Tabligh Akbar Maulid Nabi Saw Soloraya, Bukti Nyata Cinta Nabi Cinta Syariat Nya

Soloraya, (shautululama) – Ahad [17/11] ratusan ummat islam se-Soloraya memenuhi Masjid Jami’ MUI Surakarta guna menghadiri Tabligh Akbar dalam rangka meperingati Maulid Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam. Acara yang diselenggarakan oleh Majelis Kajian Islam Kaffah tersebut mengambil tema “Meneladani Kepemimpinan Nabi Muhammad SAW. Dalam Membumikan islam”.

Ustad Hariyanto selaku ketua panitia menyampaikan bahwa sebagai seorang muslim kita harus cinta terhadap Nabi Saw. “Namun cinta (terhadap Nabi Saw.) tersebut harus mewujud, dan bukan cinta yang palsu.” Ungkap beliau. Untuk itulah acara ini bertujuan untuk memberikan gambaran kepada ummat islam tentang wujud cinta yang sebenarnya kepada Rasulullah Saw.

Ustadz muda Ary Purnama Jati, S.Pd dalam Tabligh Akbar tersebut mengungkapkan berbagai pandangan tokoh-tokoh dunia terhadap Nabi Saw. Tokoh-tokoh tersebut diantaranya Annimarie Schimmel, Michael Hart, Raymond Leruge, Will durant, dll. Mereka menyebutkan bahwa Muhammad SAW, adalah tokoh revolutioner yang agung, ternama, dan paling berpengaruh.

Namun pembina Komunitas Ngaji Asik ini, mengungkapkan bahwa Nabi Muhammad SAW, bukan hanya sekedar tokoh sebagaimana diungkapkan para orientalis. “Beliau juga sebagai Nabi yang membawa misi risalah khusus untuk ummat islam.” ungkap Ustad Ary Purnama.

Beliau menambahkan, “Nabi Muhammad SAW, membawa risalah berupa aqidah dan syariah.” Jika mengaku mencintai Nabi Saw. maka juga harus mencintai syariat Islam bukan malah membencinya.

Dalam Tabligh Akbar tersebut hadir pula Ustad Usman Zahid Assidany sebagai pembicara kedua. Beliau membuka ceramahnya dengan pertanyaan untuk direnungkan.
“Tanyakan pada diri kita, ketika kita kelak datang kepada haudh (telaga) Rasulullah Saw. apakah kira-kira Rasulullah SAW. akan mempersilakan kita minum dari telaga tersebut atau justru kita akan diusir?”, tanya beliau kepada peserta Tabligh Akbar.

Pengasuh Pesantren Hijrah.id ini menambahkan, “Kita bisa mengaku sebagai ummat Nabi SAW. tetapi celakalah kita jika saksi-saksi, yakni malaikat dan amalan-amalan kita, menyebabkan kita terusir dari telaga Nabi SAW.”

Beliau kemudian menuturkan, bahwa cinta tak berarti tanpa pembuktian, begitu pula cinta terhadap Nabi SAW. Ustadz yang juga pembina Majelis Kajian Islam Kaffah ini kemudian melajutkan ceramahnya dengan memaparkan hak-hak Nabi SAW, serta tanda-tanda cinta terhadap Nabi Saw.

Tanda-tanda tersebut anatara lain, yang pertama, mengikuti dan memuliakan sunnah Nabi Saw. dari mulai sunnah dalam kehidupan pribadi, keluarga, bermasyarakat, hingga bernegara.

Beliau menyayangkan bahwa memang dalam ranah pribadi hingga mungkin dalam bermasyarakat sunnah Nabi SAW. bisa hidup. Namun dalam kehidupan bernegara masih kosong. Kedua, banyak membaca sholawat. Ketiga, mengagungkan beliau SAW. Beberapa orientalis barat yang jujur menempatkan beliau dalam posisi yang agung dan tinggi diantara tokoh-tokoh lain, itu saja masih terkategori merendahkan Rasul SAW. karena mensejajarkan Nabi Saw. dengan manusia yang lain, apalagi membanding-bandingkan dan merendahkan Nabi Saw. dengan tokoh-tokoh biasa. Hal itu bahkan bisa menjerumuskan kita dalam kekafiran, naudzubillahi min dzalik.

Keempat, mencintai sunnah Nabi SAW. “maka puncak kecintaan terhadap Sunnah Nabi SAW. adalah mencintai sunnah yang menghimpun sunnah-sunnah yang lain yaitu nizhomul khilafah”, pungkas beliau.

Setelah acara inti, acara tablig akbar tersebut ditutup dengan doa untuk keselamatan dan kemenangan ummat islam yang dipimpin oleh KH Ahmad Syahid. Peserta pun mengikuti dengan khidmat.()

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Saatnya Islam Gantikan Sistem Amoral dan Asusila, KH Misbah Halimi Sikapi Permendikbudristek No 30 Tahun 2021

Probolinggo, Jatim (shautululama) – KH. Misbah Halimi, M.Pd, Koordinator FKU Aswaja Jombang menjelaskan Islam siap …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *