Teruslah Berdakwah, Takutlah Hanya Pada Allah Semata

Balikpapan, (shautlululama) – Pada zaman Umar bin Khattab, tiga laskar Islam tertangkap dan akan dieksekusi. Maka ketika yang pertama dipanggil, maka dia berucap. “Memangnya kamu mengira saya berjuang bersama Umar mau mencari kekuasaan, tidak!”. Karena jawaban itulah, laskar itu dieksekusi dan meninggal.

“Kepalanya menggelinding sembari membaca surah al Fajar ayat yang artinya ‘Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya’,” ujar ustadz H. Abdul Kholiq, Pengurus Dewan Mesjid Indonesia, Kota Balikpapan, Kaltim, menyampaikan kisah ini dalam Liqa Syawal Ulama ASWAJA Kalimantan melalui Channel YouTube Ulama Gurunda Tv, Ahad (21/06/2020).

Beralih kepada laskar kedua, ditanya lagi, apa mau menanggalkan Islam. “Dia menjawab saya berjuang hanya semata-mata karena Allah, kalau mau dibunuh silahkan,” sambung Ustaz Abdul Kholiq.

Laskar ini pun dieksekusi dan kepalanya menggelinding ke kanan dan membaca ayat yang artinya “Wajah-wajah (orang-orang Mukmin) pada hari (kiamat) itu berseri-seri.” (Al Qiyamah: 22)

Tiga giliran laskar ketiga, ternyata dia mau masuk ke dalam agama musuh. Sang eksekutor pun berdiskusi dengan pimpinannya. Tapi apa hasilnya.

“Menurut pemimpinnya, orang seperti ini mental hipokrit, tidak konsisten ini dan bahaya kalau diberi jabatan. Maka disampaikan, kamu laskar bejat. Dan setelah itu dipotong juga, namun ayat yang dibaca tentang mengapa memilih ke neraka, tidak ke surga,” terangnya.
Ambil pelajaran dari ini semuanya, maka adalah kewajiban kita hanya takut kepada Allah.

Lebih lanjut Ustaz Abdul Kholiq menjelaskan, posisi kaum muslimin di seluruh dunia saat ini berada dalam posisi lemah. Maka di sinilah kewajiban umat Islam, sebagaimana Hadis Riwayat Muslim bila kalian melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tangan, jika tidak mampu dengan lisan dan selemah-lemah iman dengan hati.

“Posisi hadis ini adalah pembagian tugas, tapi yang punya kekuasaan justru menggunakannya untuk maksiat dan berbuat zalim,” tambahnya.
Sehingga akhirnya dakwah dengan lisan dan pemikiran, menjadi dakwah ke atas dan mendapat tentangan. Risikonya dimacam-macami, baik fisik, maliyah, fiqhiyah (keilmuan). Apa yang dilakukan pengemban dakwah, berusaha dibalik oleh penguasa.

Padahal, di dalam sejarahnya yang kelam, pelaku-pelaku kerusakan besar itu bukan orang Islam. “Komunis itu sebetulnya sudah menghancurkan 27 juta orang, bilang pa Yusuf Kalla, begitu juga Perang Dunia 1 dan 2 mencatat 26 juta orang menjadi korban,” ujarnya.
Adapun Islam memberikan solusi cemerlang luar biasa, dengan dakwah.

Kalau tidak bisa juga dakwah, tidak bisa ngomong. Maka dengan hati tidak suka dengan sistem demokrasi, kapitalisme ini, yang mensyirikkan orang sedemikian banyak.

“Di sinilah bagi kita semuanya, teruslah berdakwah semangat, dakwah yang benar. Karena sebentar lagi kita akan menghadap Allah SWT,” tandasnya. (Tim Media Kalsel)

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …