TG.Usman Asy-Syafi’I, S.Pd.I, “Kewajiban Berdakwah Demi Perjuangan Tegaknya Hukum Allah”

Islam pada saat ini dalam kondisi terpuruk. Terpuruk dalam segala aspek kehidupan. Rasulullah SAW memberikan petunjuk bagaimana agar umat ini bangkit dari keterpurukannya. Jalan kebangkitan umat itu adalah dakwah. Apa itu dakwah? Secara bahasa dakwah berasal dari kata da’a yang artinya menyeru, mengajak. Jika merujuk kepada makna secara syar’i, maka kita bisa merujuk kepada AlQuran Surat Ali Imran ayat:104
“Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan orang yang menyeru kepada Alkhair, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah kepada yang munkar, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung”.

Dari ayat tersebut dapat kita ambil pelajaran bahwa dakwah adalah upaya menyeru manusia kepada alkhair, makna alkhair itu sendiri menurut imam ibnu katsir dalam kitap tafsirnya adalah Al-Islam. Dan dakwah juga menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah kepada yang munkar.

Siapa subjek (pelaku) dakwah itu sendiri? Tidak lain adalah masing-masing individu muslim. Jadi hukum dakwah adalah fardhu ‘ain. Aktivitas yang tidak bisa diwakili kepada orang lain dan hanya bisa gugur pada saat ditunaikan oleh individu tersebut. Maka salah kaprah jika mengatakan bahwa kewajiban dakwah hanya terletak pada para ulama.

Berkenaan dengan tata cara berdakwah, maka Allah telah memberikan tuntunan melalui Alqur’an Surat An-Nahl:125, dimana Allah menyerukan agar dakwah dilakukan dengan cara hikmah dan pembelajaran. Dan pada saat mendebat, atau menyangkal pendapat orang yang didakwahi, maka debatlah/bantahlah dengan cara ahsan. Begitulah Islam mengajarkan kepada kita bagaimana caraumat ini bisa mencapai kembali kejayaan Islam.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Tepat!! Ulama, Tokoh, dan Muballigh Parigi Moutong Tolak Permendikbudristek

Dari Sulawesi Tengah, tokoh umat berkumpul menolak aturan yang melegalkan seks bebas. Liberalisasi kehidupan dan …