Tabligh Akbar Rajab di Ponpes At Tajuriyyu, Citeureup Bogor, Ulama dan Masyarakat yang Hadir Siap Dakwahkan Khilafah

Citeureup, Bogor, (shautululama) – Pondok Pesantren At- Tajuriyyu, Citeureup, Bogor yang diasuh oleh Kiyai Usman Kamaludin mengadakan Tabligh akbar dalam acara peringatan Isra’ Mi’raj 1440 Hijriyah, Ahad, 7 April 2019, dengan tema Tahun Politik Momentum Persatuan Umat

Acara yang digelar pagi hari dihadiri ratusan jama’ah dari wilayah Desa Tajur tempat Pondok pesantren yg berada di kawasan bukit hambalang itu. Sejumlah alim ulama’ , assataidz dan tokoh masyarakat turut hadir dalam acara tersebut. Dua orang penceramah didatangkan memberikan tausiyah. Kiyai Abdul Aziz Syamsu Ridwan (pimp Majlis Taklim Pancaran Amal) dan KH. Haris Iskandar (pimp Majlis Daarul Fikri al Islami)

Dalam sambutannya Kiyai Usman Kamaludin menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya atas kehadiran para ulama dan tokoh masyarakat serta jamah dalam acara tersebut. Beliau juga menyampaikan alasan mengapa banyak dipasang bendera arroyah dan alliwa sepanjang jalan menuju pondok dan ditempat acara, tidak lain adalah karena mensyiarkan simbol simbol islam.

Aliwa dan Arroya adalah simbol islam bukan simbol partai atau kelompok manapun, maka kita juga harus ikut mensyiarkan menjelaskan kepada masyarakat luas dimana masyarakat saat ini masih banyak menuduh itu sebagai simbol hti.

Mengawali ceramah pertama, Kiyai AA Syamri menjelaskan fakta sejarah khilafah yang dimulai sejak masa Khulafaur Rasyidin yang menggantikan posisi nabi sebagai pemimpin dalam menerapkan hukum hukum Allah di muka bumi yang disebarkan melalui dakwah dan jihad.

Kepemimpinan khilafah ini terus berlanjut ke masa Bani Umayyah hingga Bani Utsmaniyah di turki pada 1924M.

Beliau juga menyampaikan bahwa para ulama seharusnya menjadi garda terdepan perjuangan penegakkan syariah dan Khilafah dimana para ulama adalah pewaris Nabi maka ulama juga mengemban perjuangan sebagaimana Nabi Muhammad SAW ketika itu menegakan islam di madinah.
Para tokoh umat dan ulama yg memiliki masa lah yg akan berada di garda terdepan memperjuangkan tegak islam dan panji panjinya.

Pembicara kedua KH. Haris Iskandar, pimp. Majlis Darul Fikri Al Islami, menambahkan dalam pemaparanya tentang upaya penegakan syariah dan khilafah dengan mengurai dalil dalil wajibnya menegakkan Khilafah.

Beliau juga mengupas kondisi umat islam saat ini dengan sudut pandang khas, diantaranya terlepasnya simpul simpul islam ditengah umat. Di akhir penyampaianya beliau dengan tegas menanyakan komitmen jamaah para alim ulama, tokoh masyarakat yang hadir tentang kewajiban menegakkan Khilafah.

Siapkah kita turut serta dalam perjuangan syariah dan khilafah?
Dijawab dengan serentak oleh jamaah dengan kata SIAP dan Takbir

Acara di tutup dengan Do’a dan ramah tamah.

#SaveUighur
#UlamaBersamaHTI
#KhilafahAjaranAhlussunnahWaljamaah
#HaramPilihPemimpinDzalim
#HaramPilihPemimpinAntiIslam
#HaramPilihPemimpinIngkarJanji
#HaramPilihPemimpinAntekAsingAseng
#JanganPilihPemimpinGagal
#HTILanjutkanPerjuangan

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Dalam Islam Kedaulatan Hanya Milik Allah

Surabaya, (shautululama) – Ahad, 21 November 2021, telah berlangsung Multaqa Ulama Aswaja Surabaya Raya dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *