Ulama Aswaja Jakarta Timur Tolak Stigmatisasi Negatif Terhadap Khilafah sebagai Ajaran Aswaja

Ulama Aswaja Jakarta Timur Tolak Stigmatisasi Negatif Terhadap Khilafah sebagai Ajaran Aswaja

Jakarta, (shautululama.com) – Jumat (8/6) bertepatan dengan 23 Ramadhan 1439 H, tampak puluhan Ulama dan Asatidz berdatangan ke Rumah Makan Padang Sederhana Cibubur Indah untuk menghadiri Ijtima’ Ulama Ahlu Sunnah wal Jama’ah Jakarta Timur.

Acara yang diselenggarakan oleh Majelis Taklim Islam Rahmatan Lil Alamin Kecamatan Ciracas ini berlangsung dengan suasana penuh kekeluargaan, dipandu oleh Al Mukarram Ustadz Salim selaku moderator. Dilanjutkan mau’idhotul hasanah oleh Al Mukarram KH Abu Hanifah dari Ciracas, kemudian di akhiri dengan Pernyataan Sikap Ulama dan buka puasa bersama.

Al Mukarram Ustadz Laksono selaku Shohibul Hajat, mengucapkan terima kasih atas kehadiran para Alim Ulama. Beliau menyampaikan tujuan diadakannya acara ini adalah untuk mempererat silah ukhuwah antar Ulama dan Asatidz, dan sebagai bentuk kepedulian terhadap permasalahan yang dihadapi oleh kaum muslilmin.

Selain itu juga untuk meningkatkan sinergi diantara para Alim Ulama Jakarta Timur dalam rangka berjuang bersama-sama mewujudkan Khilafah Islamiyah sebagai sistem politik warisan Rasulullah SAW dan ajaran Ulama Ahlu Sunnah wal Jamaah.

Selanjutnya Al Mukarram KH Abu Hanifah, menyampaikan perkembangan terkini beberapa permasalahan yang sedang dihadapi oleh kaum muslimin di Indonesia. Diantaranya fitnah terorisme terhadap Islam dan Kaum Muslimin, Al Quran dijadikan sebagai barang bukti terorisme, stigmatisasi negatif terhadap ajaran Islam jihad fi sabilillah dan Khilafah, serta kedzaliman penguasa dalam proses pencabutan BHP HTI.

Kebencian dan permusuhan orang-orang kafir terhadap kaum muslimin sudah terjadi sejak masa awal dakwah Rasulullah SAW. Dimana Beliau SAW dan para sahabatnya menghadapinya dengan tetap istiqomah berjuang mengorbankan jiwa dan raganya untuk kemenangan dakwah Islam dan kaum muslimin.

Namun saat ini, tampaknya kaum muslimin banyak yang disibukkan dengan berbagai urusan dunia dan kurang peduli dengan permasalahan agamanya. Sehingga diharapkan kehadiran para Alim Ulama kali ini bisa menyadarkan umat untuk bangkit menjadi pembela Islam.

Negara-negara yang ada di dunia ini dapat diklasifikasikan menjadi empat macam, yaitu negara adidaya yang cirinya memiliki ideologi dan bersifat ekspansif. Kedua negara independen yaitu negara yang tidak bisa di dikte oleh negara adidaya, ketiga negara orbit yaitu negara yang mengelilingi negara adidaya, tidak didikte tetapi juga tidak mengekor, dan yang keempat adalah negara pengekor kepada negara adidaya, cirinya mempunyai hutang yang banyak kepada negara adidaya.

Dari keempat klasifikasi tersebut, sayangnya negeri-negeri kaum muslim saat ini terkategori sebagai negara pengekor termasuk Indonesia.

Islam sepanjang sejarahnya, dipimpin oleh seorang Khalifah yang menerapkan syariah Islam dan mewujudkan keadilan dan kejayaan kaum muslimin di seluruh dunia. Khalifah mengutus para Ulama untuk berdakwah di seluruh dunia, termasuk wali songo di Nusantara, sehingga pada saat itu Indonesia adalah bagian dari kekhilafahan.

Kaum muslimin memahami betul bahwa khilafah merupakan ajaran Ulama Ahlu Sunnah wal Jamaah, dan merupakan bagian dari kewajiban agama yang terpenting. Namun orang-orang kafir barat senantiasa berusaha untuk meruntuhkan Khilafah dan menjauhkan kaum muslimin dari ajaran khilafah yang agung.

Mereka saat ini tidak perlu terjun langsung, namun juga menggunakan kaki tangannya di negeri-negeri kaum muslimin. Saat ini kita melihat bagaimana di negeri ini dan juga di dunia, ajaran Khilafah dihinakan dan pengembannya dipersekusi serta di kriminalisasi, padahal di bulan Ramadhan yang agung ini kita menyebutnya berkali-kali dalam shalat tarawih.(red)

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Dalam Islam Kedaulatan Hanya Milik Allah

Surabaya, (shautululama) – Ahad, 21 November 2021, telah berlangsung Multaqa Ulama Aswaja Surabaya Raya dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *