Tegaknya Khilafah adalah Janji Pasti Allah SWT

Kalam KH. Amiruddin, Pada Multaqa Ulama Aswaja Kota Bogor, Ahad 31 Januari 2021

“Setiap yang dibangun atas landasan kebatilan, maka buahnya adalah kerusakan”
“Beliau mengajak para ulama untuk meyakinkan bahwa perjuangan penegakan syariah dan khilafah adalah janji pasti dari Allah SWT.”

Katakanlah kebenaran telah datang dan kebatilan telah lenyap sesungguhnya kebatilan itu pasti lenyap. Itulah sunnah antara Al haq dan Al bathil. Itu akan senantiasa tampil berhadap-hadapan dan dia tidak akan pernah berdamai, bersalaman, bersahabat, apalagi bersaudara. Oleh karena itu maka kita diperintahkan oleh Allah SWT untuk senantiasa berada pada al haq, dan apapaun kondisinya al haq pada akhirnya akan menang dari kebatilan.

Runtuhnya payung pelindung daulah Khilafah Islamiyah terakhir di Turki, pada bulan Rajab terjadi pada tahun 1924 menjadi penyebab munculnya penderitaan, kesengsaraan, dan malapetaka yang tidak kunjung berhenti, menimpa dan menghujani umat ini. Hal itu kemudian menjadikan kebatilan menggenangi dan menyelimuti kehidupan ini. Kebatilan itu tiada lain adalah mabda (ideologi) Kapitalisme dan Sosialis.

Kedua ideologi dan sistem kehidupan tersebut penyebab kerusakan, biang kesengsaraan manusia di muka bumi. Oleh karena itu, ketika kita menyadari bahwasanya dasar kerusakan itu adalah kebatilan ideologi Kapitalisme dan Sosialisme-Komunisme, maka tidak ada jalan lain kecuali kita harus terus-menerus mengungkapkan terkait dengan kebatilan ideologi tersebut dan terus-menerus mendakwahkan kebenaran ideologi Islam.

Kenapa demikian, karena tidak ada harapan kebaikan dalam kehidupan di atas landasan kebatilan. Para ahli-ahli ushul memberikan sebuah ungkapan yang layak untuk menjadi renungan, ‘setiap apa yang dibangun di atas landasan kebatilan, ujungnya adalah kerusakan, buahnya adalah kerusakan”.

Sehingga apa yang kita rasakan hari ini, adalah buah dari sebuah kebatilan demokrasi, yang lahir dari sekulerisme, yang berbuah pahit berupa penderitaan, kesengsaraan, demikian juga konflik antara satu dengan yang lain.

Kita harus menyadari bahwa sistem Kapitalisme ini adalah sistem yang mencoba untuk menghilangkan peran negara dalam pengaturan masyarakat, paling tidak membuat negara menjadi lemah, membuat negara menjadi kurang berfungsi atau bahkan hilang sama sekali perannya, dan digantikan oleh pihak swasta atau pihak asing dalam melakukan ri’ayah terhadap warga negaranya.

Dalam sistem kapitalisme, semakin minim peran negara terhadap rakyatnya, dianggap sebagai keberhasilan. Kapitalisme akan memberikan kekuasaan, keleluasaan bahkan kebebasan terhadap pemilik modal untuk menjadi penguasa di dalam sebuah negara. Akhirnya, penguasa itu hanya sekedar menjadi stempel legalisasi, legitimasi dari apa yang menjadi keinginan para kaum kapitalis. Kapitalisme mengukur atau memberikan parameter kesejahteraan rakyat, sekedar melalui pertumbuhan ekonomi. Padahal parameter itu tidak lah tepat untuk mengukur kesejahteraan.

Kapitalisme dan Sosialisme-Komunisme memberikan kerusakan yang jelas pada kehidupan ini.

Satu-satunya solusi ketenangan dalam hidup, untuk seluruh umat manusia adalah masuk ke dalam Islam dan menerapkan sistem Islam ini secara Kaffah. Perjuangan dakwah penegakan Syariah dan Khilafah adalah janji pasti dari Alloh SWT dan Rasul-Nya. Oleh karena itu, kita optimis di tangan kaum muslim, akan tegak syariah dan Khilafah Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …