Taushiyyah Ulama Untuk Umat Pada Multaqa Ulama Aswaja Se Nusantara, “Bahaya, Mafsadat dan Madharat Ideologi Ciptaan Manusia, Pelajaran dari Pemberontakan PKI, Saatnya Kembali Kepada Islam Kaffah”

Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman:

لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدٰوَةً لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا

“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik” (QS. Al-Ma’idah: 82)

Dengan mengharap taufiq, inayah dan ridha Alloh Ta’ala, serta syafa’at Rosulullah Sayyidina Muhammad SAW, Kami para Ulama, Kyai dan Habaib melaksanakan Multaqo Ulama Ahlu sunnah wal Jama’ah se Nusantara, Ahad 17 Oktober 2021.

Multaqo ini adalah salah satu ikhtiar kami sebagai warasatul anbiya’ untuk menjaga kemurnian agama, membimbing serta mengarahkan umat dan ber-amar ma’ruf nahi munkar. Dengan harapan umat senantiasa menjadikan Islam sebagai pedoman dalam kehidupan, baik secara individu, keluarga, bermasyarakat dan bernegara.

Kami para ulama, kyai, haba’ib serta asatidz ber-ijtima’ untuk mengingatkan, menyegarkan kembali kekejaman, kebrutalan serta kebiadaban PKI, agar umat selalu waspada terhadap bahaya laten PKI.

Alhasil, kekejaman, kebrutalan serta kebiadaban PKI, ini menegaskan bagi kita, bangsa Indonesia, bahwa Komunisme, sebuah ideologi ciptaan manusia hanya mengakibatkan kesengasaraan, kerusakan dan penderitaan. Dan menegaskan akan bahaya, mafsadat dan madharat ideologi buatan manusia.

Sebagaimana Komunisme, Kapitalisme pun demikian jelas dan nyata kerusakannya. Sepanjang sejarah kapitalisme selalu identik dengan penjajahan, perampokan SDA serta perbudakan sesama manusia. Alhasil, jelas bagi kita bahwa ideologi ciptaan manusia baik Komunisme maupun Kapitalisme-demokrasi, adalah berbahaya, menimbulkan mafsadat dan madharat. Sungguh hanya agama Islam, agama yang datang dari al-Kholiq yang rahmatan lil alamin.

Maka dengan hanya mengarap ridha-Nya, Kami menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut:

  1. Bahwa komunisme bertentangan dengan Islam;
  2. Pengalaman pahit dalam sejarah bangsa Indonesia -terutama umat Islam- akibat pengkhianatan, kebrutalan, kekejaman serta pemberontakan PKI (Partai Komunis Indonesia) jangan sampai terulang kembali. Nabi saw bersabda:« لاَ يُلْدَغُ الْمُؤْمِنُ مِنْ جُحْرٍ وَاحِدٍ مَرَّتَيْنِ ». رواه البخاري.
    “Seorang mukmin itu tidak akan terperosok ke dalam lubang yang sama dua kali.” (HR. Al-Bukhari).
  3. Menolak upaya kelompok komunis (sebagian merupakan keturunan pelaku G30S/PKI) yang secara terus menerus mendesak Pemerintah agar meminta maaf (negara sebagai pihak yang salah) kepada PKI dan keturunan anggota PKI (sebagai korban).
  4. Bahwa Pemerintah belum benar-benar menjalankan amanat rakyat, yang tertuang melalui Ketetapan MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 Tahun 1966 tentang “Pembubaran Partai Komunis Indonesia, Pernyataan Sebagai Organisasi Terlarang Diseluruh Wilayah Negara Republik Indonesia Bagi Partai Komunis Indonesia Dan Larangan Setiap Kegiatan Untuk Menyebarkan Atau Mengembangkan Faham Atau Ajaran Komunis/Marxisme-leninisme”
  5. Bahwa Kebijakan Pemerintah yang cenderung pro negara komunis China sungguh telah melukai hati bangsa Indonesia -terutama umat Islam.
  6. Bahwa ideologi buatan manusia baik Komunisme maupun Kapitalisme-demokrasi, adalah berbahaya, mafsadat dan madharat, maka wajib ditinggalkan dan saatnya kita bangsa Indonesia yang mayoritas Islam ini kembali pada Islam secara kaffah;

Mencermati perkembangan situasi yang ada, Kami para Ulama, Kyai dan Habaib yang hadir pada MULTAQO ULAMA ASWAJA Se Nusantara, menyerukan:

  1. Kepada seluruh elemen umat Islam termasuk Pemerintah agar tetap mewaspadai bahaya laten komunisme.
  2. Kepada Pemerintah untuk menolak permintaan maaf kepada PKI (dan anak keturunan pelaku G30S/PKI) dengan dalih apapun.
  3. Kepada TNI, andalah yang mempunyai kekuatan, dan mempunyai kesempatan untuk menyelamatkan bangsa Indonesia dari bahaya laten komunisme, sebagaimana yang telah dilakukan oleh pendahulu-pendahulu anda dalam menumpas PKI.
  4. Menyeru kepada seluruh kaum muslimin untuk segera meninggalkan ideologi buatan manusia (Komunisme dan Kapitalisme-demokrasi) yang telah nyata bahayanya, mafsadat dan madharatnya;
  5. Wajib hukumnya menerapkan Syari’at Islam secara kaffah dan menolak berbagai upaya untuk mencegah atau melarang umat Islam untuk memahami, mendakwahkan, dan menerapkan Islam secara kaffah;
  6. Kepada ahlul Quwah wal Man’ah tolonglah (agama) Alloh, jadilah penolong (agama) Alloh SWT (ansharulloh) dengan cara berjuanglah untuk menyingkirkan sistem Komunisme dan Kapitalisme-demokrasi, kemudian terapkanlah Islam secara kaffah.{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا أَنصَارَ اللَّهِ….] {الصف : 14] “Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Alloh” (QS. As-Saff: 14)
    اللهم قد بلغنا ، فاشهد
    “Ya Alloh sungguh telah kami sampaikan, maka saksikanlah”
  7. Khilafah adalah ajaran Islam, ajaran ahlussunnah wal Jamaa’ah, para ulama muktabar sepakat akan wajibnya.
  8. Menyeru kepada seluruh umat Islam khususnya para ulama untuk terus menerus berdakwah di jalan Allah, berjuang bersama-sama mengembalikan marwaj agama Islam, mengajak kepada kebaikan, demi tegaknya Syariat Islam secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan di bawah naungan Khilafah Rasyidah ‘alaa Minhajin Nubuwwah.

10 Rabiul awal 1443 H / 17 Oktober 2021
Ulama Aswaja Se Nusantara

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Ulama Aswaja Palu Sulteng, Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Melegalkan Seks Bebas

Palu, Sulteng (Shautululama) – Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permen Dikbudristek) Nomor 30 Tahun …