Ulama Aswaja Kalimantan Selatan Soroti Masalah Negeri

Bumi Antasari, (shautululama) – Usai sukses menggelar Multaqo Akhir Tahun Banua Anam pada 25 Desember 2020 lalu, Forum Ulama Aswaja kembali mengelar MULTAQO ULAMA ASWAJA AWAL TAHUN DI BUMI ANTASARI, yang disiarkan secara langsung di kanal youtube Ulama Gurunda TV, Sabtu (2/1/2021) malam.

Pada multaqo yang disaksikan langsung oleh penonton dari berbagai daerah di Indonesia ini, menghadirkan para tokoh ulama dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan.

Dari rilis prolog yang diperoleh ulamagurunda.net, acara ini berlatar belakang kejadian dan masalah yang menimpa negeri ini silih berganti sepanjang tahun 2020.

Mulai dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang berani melakukan pawai peringatan Hari Ulang Tahunnya, sambil mengibarkan bendera dan mendeklarasikan Presiden sementara Papua Barat tanpa rasa takut dan gangguan. Termasuk menyoroti pelaksanaan Pilkada serentak di lebih 200 daerah sementara gentingnya kasus covid-19 sudah mencapai angka 20.000 jiwa/hari.

Hingga perlakuan dzolim terhadap umat Islam yang semakin nampak jelas. Seperti kriminalisasi para habaib, ulama dan kiyai yang kritis, yang ditangkap tanpa surat pemanggilan sebelumnya.

Berbagai permasalahan itulah yang membuat para Ulama mengadakan Multaqo Ulama Aswaja Bumi Antasari. Kegiatan ini semata-mata sebagai wujud cinta ulama terhadap negeri ini.

Multaqo dimulai dengan lantunan ayat suci al-qur’an yang dibacakan oleh Pengasuh Majelis Taklim Ashabul Qur’an, Ustadz Ahmad Sandi syarifuddin.

Dilanjutkan dengan Kyai Baihaki Al munawar selaku shahibul hajjah yang memberikan kata sambutan dan ucapan terima kasih atas kehadiran para guru, kyai dan alim ulama yang tergabung di layar virtual zoom.

Diakhir Multaqo, dibacakan pernyataan sikap Ulama Bumi Antasari Kalimantan Selatan oleh Ustadz Hasan Abu Ammar. Isi pernyataan sikap tersebut :

PERNYATAAN SIKAP FORUM KOMUNIKASI ULAMA ASWAJA Bumi Antasari

KALIMANTAN SELATAN

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على أشرف المرسلين سيدنا ومولانا محمد وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين

Seolah tiada berakhir, problematika bangsa ini khususnya problematika yg menerpa Islam dan umatnya, maka kami Forum Ulama ASWAJA Bumi Antasari Kalimantan Selatan menyatakan:

1. Wajib hukumnya bagi pemimpin muslim untuk menjaga keutuhan wilayah negerinya, dan haram membiarkan separatisme dan menindak tegas para pelaku dan pendukungnya, baik di dalam dan luar negeri.

2. Wajib hukumnya menerapkan Syari’at Islam secara kaffah; agar keutuhan wilayah terjaga, dengan kepemimpinan yang adil, dan didukung oleh rakyat yang taat.

3. Mengutuk tindak pembunuhan, tindakan tanpa hukum atau extra judicial killing yang dilakukan aparat keamanan atas enam orang kaum muslimin, mendo’akan kebaikan bagi yang wafat, dan menegaskan haram hukumnya membunuh mukmin tanpa alasan yang haq (syar’i) dan harus diberikan sanksi setimpal sesuai Syariah Islam.

4. Menyampaikan nasihat kepada pemerintah di negeri ini,
a. Untuk meninggalkan sekulerisme, prinsip memisahkan agama dari kehidupan (fasluddin anil hayah), sebagai dasar dari sistem kapitalisme-demokrasi-liberal. Sesungguhnya kebebasan (freedom, hurriyah), khususnya kebebasan menentukan nasib sendiri (freedom to self-determination) adalah buah dari demokrasi yang hakikatnya adalah jeratan berbahaya untuk pemisahan wilayah (separatisme) yang senantiasa didukung kekuatan asing, sebagaimana telah terjadi dalam kasus lepasnya Timor Timur tahun 1999 melalui referendum.

b. Untuk menolak Demokrasi, Sistem Kufur, haram untuk mengambilnya, menerapkannya, menyebarluaskannya. Demokrasi telah melahirkan rezim sekuler radikal, pemimpin dan undang-undang zhalim yang tidak akan membawa kebaikan di dunia dan akhirat

5. Mengajak seluruh Habaib, ulama, tokoh, dan intelektual serta semua elemen masyarakat untuk memberikan pembelaan dan dukungan moril kepada seluruh pengemban da’wah Islam. Dan bersama-sama untuk terlibat dalam dakwah li istinafil hayatil islam, berjuang demi terwujudnya izzul islam wal muslimin melalui penerapan Syari’ah Islamiyah di bawah naungan Khilafah Islamiyyah ‘alaa minhajin Nubuwwah.

حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ

وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ الْعَلِىِّ الْعَظِيمِ

Kalimantan Selatan,
19 Jumadal Awal 1442 H/2 Januari 2021
Kami Atas Nama Forum Komunikasi Ulama ASWAJA Bumi Antasari Kalimantan Selatan

Multaqo kemudian diakhiri dengan pembacaan do’a oleh pengasuh ponpes Darul Inqilabi Karang Intan Martapura, Guru Abdul Hafidz.
[]

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …