Ulama Diponegaran Kulon: Kami Bersama K.H. Heru Elyasa, Stop Kriminalisasi Ulama

Purworejo, (shautululama) – Sabtu malam (28/9) aula Madrasah Darut Tauhid Purworejo Jawa Tengah dipenuhi para ulama dan tokoh se eks karesidenan Kedu menghadiri agenda Mudzakarah Ulama yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Ulama Aswaja Diponegaran Kulon mengambil tema Bela Ulama Aswaja. Tampak hadir KH Rohani, KH Rokhmat, KH Khozaki Saifuddin, Kyai Munarsis, Kyai Shabrun alhafidz, juga Yogie W Abarri dari LBH Pelita Umat.

Malam itu menjadi forum kesepakatan bagi para Ulama Diponegaran Kulon untuk memberikan pernyataan dan pembelaan terhadap kasus kriminalisasi K.H. Heru Elyasa dari Jawa Timur.

Diawali dengan mujahadah bersama. Setelah shahibus bait KH. Ainur Rofiq memberikan kalimatut taqdim, dilanjutkan dengan pemaparan tentang kriminalisasi ulama yang terjadi di negeri ini oleh al fadhil Ustad Abu Zaid dari Lasem Rembang. Acara dipandu oleh Ustadz Yahya Husein.

Meski terkesan masalah hukum, namun sebenarnya adalah persoalan politik. “Kesalahan beliau (KH Heru Elyasa) adalah karena memperjuangkan tegaknya syariah dan khilafah!”, Ustad Abu Zaid menjelaskan. Tidak hanya menyampaikan persoalan seputar krimininalisasi ulama, beliau menjelaskan pula akar masalah yang melatarbelakangi.

Ketidaksukaan terhadap penegakkan syariah dan khilafah bukanlah hal baru di negeri ini. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penjelasan panjang beliau bahwa sepanjang sejarah Islam negeri hanya komprador dan agen penjajah saja yang tidak suka. Dan kebangkitan tidak dapat diwujudkan dengan model negara bangsa, justru adanya negara bangsa ini dibentuk untuk melanggengkan hegemoni dan penjajahan oleh bangsa kafir penjajah bahkan hingga kini.

Acara yang diakhiri dengan pembacaan pernyataan dukungan dan jaminan untuk K.H. Heru Elyasa dipimpin H Abdul Somad dari Purworejo. Para hadirin juga membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan tersebut.

 

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *