Ulama Aswaja dan Tokoh Masyarakat Surabaya Mengajak Umat Tolak Proyek ‘OBOR’ (One Belt One Road) dan Mewaspadai Bahaya Neoimperialisme & Komunisme Cina

Surabaya, (Shoutululama) – Ramadhan sebagai Bulan Perjuangan, ditandai dengan berkumpulnya para Ulama Aswaja, Asatidz dan Tokoh Masyarakat di Kota Pahlawan Surabaya dalam Multaqo Ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah pada Sabtu, 18 Mei 2019.

Acara diawali dengan prolog yang disampaikan oleh Ustadz Fatahillah dengan mengajak para hadirin khususnya para Ulama untuk menjadi garda terdepan dalam perjuangan khususnya menolak proyek OBOR (One Belt One Road) sebagai bentuk penjajahan gaya baru dari China yang akan membawa bahaya bagi negeri Indonesia.

Kemudian dilanjutkan sambutan oleh Ust. Fauzan Muniri selaku shohibul bayt, mengajak para ulama, asatidz serta tokoh masyarakat untuk selalu berdakwah dalam kondisi apapun.

Acara dilanjutkan dengan Taushiyah yang disampaikan oleh Ustadz Suhayl Karim, “Bahwa sesungguhnya Indonesia belumlah merdeka secara hakiki. Proyek OBOR yang diinisiasi China adalah merupakan neo kolonialisme (penjajahan baru) melalui penjajahan ekonomi dengan membawa bayang-bayang komunis China meliputi Asia Tengah, Afrika, Asia Timur, Asia Tenggara diantaranya Indonesia dan sebagainya. Mega proyek ini akan sangat berbahaya bagi Indonesia terutama beban hutang ribawi yang akan ditanggung oleh rakyat Indonesia”, pungkas beliau.

Pada sisi lain, saat ini Umat Islam diibaratkan seperti ikan yang airnya “diobok-obok” dibuat keruh hingga mabuk. Umat Islam disibukkan dengan berbagai perselisihan, pertikaian dan konflik politik sehingga Umat Islam tidak menyadari bahaya serangan dari luar yang mengancam mereka seperti proyek OBOR.

Umat Islam dibuat terbelah, pada satu sisi ada kelompok Umat Islam yang ikhlash dan peduli dengan urusan umat tapi disisi lain ada kelompok umat yang mereka menjadi kepanjangan tangan para penjajah dengan berbagai bantuan finansial serta kemudahan-kemudahan khususnya para pemuda seperti Pendidikan beasiswa ke Tiongkok. Tentu eksistensinya mereka digunakan untuk membenturkan dan menghalangi para Ulama dan aktivis pejuang pembela umat ini sebagaimana terjadi pada masa penjajahan Belanda.

Pada kesempatan tausiyah yang kedua, Ustadz Abdul Hakim menyampaikan 3 (tiga) amanah dalam kepemimpinan yakni menjaga Islam, menjaga Umat dan menjaga kekayaan Umat. Jika amanah ini diabaikan niscaya kita akan dijajah. Penjajahan itu akan menghancurkan ideologi dan agama.

Kemudian acara ditutup dengan do’a oleh KH. Ghozin,  Pengasuh Ponpes Daarul Hafidzin Surabaya. Adzan Maghrib memberi kesempatan untuk ifthar bersama dan dilanjutkan pembacaan Taushiyah Ulama Aswaja dan Tokoh Masyarakat Surabaya tentang Bahaya Proyek OBOR (red).

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *