misbah Halimi, M.Pd, Koordinator FKU Aswaja Jombang menjelaskan Islam siap …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *