Ulama Aswaja Garut, Tolak Kebijakan Sertifkasi Dai Kemenag RI

0
113

Garut, Jabar (shautululama) – Kebijakan sertifikasi dai yang dikeluarkan Kementerian Agama RI, telah menimbulkan kegaduhan baru bagi masyarakat Islam di Indonesia. Penolakan terhadap kebijakan sertifikasi dai ini selain datang dari Majelis Ulama Indonesia (MU) juga sejumlah organisasi islam maupun ulama.

Para ulama di sejumlah daerah menggelar forum multaqa untuk membahas persoalan ini. Dari pantauan redaksi shautululama, ulama aswaja Jawa Timur, Banten, Jabar, DKI, Bekasi, Kalimantan dll membahas persoalan ini. Tak terkecuali, ulama dari Garut, Jabar, mereka juga menggelar multaqa ulama Aswaja, secara daling Rabu,  17 september 2020 / 27 Muharram 1442H.

KUNJUNGI INSTAGRAM KAMI

Hadir Ulama sepuh dan pilihan di Zoom Meeting, sedangkan ratusan mustami menyaksikan melalui live streaming di channel Youtube Dakwah Kota Intan. Multaqa ulama ini digelar sebagai bentuk perhatian dan cinta ulama pada negeri ini. Para ulama memiliki peran utama dalam melahirkan negeri ini dan mengusir penjajah. Para ulama tidak rela jika negeri ini kembali dijajah oleh ideologi atau ajaran yang bertentangan dengan Islam, karena itu akan membuat negeri ini terpuruk dan menderita. Sebagai bentuk ihtiram para ulama mengelar multaqa yang diisi dengan pemaparan kalam minal ulama dalam mensikapi kebijkan sertifikasi dai oleh Kemenag RI ini.

Forum Multqa ulama Aswaja Garut diawali dengan pembukaan oleh MC yakni ust. Toni dan dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qu’ran oleh Ust. Pendi Abdullah untuk menambah keberkahan acara ini.

Lalu dilanjutkan dengan sambutan dari Rois Multaqo, Shohibul fadhilah almukarram Ust. Syahid Al-Ghifari menyampaikan dalam rangka momentum tahun baru Islam kali ini. Di tengah masih belum selesainya pandemi corona, di tengah ketidakpastian kapan pandemi ini selesai. Kita disuguhkan rencana sertifikasi Da’i/Muballigh dan/atau program Da’i/Muballigh bersertifikat sebagaimana direncanakan oleh Kementerian Agama yang telah menimbulkan kegaduhan.

Di sisi lain nampak betapa Kebobrokan Dan Ketidakmampuan Rezim Melindungi Rakyat Dari Wabah Covid 19 Dan Resesi Ekonomi yang menghadang di depan mata. Belum lagi berbagai problematika umat dan fenomena kegagalan negara-negara bangsa baik dengan sistem demokrasi-kapitalisnya maupun komunisme-nya.

Hal ini menggugah peran Ulama dalam memberikan solusi pemikiran, hukum dan pandangan-pandangannya. Di momentum tahun baru islam kali ini juga, kita diingatkan dengan film dokumentasi sejarah jejak Khilafah di Nusantara. Khilafah sebagai ajaran Ulama ahlus sunnah wal jamaah, tidak bisa dikaburkan dan dikuburkan oleh siapapun juga. Kriminalisasi khilafah sebagai ajaran Islam, ajaran aswaja adalah bentuk penistaan agama.

Hendaknya pemerintah fokus pada tugas dan amanah utama mereka yaitu segera mengatasi carut marut penangan pandemi covid 19, serta bagaimana mengatasi resesi ekonomi yang mendera bangsa kita, rakyat Indonesia. Beliau juga mengajak untuk menyimak paparan para Ulama pada Multaqo Ulama Aswaja kota Garut.

Selanjutnya, Shahibul Hajah almukarram Ust. Apek Romansyah dari Majlis Tariqul Huda memaparkan maksud dan tujuan pelaksanaan acara multaqo ulama, sebagai bentuk ihtimam ulama terhadap kondisi kaum muslimin saat ini. Beliau kembali mengingatkan bahwa Khilafah ajaran ulama Aswaja, berarti adalah Ajaran Islam. Beliau juga menyampaikan bahwasannya kita selaku umat muslim pilihan Allah subhanu wa ta’ala harus senantiasa menyerukan dakwah islam secara kaffah dan menyikapi beberapa hal, yakni kebijakan penguasa yang zhalim, islamophobia (kriminalisasi ajaran islam), resesi ekonomi.

Hikmah corona, kita tidak boleh terus terkungkung dan terjerembab dalam kegagalan sistemik. Karenanya kini saatnya tinggalkan kapitalisme-demokrasi dan buang komunisme, songsong masa depan dengan Islam, Khilafah Islamiyah.

Selanjutnya ada kalimah minal ulama Shohibul Fadhilah almukarram Ust. Suwar Abu Zulfan pimpinan madrasah Tariqul Huda, Cilawu menyampaikan kewajiban umat yakni amar ma’ruf nahi munkar. Ketika kita melaksanakan perintah Allah yaitu dakwah, menyeru kepada Islam dan amar ma’ruf nahi munkar, maka kita akan termasuk orang-orang yang beruntung. Dakwah Harus terus berjalan sampai Islam tegak kembali dimuka bumi atau sampai akhir hayat kita.

Ketika dakwah mengalami persekusi dari para penguasa yang zhalim seperti halnya Dakwah Para Nabi yang mendakwahkan islam ke seluruh alam, meski dihalang-halangi dan diancam oleh penguasa, tapi tetap berdakwah menyampaikan risalah islam. Itu merupakan bagian dari jihad, sampai dengan Allah memenangkan Islam diatas segalanya. Karena hanya dengan Islam lah Allah akan melimpahkan berbagai keberkahan dari langit maupun bumi.

Shohibul Fadhilah al mukarram Ust. Een Ulama dari Samarang Pimpinan Majlis At-Taufiq menyampaikan Kewajiban dan Keutamaan Muhasabah Lil Hukam dan Haramnya Berwali Kepada Penguasa Yang Menjalankan Hukum Kufur. Beliau pun menuturkan bahwasannya Islam adalah Agama yang Sempurna dan Paripurna serta mengajak untuk masuk kepada Islam Secara kaffah sesuai dengan firman Allah dalam surat al-Baqarah ayat 208. Beliau pun kembali mengingatkan bahwa khilafah ajaran ahlus sunnah wal jamaah termaktub dalam kitab-kitab ulama mu’tabar dan harus kita jalankan sebagaimana ajaran islam yang lainnya, dan mengangkat khalifah/imam adalah fardhu.

Shohibul Fadhilah almukarram Ust. Herlan Efendi menyampaikan dan menegaskan Khilafah adalah Ajaran Ulama Aswaja, berarti ajaran Islam. Karena itulah maka segera hentikan persekusi dan kriminalisasi terhadap ajaran Khilafah yang merupakan ajaran Islam ahlus sunnah wal jamaah dan juga para ulama dan aktivis Islam.

Shohibul Fadhilah almukarram K.H Johan menyampaikan bahwa Khilafah telah mendapatkan penerimaan yang semakin luas, masif dan membumi; Ulama dari seluruh penjuru Nusantara termasuk ulama Garut yg hadir pada hari ini, Insyaallah siap memberikan dukungan terhadap perjuangan menegakkannya. Beliau juga menyampaikan bahwa dakwah yang disertifikasi hanya merupakan bentuk halangan dakwah islam yang membatasi dakwah itu sendiri.

Shohibul Fadhilah almukarram K.H Supriyadi menyampaikan bahwasannya Rencana sertifikasi Da’i/Muballigh dan/atau program Da’i/Muballigh bersertifikat sebagaimana direncanakan oleh Kementerian Agama yang telah menimbulkan kegaduhan. Bidikan utama dari sertifikasi Da’I adalah yang mendakwahkan islam kaffah. Tapi mau sekeras apapun halangan yang datang bagi dakwah ini, justru opini di masyarakat semakin luas tersebar.