Ulama: Dicampakkan Demokrasi, Dimuliakan Khilafah Islam

Bandung (shautululama.com)— Mudzakaroh Ulama Bandung, Ahad (25/2/2018) Ust Basyir Abu Hanny menyampaikan kemuliaan ulama. Ulama tampak dihinakan dan dicampakan sistem demokrasi. Justru dimuliakan dalam Islam bersama Khilafah.

Imam Al Ghozali dalam Ihya’ Ulumuddin merinci tentang ulama’:
1. Ulama yang membinasakan diri dan orang lain; orang yang mencari dunia dan rakus terhadap dunia

2. Ulama yang membahagiakan diri dan orang lain; mengajak jalan akhirat

3. Ulama yang membinasakan dirinya dan membahagiakan orang lain.

Lebih jelas, Ust Basyir menuturkan perbandingan kedudukan ulama dalam Islam dan demokrasi.

Ulama dalam sistem Islam:

1. Kedudukan ulama disegani penguasa. Umat menjadikan ulama sebagai rujukan dalam memutuskan kebijakan urusan umat. Hal penting Ulama menjadi penasehat kholifah.
2. Amar ma’ruf dan nahi munkar kepada penguasa sehingga kebijakan tidak mendzholimi umat
3. Ulama menyampaikan dakwah islam kepada masyarakat dengan leluasa.

“Khalifah Harun ar-Rasyid datang di majelis Imam Malik mendengarkan pembacaan al Muwattha. Saat itu imam malik menegur kholifah agar tidak bersandar saat di majelisnya – dan kholifah menurutinya. Harun Ar Rosyid memberikan uang 1000 dirham ( 1.3 Milyar kepada Ar Rabi),”cerita Ust Basyir.

Di sisi lain, pada masa Khilafan Islam muncul banyak ulama imam madzhab, ulama imam hadits, dan kekokohan bangunan pendidikan di universitas seperti di Mesir, Damaskus, dan Baghdad.

Pada masa Daulah khilafah – para umat islam masih menyandarkan pendapatnya pada para ulama dan Islam. Imam al mawardi ( Al Ahkam As sulthoniyah) dan Al Faro ( Al Ahkam As Sulthoniyah) dua kitab ini susunannya sama; 480 H – susunan pemerintahan Islam,hidup pada lemahnya kekuatan daulah khilafah Bany Fatimiyah.

Sementara itu, Ulama dalam sistem demokrasi bernasib hina. Hal ini dibuktikan dengan penguasa yang meninggalkan ulama dalam proses penetapan kebijakan negara. Kedua, membatasi peran ulama dalam melakukan amar maruf dan nahi munkar dengan mengeluarkan UU dan Perppu. Ketiga, sebagaian ulama dunia di pakai untuk melegitimasi kepentingan Penguasa.

Tak tertinggal, Ust Basyir menyitir pernyataan Imam al-Mawardi:
“Ulama menjadi Hina bila tunduk kepada Penguasa Jahil.”

Ulama’ harus terus melakukan estafet dakwahnya. Penyadaran pentingnya Khilafah sebagai perisai bagi umat manusia. Ketiadaan syariah dan Khilafah, tidak hanya menjadikan ulama terhina, umat Islam pun nasibnya sama. Bersegeralah berubah menuju Khilafah yang akan membawa berkah.[abj/hn]

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *