Ulama Aswaja Jawa Timur: Pernyataan Resmi Mengutuk Penghina Nabi, Menolak Demokrasi dan Kebebasan, dan Segera Batalkan UU Omnibuslaw Cipta Kerja

0
216

Surabaya (Shautululama)—Ulama’ ialah mereka yang takut kepada Allah. Keilmuannya digunakan untuk amar ma’ruf nahi munkar. Kegigihannya dalam berjuang dituangkan dalam keseharian. Bersatunya Ulama dalam Multaqa Ulama Aswaja Jawa Timur pada Ahad (15/11/2020) pukul 08.00-11.30 WIB

Ulama’ yang hadir dari ujung Jawa Timur dan pulau Madura. Mereka merupakan berwakilan terpilih dalam membincangkan tema “Kutuk Penghina Nabi SAW, Tolak Demokrasi dan Kebebasan, Batalkan Undang-Undang Omnibus Law yang Dzalim”

KUNJUNGI INSTAGRAM KAMI[instagram-feed]

Seperti diketahui, pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja akan meringkas 1.244 pasal dari 79 undang-undang untuk menarik investasi asing. UU ini bertujuan untuk merampingkan regulasi dari segi jumlah dan menyederhanakan peraturan. Jelas sekali menunjukkan keserakahan kapitalisme dengan mengabaikan aspek keadilan pada pekerja demi memberikan keuntungan terbesar bagi para kapitalis. Kenekatan pemerintah untuk tetap mengesahkan RUU tersebut di tengah gelombang kecaman masyarakat, tak bisa lepas dari keuntungan yang bakal diperoleh pihak korporasi dan menyengsarakan kaum pekerja.

Tak berselang lama, umat Islam dikagetkan dengan penghinaan atas Nabi Muhammd SAW oleh pemimpin salah satu negara kafir yang mengatasnamakan demokrasi dan kebebasan.

Hal ini tidak boleh didiamkan begitu saja. Kedzaliman dan penistaan agama terutama kepada Nabi Muhammad SAW adalah kemungkaran yang harus disikapi. Penyikapan dengan dakwah amar ma’ruf nahi munkar yang merupakan ihtimam ulama terhadap urusan agama dan umat, serta memberikan muhasabah terhadap penguasa.

Ulama menyadari bahwa Prinsip kebebasan berekspresi dan Undang-undang buatan manusia adalah berasal dari sistem demokrasi yang dipaksakan atas umat Islam secara dzalim. Hal ini merupakan aib bagi umat Islam ketika memberikan jalan bagi orang-orang kafir berkuasa atas kaum muslimin.

Di penghujung acara, perwakilan ulama’ membacakan delapan pernyataan penting. Di antaranya:

 

  1. Mengutuk pemimpin negara kafir penista agama Islam pencela Nabi Muhammad SAW dan para pendukungnya. Dan memberikan peringatan bahwa hukuman mereka adalah hukuman mati.
  2. Menolak UU Omnibus Law UU Cipta Kerja, Aturan Dzalim Produk Demokrasi
  3. Menolak adanya investasi asing sebagai jalan imperialisme di bidang ekonomi.
  4. Menyatakan bahwa demokrasi adalah senjata sapujagat musuh-musuh Islam untuk menyerang Islam dan umat Islam dan sebagai sistem yang dipaksakan atas umat Islam secara dzalim.
  5. Menyampaikan nasihat kepada pemerintah dan bangsa Indonesia,
    a. bahwa carut marut penanganan virus komunis cina, serta resesi Ekonomi yang menghadang di depan mata, adalah buah dari penerapan sistem kapitalis sekular, dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan islam dan dakwah Islam;
    b. Batalkan UU Omnibus Law UU Cipta Kerja yang berpotensi menyengsarakan rakyat, dan mengantarkan negeri ini semakin jauh berada dalam cengkeraman imperialisme asing.
  6. Khilafah adalah ajaran Islam, ajaran ahlussunnah wal Jamaa’ah, para ulama muktabar sepakat akan wajibnya. Khilafah adalah pelaksana syariah, yang memberlakukan hukuman kepada siapa saja melakukan pelanggaran hukum, termasuk penista agama, penghina Rasulullah SAW.
  7. Menolak semua bentuk kriminalisasi, persekusi, serta kekerasan fisik terhadap para da’i, para ulama, dan pengemban dakwah Islam;
  8. Menyeru kepada seluruh umat Islam khususnya para ulama untuk terus menerus berdakwah di jalan Allah, mengajak kepada kebaikan, demi tegaknya Syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupan di bawah naungan Khilafah Rasyidah ‘alaa Minhajin Nubuwwah.

Acara pun berjalan dengan lancar. Alhamdulillah dakwah ulama ASWAJA kian gencar. Pemahaman umat pun meningkat, seiring bersatunya ulama dan umat dalam perjuangan syariah dan Khialafah. Acara diakhiri dengan doa bersama. Memohon kepada Allah untuk senantiasa dalam lindungan dan pertolongann-Nya.[hn]a