Tokoh, Ulama dan Advokat Palu Serukan Penegakan Khilafah

0
191

Palu, (shautululama) – Bertempat di kediaman Ami Harun selaku ketua tim pembela muslim sulteng pada kamis malam (29/08). beberapa Tokoh dan ulama Palu kembali berkumpul membahas isu terkini. Kali ini membahas tentang Papua dan kriminalisasi Ulama yang marak terjadi di rezim saat ini.

Nampak beberapa tokoh yang hadir pada malam itu, Akbar, SH (TPM Sulteng), Ikhwan, M.Pd (Pembina Risma Madani), Hassan H. Abdu (Tokoh Sigi), Muh.Yani (Pembina PII Palu), Habib Akbar (ANNAS sulteng), Ismail Zuhdi (Ulama Palu) serta beberapa aktifis pergerakan Mahasiswa.

KUNJUNGI INSTAGRAM KAMI

Setelah kegiatan dibuka pernyataan di awali dari pak ikhwan “kita harus menolak referendum, sebab itu akan menambah masalah besar bagi negeri ini dan akan menyulitkan saudara kita di Papua, kita harus belajar dari kasus Timur-Timur. Jika tetap mendukung referendum maka bayaran harus Khilafah”. Tegas Ikhwan.

Kemudain dilanjutkan oleh Pak Akbar, SH “sekarang kita bisa lihat bagaimana pemimpin negara sekarang tidak beres memimpin negeri ini, jika tidak bisa mengurusi Papua Presiden mundur saja, jika referendum solusinya maka presiden harus turun dan jangan salahkan daerah-daerah lain akan ikut referendum”.

Selanjutnya Ami Harun menambahkan “Sepertinya masalah negara kita ini sudah semakin banyak, mulai masalah ekonomi, rencana pindah Ibu Kota dengan hutang yang negara yang menumpuk, ditambah lagi kriminalisasi ulama yang tidak pernah berakhir, ditambah lagi isu Papua, saya menduga ke depannya akan terungkap rahasia di balik ini semua”.

Dalam kegiatan tersebut hadir pula Muh. Yani, Pembina PII di Palu memberikan komentar ”banyaknya persoalan negeri kita hari ini menegaskan bahwa islam akan bangkit, olehnya persoalan Papua ini kita “wait and see” saja dulu lalu kemudian kita tentukan sikap, umat harus terus kita cerdaskan bahwa islam adalah solusi negeri kita ini melalui tegaknya khilafah, karena sudah janji Allah”.

Lalu Ismail  Zuhdi menegaskan “banyak masalah di negeri kita Ulama dan tokoh harus terus bersinergi untuk kebangkitan khilafah, termasuk kriminalisasi terhadap ulama-ulama pejuang harus dihentikan”

Di akhir pertemuan tokoh, ulama dan advokat Palu juga memberitakan dukungan kepada Kyai Heru Ilyasa yang sekarang telah dikriminalisasi oleh rezim dengan memberikan tanda tangan untuk jaminan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here