Ulama Ahlussunnah wal Jamaah Kabupaten Malang Siap Berperan Menghidupkan Kembali Khilafah Warisan Rasulullah SAW.

Malang Kabubaten, (shautululama) –  Ahad 21 Oktober 2018, bertempat di Ponpes Subulussalam telah berlangsung Ijtima’ Ulama yang di prakarsai oleh Forum Komunikasi Ulama Ahlu Sunnah Wal Jamaah Kabupaten malang.

Kegiatan yang berlangsung mulai pagi hingga sore ini mengambil tema “Peran Ulama Pewaris Nabi dalam upaya menghidupkan kembali warisan Rasulullah SAW: Khilafah ‘ala minhajin Nubuwwah”.

Dipandu oleh Ustadz Chusnurrohman selaku MC dan Moderator, acara ini dibuka dengan bacaan ayat suci Al Qur’an yang dibawakan oleh ustadz Mustakim.

Di awal acara, suasana menjadi hangat dengan adanya testimoni dari Kyai Musta’in yang menjelaskan bahwa meskipun dipandang sebelah mata oleh sebagian kalangan, kesadaran umat terhadap wajibnya perjuangan penegakkan khilafah semakin menguat.

Kegiatan yang dihadiri sekitar 30 peserta dari kalangan Ulama dan Kyai di Kabupaten Malang ini dibagi menjadi 4 sesi pemaparan materi. Sesi pertama disampaikan oleh Ustadz Sul’an, Pengasuh Majlis Taklim Darussalam kecamatan Pakis, yang membawakan materi dengan tema “Peranan Ulama dalam menegakkan Syari’ah dan Khilafah”. Beliau memaparkan pentingnya ulama berada dalam barisan dakwah yang memperjuangkan tegaknya Khilafah.

Di sesi kedua, dengan apik Kyai Musthofa membawakan materi Aqidah Islam dan menjelaskan secara detail terkait thariqul iman. Beliau juga menyinggung pentingnya institusi kepemimpinan yang berasaskan aqidah Islam saja.

Saat adzan dzuhur berkumandang, kegiatan dijeda dengan sholat berjamaah dan dilanjut dengan jamuan makan. Peserta nampak akrab dan saling bertukar pemikiran disela-sela menikmati jamuan makan yang disediakan panitia.

Selepas jamuan makan, acara dilanjutkan dan dibuka dengan testimoni dari KH. Zawawi, Pengasuh PP Subulussalam dan tuan rumah dari kegiatan Ijtima Ulama. Beliau menyatakan pentingnya seorang pemimpin yang tunduk terhadap aturan Allah dan mau menegakkan syariat Islam. Di tengah panasnya tahun politik menuju pemilu presiden 2019, KH. Zawawi dengan tegas menyampaikan, “Pilihlah pemimpin yang tidak memusuhi Islam dan bertentangan dengan Islam”

Sesi ketiga dibawakan oleh Kyai Saiful Luthfi dengan tema “Urgensi Dakwah Jamai”. Beliau mengupas pentingnya amar ma’ruf nahi munkar secara berjamaah dan menjadikan dakwah sebagai poros kehidupan. Terlebih lagi pentingnya fokus mendakwahkan penerapan sistem yang diwajibkan Islam, yakni tegaknya kembali syariah dan khilafah. Sehingga dakwah amar ma’ruf nahi munkar yang paling utama adalah kepada penguasa.

Sesi terakhir dibawakan oleh Kyai Bahron Kamal, Pengasuh MT Ihyaul Qulub yang menyampaikan pentingnya peran dari ahlu nushroh yang merupakan para tokoh kunci yang menjadi penopang kekuasaan negara dan pemegang kekuatan dalam melangsungkan kembali kehidupan Islam di bawah naungan khilafah Islamiyah.

Beliau juga menceritakan perjalanan dakwah Nabi SAW yang senantiasa berupaya mencari pertolongan atau nusroh dari kabilah-kabilah besar dan berpengaruh ketika itu. Sehingga dakwah untuk mencari dukungan dari ahlu nusroh bagi tegaknya kembali khilafah merupakan salah satu metode dari dakwah Rasulullah SAW yang wajib diteladani dan diikuti jejaknya. Berkaca dari sirah dakwah Rasulullah SAW itu, maka yang dibutuhkan oleh umat saat ini adalah adanya sulthanan nashiroh, yaitu kekuasaan yang bersedia menolong agama Allah dan mengembalikan warisan Rasulullah yakni khilafah ‘ala minhajin nubuwwah.

Sebagai Penutup, Kyai Bahron Kamal menyeru kepada para peserta untuk siap menjadi ulama-ulama penolong agama Allah. Siap menjadi penyambung lidah kepada para ahlu nushrah, serta mengambil peran aktif dalam perjuangan penegakkan syariah dan Khilafah.

Tepat di waktu ashar, kegiatan Ijtima Ulama ditutup dengan doa bersama dan sholat ashar secara berjamaah. (red)

#UlamabersamaHTI
#KhilafahAjaranAhlussunnahWaljamaah
#HaramPilihPemimpinDzalim
#HaramPilihPemimpinAntiIslam
#HaramPilihPemimpinIngkarJanji
#HaramPilihPemimpinAntekAsingAseng
#JanganPilihPemimpinGagal

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *