ULAMA JAKARTA SEPAKAT AKAN PENTINGNYA IMAMAH BAGI KAUM MUSLIMIN

Jakarta, (shautululama) – Alhamdulillah, bi idznillah wa bi ‘aunillah, telah terselenggara Multaqa Ulama Ahlussunnah Waljama’ah Jakarta Timur pada hari Ahad, 10 Maret 2019, di kediaman Al Habib Khalilullah bin Abu Bakar Al Habsyi, Duren Sawit, Jakarta Timur. Acara yang berlangsung dalam nuansa yang penuh kekeluargaan ini dimulai pada pukul 08.30 WIB dan dihadiri oleh kurang lebih 50 Ulama dan muhibbinnya dari wilayah Duren Sawit, Cakung, serta Matraman dan sekitarnya. Hadir sebagai pembicara Al Mukarram Al Ustadz Syamsuddin Ramadhan An Nawiy.

Tampak hadir pada pagi yang penuh barakah ini, Al Mukarram Bapak RW Tegal Amba bapak Sunyoto, Ust. H. Ahamad Patin dari majelis ta’lim al Aupa,dari dari para asatij,’aliim yg tdk bisa disebut satu-persatu dengan disambut langsung oleh Sohibul Bayt serta muhibbinnya. Acara diawali dengan pembacaan dzikir tahlil yang dipimpin langsung oleh Al Habib Kholilullah kemudian dilanjutkan dengan sambutan.

Dalam sambutannya, Al Habib Kholilullah menyampaikan bahwa saat ini Umat Islam khususnya generasi muda muslim diserang dari sisi pemikiran (ghazwul fikri) untuk melemahkan iman, islam, dan ihsannya. Dari sisi iman, banyak anak muda yg tidak hafal rukun iman, dari sisi islam banyak yang menolak penerapan syariat islam, dan dari sisi ihsan, musuh-musuh islam terus mempropagandakan gaya hidup barat yang buruk dan penuh kemaksiatan untuk diikuti generasi muslim. Inilah latar belakang diselenggarakannya acara pada pagi hari ini. Dan beliau mengajak para Alim Ulama yang hadir untuk berperan aktif dalam proses perubahan untuk menyelamatkan generasi umat dari kelamnya sekulerisme menuju peradaban islam yang penuh cahaya.

Selanjutnya Al Mukarram Ust Syamsuddin Ramadhan, dengan gayanya yang tegas namun santun memaparkan tentang konsep kepemimpinan (imamah) dalam Islam. Beliau memaparkan urgensitas imamah melalui maqalah dari Imam Abul Ma’aliy Al Juwaini bahwa masalah imamah memang bukan masalah akidah, tetapi apabila kita salah dalam memahami imamah maka itu lebih berbahaya daripada kita salah dalam memahami akidah.

Sistem kepemimpinan dalam islam bukanlah sistem demokrasi, kerajaan, federasi, atau yang sejenisnya. Tetapi berdasarkan salah satu hadis riwayat Imam Ahmad yaitu sistem khilafah. “Tsumma takuunu khilafah ala minhajin nubuwah”. Lebih lanjut lagi, menurut Imam Abu Manshur Al Baghdadiy, ketika menjelaskan tentang arkan ad din (pilar agama), beliau memasukkan bab imamah menjadi pilar agama yang ke-12. Para ulama ahlu sunnah wal jamaah telah sepakat mengenai kewajiban mengangkat seorang khalifah (perkara yang mujma’ ‘alayh). Terwujudnya khilafah di akhir zaman tidak perlu diragukan lagi, berdasarkan QS An Nur ayat 55, hadis riwayat Ahmad, dan hadis tentang janji adanya Imam Mahdi yang akan memimpin umat islam dengan syariat islam di akhir zaman.

Sifat kepemimpinan dalam islam, antara lain bahwa kepemimpinan dalam islam harus tunggal diseluruh dunia di satu waktu, baik wilayah Islam sempit atau luas. Kepemimpinan dalam Islam adalah amanah dan di akhirat nanti akan menjadi penyesalan (khizyun wa nadaamatun) kecuali bagi pemimpin yang mampu menunaikan kewajibannya. Kepemimpinan dalam Islam adalah untuk mengatur urusan rakyat dengan Islam, bukan otoriter dan menindas rakyat. Selain itu kepeminpinan dalam Islam adalah untuk menolong agama allah dengan cara menegakkan hukum Allah dan menolong sunnah, menolong orang yg di dzalimi, memenuhi hak kaum muslimin, dan menempatkan hak pada tempatnya.

Dalam sesi diskusi yang berlangsung cukup hangat, para Alim Ulama menyoroti permasalahan ribawi yang marak dalam sistem sekuler saat ini, dan sikap ulama’uddunya yang membingungkan umat karena memberikan dukungan kepada pemimpin kafir dan dzalim. Para Ulama menyatakan sepakat akan wajibnya khilafah, dan berharap agar pembicaraan mengenai khilafah juga disampaikan kepada level atas. Pertanyaan dari para alim ulama tersebut dijawab dengan cukup jelas oleh Pemateri. Sebagai penutup, Ust Syamsudin menyampaikan sebuah hadis, “tolonglah saudaramu baik yang d

i dzalimi maupun yang mendzalimi”. Salah satu cara untuk menolong pemimpin yang dzalim adalah dengan cara tidak memilihnya untuk menjadi pemimpin.

Acara yang penuh barakah ini di akhiri dengan doa, foto bersama, dan ramah tamah yang berlangsung dalam nuansa yang penuh kekeluargaan.

About Shautul Ulama

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Dalam Islam Kedaulatan Hanya Milik Allah

Surabaya, (shautululama) – Ahad, 21 November 2021, telah berlangsung Multaqa Ulama Aswaja Surabaya Raya dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *