TOKOH GRESIK TOLAK PERPPU ORMAS KARENA MEMBAHAYAKAN ISLAM

Gresik, (shautululama.com) – Perppu Nomor 2 Tahun 2017 sangat berbahaya bagi ormas karena memberi kewenangan kepada pemerintah untuk membubarkan ormas tanpa melalui proses pengadilan. Ormas yang dianggap “membahayakan” negara (sesuai versi penguasa) bisa langsung dibubarkan tanpa diberi kesempatan untuk membela diri. Ini tentu saja sangat berbahaya karena mengancam kebebasan berserikat dan berpendapat bagi warga negara, dan ini bertentangan dengan undang-undang dasar dan kesepakatan internasional.

Pernyataan tersebut terungkap dalam diskusi yang diselenggarakan Forum Silaturahmi Umat Peduli Syariah (FUPS), Sabtu 9/9/2017 bertajuk “Diskusi Tokoh Ummat: Bahaya Perppu Nomor 2 Tahun 2017”.

Dalam diskusi terungkap, penerbitan Perppu Ormas Nomor 2 Tahun 2017 lebih bernuansa politis. “Perppu ini lahir sebagai balas dendam atas kekalahan Ahok sebagai kroni rezim pada Pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu. Juga adanya kekhawatiran kekalahan rezim pada Pilpres 2019 mendatang. Karena diketahui peran ormas dalam memberikan diskredit terhadap calon petahana sangatlah besar pengaruhnya.” Kata pengamat politik dari PKAD, Abdus Salam.

Sementara pembicara dari FUPS, Drs. H. Iffin Masrukhan, M.Pd.I memandang bahwa Perppu ormas sangat mengancam keberlangsungan dakwah islam. “Ada tiga hal yang akan terancam oleh Perppu ini; pertama, ajaran islam. Khilafah, misalnya, yang merupakan ajaran islam bisa dilarang didakwahkan sebab Perppu.” katanya. Iffin menjelaskan, bahwa akibat Perppu ini, Ormas dan aktifisnya juga terancam. Perppu ormas bukan hanya mengkriminalisasi ormas, tapi juga pahamnya dan aktifisnya.

Dalam diskusi yang diadakan di sebuah rumah makan di Perum GKB tersebut, juga hadir sebagai pembicara, KH. Drs. Abdul Wahab (Toloh Masyarakat Gresik) dan H. Jupri dari pengurus Muhammadiyah Manyar. Dalam pernyataannya, Abah Wahab, sapaan akrab KH. Abdul Wahab, mengajak umat islam tidak boleh takut mendakwahkan islam. Sedangkan H. Jupri mengajak umat Islam bersatu dalam menghadapi situasi seperti saat ini.

Sekjen FUPS, Moh. Husein dalam pernyataan sikapnya mengajak kepada seluruh hadirin untuk tidak memilih partai maupun penguasa yang mendukung dan mengeluarkan kebijakan Perppu Nomor 2 Tahun 2017 ini.

Acara diskusi tokoh umat tersebut dihadiri sekitar 30 tokoh, ulama, dan kyai dari berbagai organisasi islam dan juga majlis taklim di Kabupaten Gresik.

Acara diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh ustad Mukhtar Bukhori dari Muhammadiyah Gresik dan dilanjutkan dengan ramah tamah. (fg)

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Demi Menjaga dan Menyelamatkan Generasi Muda Bangsa Kita Dari Perilaku Amoral, Ulama Aswaja Surabaya Raya Bermultaqa

Surabaya, (shautululama) – Maraknya kasus pelecehan seksual di dunia pendidikan melatarbelakangi lahirnya Permendikbud Nomor 30 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *