Tiang Agama adalah Shalat, Puncaknya Jihad

0
385

Klaten, Jateng (shautululama) – Dalam Multaqa Ulama Aswaja Jatim, Jateng dan DIY yang dilaksanakan Ahad, 9 Agustus 2020 kemarin, salah satu ulama dari Jawa Tengah yang didaulat menyampaikan aqwal minal ulama adalah KH. Ahmad Faiz, Pengasuh Ponpes Abdurrahman Bin Auf Klaten, Jawa Tengah.

Beliau mengawali kalamnya dengan menyampaikan hadis Rasulullah Saw bersabda: “Pokok dari urusan ini adalah Islam, sedangkan tiang-tiangya adalah shalat, sedangkan puncaknya adalah jihad”

KUNJUNGI INSTAGRAM KAMI

Lalu beliau lanjutkan, “sebagai orang muslim tentu kita menginginkan menjadi hamba yang dimuliakan Allah SWT. Sebagaimana disampaikan dalam hadis di atas bahwa puncak dari ajaran islam adalah jihad, sedangkan dalam hadis yang lain disampaikan pula bahwa seutama-utamanya jihad adalah menasehati penguasa dholim”.

“Diterapkannya aturan produk manusia, kapitalisme-demokrasi, komunisme-sosialisme ataupun isme-isme yang lainnya merupakan sebuah kedholiman yang sangat nyata”, ungkap Kyai Faiz.

Allah SWT berfirman dalam AlQuran, “Siapa saja yang tidak berhukum dengan apa-apa yang telah diturunkan oleh Allah SWT, maka termasuk orang-orang dholim”

Oleh karena itu, ketika kita menyeru umat, menyeru kepada penguasa untuk meninggal isme-isme selain islam, meninggalkan kapitalisme, komunisme dan kita mengajak kepada penguasa untuk kembali menerapkan syariah islam. Aktifitas menyeru kepada penguasa, menasehati penguasa untuk meninggal aturan selain Islam, dan hanya menggambil aturan islam saja dengan menegakkan khilafah maka, ini merupakan aktifitas utama disebut sebagai afdholu jihad (jihad yang utama).

Sebagaimana hadis yang menyatakan, “Penghulu para syuhada adalah Hamzah Abdul Munthalib, seorang laki-laki yang berdiri di hadapan penguasa dholim, lalu dia menasehatinya dan penguasa itu pun membunuhnya”

“Karena itu kami menyeru kepada ulama untuk senantiasa istiqomah, menyeru kepada umat, kepada penguasa untuk meninggalkan ideologi-ideologi di luar islam dan kembali menjadi syariah Islam di bawah naungan khilafah sebagai pengatur urusan negeri ini”, tutup Kyai Faiz mengakhiri aqwal minal ulama.