Tokoh dan Ulama Pantura Tuban : Khilafah Ajaran Ahlu Sunnah Wal Jamaah, 2019 Jangan Pilih Pemimpin Yang Memusuhi Khilafah

Tuban, (shautululama.com) – Senin, 16 Juli 2018 / 04 Dzul Qo’dah 1439H di Ponpes Rahmatan Lil’Alamin Bancar Tuban asuhan KH. Ahmad Rifa’I telah diadakan Halal bi Halal Tokoh & Ulama Pantura Tuban Jatim bersama Muhibbin dan Masyarakat.

Agenda tersebut dihadiri oleh semua kalangan, mulai dari Ulama, Tokoh Masyarakat, Pengusaha, Aktivis, Takmir Masjid-Mushola, Santri sampai masyarakat umum. Tampak hadir diantranya adalah KH. Ahmad Rifai (Pimpinan PP. Rahmatan Lil’Alamin Bancar Tuban), Ustadz Miftachul Huda (Pengasuh MT. “Al Fatih” Tuban), Ustadz M. Chusna (pengasuh MT. Baitul Makmur Semanding Tuban), Ustdaz Muhaimin (Alumni Pondok dan Takmir Mushola), H. Amin Thohir (Mubaligh/Khotib dan Tokoh Masyarakat ), Ustadz Sadi (MT. darul Muqorrobun Bancar), Ustdaz Johniansyah (Takmir Masjid), Ustadz Firdaus (Forum Komunikasi Tokoh dan Ulama Pantura Tuban), dll.

Acara diisi dengan tausyiyah secara bergantian dari para ulama yang hadir. Ustadz Miftachul Huda mendapat kesempatan pertama untuk menyampaikan tawsiyah. Dalam kesempatan tersebut beliau menyampaikan seputar taqwa.

“Taqwa adalah menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah tanpa pilih-pilih. Tapi akibat sekulerisme ketaqwaan terhadap aqidah Islam hanya digunakan untuk membahas perkara keakheratan. Padahal aqidah Islam adalah aqidah yang sempurna yang harus dijadikan dasar membahas urusan akherat sekaligus urusan dunia baik politik, ekonomi, sosial, pendidikan, dll”, terang beliau.

Lanjut beliau, “Menjaga dan menyempurnakan aqidah Islam harus dilakukan dengan dakwah menegakkan Syariah dan Khilafah”.

Tausiyah kedua disampikan Ustadz M. Chusna,

“Kemenangan butuh kekuatan, untuk kuat butuh kompak, kebatilan yang teroganisir akan dapat mengalahkan kebenaran yang tidak teroganisir. Syariah Islam adalah rahmat bagi seluruh alam, menolak syariah Islam sama saja dengan menolak rahmat bagi seluruh alam. Untuk mewujudkan semua itu kita butuh bekerja sama dan agar kita dapat bekerja sama maka kita butuh sering duduk bersama dan bermusyawarah seperti ini”, terang Ustad Chusna

Tausiyah penutup disampaikan oleh KH. Ahmad Rifa’I, beliau mengawali tausiyahnya dengan membaca puisi yang isinya menggambarkan 2 hal yakni :

Banyaknya problem yang dihadapi negeri ini adalah akibat diabaikannya Syariah dan Khilafah.

Belajar dari peristiwa sejarah Badar dan Uhud, tantangan dalam dakwah pada dasarnya adalah untuk menunjukkan siapa jati diri kita, pejuang atau pecundang ?

Di akhir tausiyahnya, beliau menyampaikan penegasan dukungan terhadap dakwah syariah dan khilafah.
Acara halal bi halal tersebut ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Abah Amin Thohir. (CL/hs)

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Dalam Islam Kedaulatan Hanya Milik Allah

Surabaya, (shautululama) – Ahad, 21 November 2021, telah berlangsung Multaqa Ulama Aswaja Surabaya Raya dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *