Ulama Aswaja Se Nusantara, Islam Kaffah adalah Solusi Masa Depan Indonesia

Jakarta, (shautululama) – Alhamdulillah telah terlaksana multaqa ulama Aswaja Se Nusantara secara daling, Ahad 17 Oktober 2021 mulai pukul 08.00 – 11.30 WIB yang disiarkan secara langsung melalui channel Youtube Baitul Khoir dan channel youtube lainnya, disaksikan ribuan orang dari seluruh penjuru nusantara.

Tema yang menjadi pembahasan para ulama pada multaqa kali ini adalah “Bahaya, Mafsadat dan Madharat Ideologi Buatan Manusia, Pelajaran dari Pemberontakan PKI, Saatnya Kembali Kepada Islam Kaffah”.

Para ulama, Habaib, kyai, ajengan, ustad dan muhibbinnya menyaksikan bersama secara online, dengan penuh semangat memperhatikan kalam minal ulama yang disampaikan oleh para ulama. Mereka sepekat dan siap berjuang bersama para ulama, untuk memperjuangkan tegaknya Islam kaffah di negeri ini, sebagai ganti ideologi produk manusia komunisme dan kapitalisme demokrasi yang terbukti mendholimi rakyat.

Disampaikan oleh shahibul hajah, pemilihan tema ini karena terkait momen memperingati tragedi G 30 S PKI, yang ada upaya untuk menggubur dan mengkaburkan peristiwanya, dengan memutarbalikan fakta bahwa mereka (PKI) adalah korban. Lebih tragisnya lagi ada upaya secara sistemik dan terselubung untuk membangkit kembali Ideologi komunisme melalui sejumlah proyek dan program dengan kerjasama bersama negara komunis China.

Selain itu, para ulama Aswaja dalam kalamnya, menyampaikan bahaya dan kegagalan ideologi buatan manusia yaitu kapitalisme demokrasi sekuler. Semenjak negeri ini merdeka, pengelolaan negara diatur dengan sistem kapitalisme demokrasi sekuler, meski telah berganti-ganti kepala negara, baik dengan sistem pemilihan langsung maupun tidak langsung, tetap saja tidak memberikan perubahan pada kesejahteraan rakyat. Jauh panggang dari api, kekayaan alam yang melimpah justru dikuasai oleh para konglomerat dengan difasilitasi negara. Hutang negara terus menggunung dari kepala negara yang satu kepala negara berikutnya, rakyat dijadikan obyek pajak untuk membayar hutang-hutang negara.

Para ulama Aswaja se Nusantara menyeru, bahwa sistem buatan manusia seperti Komunisme-Sosialisme maupun Kapitalisme demokrasi sekuler, sangat tidak layak diterapkan di negeri ini, karena telah terbukti gagal mensejahterakan manusia. Justru setiap pergantian pemimpin semakin banyak melahirkan kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin. Sebagai contoh kebijakan dholim, rakyat kesulitan mendapatkan sejengkal tanah sebagai tempat tinggal, namun di sisi lain begitu mudahnya pengusaha properti menguasai ribuan hektar lahan meski harus mengusir penghuni lahan yang telah menempatinya selama puluhan tahun.

“Hanya sistem yang berasal dari al Khaliq, Allah SWT yang layak mengatur dunia, sistem islam kaffah di bawah naungan Khilafah ala minhajin nubuwwah yang telah terbukti melindungi, mengayomi dan mensejahterakan selama belasan abad”, ungkap Kyai Rakhmad S. Labib, Ulama Aswaja Jakarta

 

Ulama adalah pewaris para nabi, dengan ilmunya para ulama memimpin umat agar senantiasa taat menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya, termasuk dalam penyelenggaraan negara. Oleh karena itu, ulama harus berada di garda terdepan, dalam membimbing umat agar terwujud penggelolaan negara di bawah naungan khilafah ala minhajin nubuwwah.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Ulama Aswaja Palu Sulteng, Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Melegalkan Seks Bebas

Palu, Sulteng (Shautululama) – Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permen Dikbudristek) Nomor 30 Tahun …