Ulama dan umat Islam Aswaja Malang Raya, Rindu Dipimpin Khalifah

0
1007

Malang, (shautululama.com) – Ribuan orang berkumpul bersama Kyai pada acara peringatan Isra’ Mi’raj yang diselenggarakan pada hari Sabtu 14/4/2018 lalu. Pengajian umum yang diadakan oleh Majelis Taqorrub Ilallah asuhan KH. Abdul Basith al-Hafidz (Gus Basith) itu dihadiri oleh anak, remaja hingga orang dewasa.

Nampak hadir pada pengajian tersebut KH. Ridloi, KH. Misbachul Munir, KH. Mashuri, KH. Abdul Qoyyum, Kyai Azizi Fathoni, dan Kyai Sul’an. Selain para pembicara, nampak pula di atas panggung, Kyai Bahron Kamal, Kyai Alwan, dan lainnya.

KUNJUNGI INSTAGRAM KAMI

Acara diawali dengan pembacaan sholawat asyghili,

“Allohumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad, wa asyghili adz-dzolimin bi adz-dzolimin”

Alunan sholawat riuh redam dari aula gedung di kawasan Sawojajar, Malang. Bergemuruh, menyejukkan, seolah Kota Malang seluruhnya beroleh berkah sholawat atas sayyidina wa maulana Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam.

Nampak para Bocah-bocah berpakaian putih-putih berlarian di sekitaran gedung, mengitari ibu-ibu mereka. Sebagian dari bocah-bocah qurrota a’yun itu juga pengisi acara, pembaca kalamullah yang mulia, pelantun puisi dan nasyid penuh ghiroh perjuangan.

Sementara di panggung, berjajar para ulama, kyai, dan tokoh-tokoh kharismatik Kota Malang, Batu, dan sekitarnya. Di backdrop panggung terpampang tulisan dengan khat Diwani:

“Tsumma takuunu khilaafatan ‘alaa minhaajin nubuwwah,” sebuah hadits yang berisi harapan segenap umat Islam.

Abah Qoyum (KH. Abdul Qoyyum), Pimpinan Majelis Ta’lim Pondok Bambu Al-Islam sekaligus koordinator Forum Komunikasi Ulama (FKU) Aswaja Malang Raya menyatakan secara lugas dalam tausiyahnya:

“Hanya Khilafah satu-satunya yang bisa menyelamatkan umat di Rohingya, Palestina, Suriah, dan seluruh penjuru dunia dari segala penjajahan.”

Seiya-sekata, Ustadz A Fathoni, pengajar Ma’had Syaraful Haramain menuturkan tausiyah ilmiah yang sarat kutipan-kutipan ulama:

“Tanpa adanya Imam a’dhom, urusan komprehensif secara menyeluruh tidak akan terurus, niscaya yang kuat akan menguasai yang lemah, penjahat akan menguasai orang yang mulia, orang yang alim.”

Tak cukup beliau berdua, berbagi tausiyah mencerahkan pula Drs. H. Martono, M.M., ketua Komunitas Islam Kaffah Kota Malang (KIFAMA), dengan gayanya yang cair, interaktif, dan menghibur menuturkan penuturan yang tidak kalah penting, bahwa liberalisme dan turunannya berupa Kapitalisme & Kolonialisme adalah sesat-menyesatkan, penyebab dari segala kerusakan.

Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa kerusakan umat dimulai dari sistem ekonomi liberal, dimotori para kapitalis mewujudkan kolonialisme. Hutang berbasis riba menimpa negara yang tidak dapat lunas meski dalam 7 keturunan, menjadikan ketergantungan yang amat sangat.

“Kita menantikan pemimpin yang menjunjung Syariah Islam secara total, dialah Khalifah,” pungkas da’i senior ini.

Begitu ta’dzim peserta hadir, mengikuti jalannya pengajian, meski harus di luar gedung karena tempat di dalam sudah penuh.

Di penghujung acara, agenda dilanjutkan dengan foto bersama bentangan spanduk bertuliskan: #KhilafahAjaranIslam #ReturnTheKhilafah

Spanduk diusung oleh beberapa pemuda ke atas panggung secara bergantian, lalu peserta beramai-ramai memfoto sekaligus mem-posting ke media sosial secara serempak.

Animo peserta amat tinggi, sehingga seolah semua menyatu sebagai satu entitas yang memiliki kesamaan pemikiran dan perasaan. Tanpa kenal lelah, tanpa kenal menyerah dalam upaya mengagungkan syi’ar Islam.

Acara dimulai pukul 08.00 pagi dan ditutup pada pukul 11.20 dengan doa bersama. Gaung acara ini dapat dirasakan hingga seantero nusantara.(Malang Bersyariah)

#IslamRahmatanLilAlamin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here