ULAMA AHLU SUNNAH WAL JAMAAH JAWA BARAT: TOLAK DAN HENTIKAN RUU HIP

Bandung, Jabar (shautululama)  – Di tengah wabah covid 19, para ulama ahlu sunnah wal jamaah Jawa Barat, pada ahad 14 juni 2020, mengadakan multaqa ulama secara online, yang bertajuk “Menuju Masa Depan Islam, Tinggalkan Kapitalisme-Liberalisme-Demokrasi-Nasionalisme dan Komunisme”.

Dalam pembukaan, shahibul hajat, Ustad Dr Riyan M.Ag, menyampaikan bahwa bulan Syawwal adalah bulan peningkatan amal, seolah muslim menjadi “manusia baru” yang semakin siap menjalankan ketaatan kepad Allah SWT. Ketaatan yang utama adalah mencampakkan seluruh ideologi selain islam, baik kapitalisme yang saat ini terepresentasi dalam kebijakan yang liberal seperti UU Minerba, BPJS, dll. Juga pada saat yang sama harus menolak paham komunisme, yang terindikasi dibangkitkan dalam RUU Haluan Ideologi Islam (HIP).

Pada giliran pengantar multaqa, KH Dr Fahmy Luqman menguraikan kebobrokan ideologi kufur, kapitalisme dan komunisme. Ajengan Asep Sudrajat pada bagian kedua juga dengan tegas mengatakan bahwa kedua ideologi kufur tersebut tidak layak, maka satu-satunya alternatif adalah islam, sistem islam dan khilafah.

Pada sesi kalimah minal ulama, KH Mumuh Muhyidin (Bogor), menegaskan menegakkan khilafah sebagai puncak kewajiban. KH Ahmad Zainuddin (Cikampek Karawang), juga mengajak seluruh ulama yang hadir untuk ada di garda terdepan dalam perjuangan khilafah. Demikian juga ungkapan KH Abah Athoillah (Kabupaten Bandung Barat), Ustad Drs Akmaluddin (Kabupaten Bandung), Ustad Abdul Quddus (Sumedang), Ajengan Ibrahim Yusac (Sukabumi), Ajengan Supriadi (Garut), Ust Muhammad Ridwan (Priatim), H Muhammad Fuad (Kota Bandung), Ustad Bahrudin (Cirebon).

Pada bagian akhir, Ajengan Syahid dari Garut, menyampaikan doa dan pernyataan sikap. Bahwa para ulama menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila, yang terkesan mencederai harga diri bangsa ini dan para pahlawan pejuang kemerdekaan terutama kalangan ulama. Karena kembali memaknai dasar negara dengan eka sila yaitu gotong royong, seperti pemaknaan orang-orang kiri (komunis). Juga, agar seluruh komponen umat Islam berkontribusi aktif dan turut berjuang bersama Ulama demi tegaknya hukum Syari’at Islam, sebagaimana Allah telah turunkan Al Qur’an pada bulan Ramadhan sebagai petunjuk bagi manusia.

Beliau juga menyatakan agar seluruh komponen umat tunduk dan patuh kepada Allah SWT yang telah memfardhukan penerapan syari’at-Nya dengan meneladani Rasulullah SAW dalam penerapan Islam secara formal-institusional, juga dilanjutkan para Khulafa’ur Rasyidin.

Karena sudah saatnya kaum muslimin meninggalkan kapitalisme-demokrasi- komunisme menuju sistem Islam. Khilafah Islamiyah sebagai ajaran Islam yang sudah disepakati oleh Ulama Ahlussunnah wal Jamaa’ah.

Pada bagian akhir beliau menyerukan, sudah saatnya kaum muslimin, wa bil khusus min ahlil quwwah dari umat ini memberikan dukungan dan bergabung dengan Ulama berjuang bersama-sama untuk menegakkan kembali kehidupan Islam dalam naungan Khilafah Islamiyah dengan memulai kehidupan Islam kembali (isti’naf al hayah al Islamiyyah). (Rayah TV Channel).

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …