Tabligh Akbar 1441H Banyumas Raya, Sudah Waktunya Hijrah Menuju Khilafah

Banyumas, Jateng – (shautululama) – Hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah 1441 tahun yang lalu merupakan tonggak bersejarah bagi lahirnya peradaban Islam. Hal itu pula yang mendorong umat islam Banyumas Raya mulai dari Ujung barat Jawa Tengah yaitu Dayeuh luhur, Majenang, Sidareja, Cilacap, Purbalingga dan Banjarnegra berkumpul di salah satu aula Resto terbesar di kota Purwokerto, Sabtu 31 Agustus 2019M / 30 Dzulhijjah 1440 H, dalam rangka menggelar Tabligh Akbar 1441H.

Nampak hadir para ulama, ustad, tokoh masyarakat, generasi milenial yang ada di Banyumas Raya.

Acara diawali dengan sambutan dari shahibul hajah: Ust. Jadi Wiryono, Beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada para hadirin, yang telah meluangkan waktunya untuk menghadiri acara ini. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa momen hijrah ini sangat penting bagi lahirnya peradaban Islam.

Acara Tablig Akbar dilanjutkan dengan tausyiyah dari beberapa ustad dan Tokoh Masyarkat yang diundang secara khusus oleh panitia, untuk menyemarakkan pengajian Muharram ini. Nampak hadir KH. Ahmad Kamal Ismail dari Purbalingga, Ust. Muhammad Wibowo dari Majenang, Ustad. Hanif Alfasiry dari Banyumas, KH. Zahid Farhan dari Cilacap dan Ustad Amin RH.

Dalam tausiyahnya Ust. Hanif Al Fasiriy menyampaikan pendapat syaikh Ahmad Athiyat dalam bukunya Ath Thariq yang mengatakan bahwa “seorang manusia tidak akan berfikir untuk melakukan perubahan (hijrah) kecuali jika dia memahami bahwa dalam kehidupannya terdapat realita yang rusak atau buruk. Agar pemahaman ini diperoleh maka manusia harus melakukan penginderaan”.

Bila kita indera kondisi umat islam dan Indonesia saat ini, maka kondisinya sedang rusak. Kerusakannya bukan hanya pada individu pemimpinnya tetapi juga sistemnya.
Dan apabila kerusakan terjadi pada sistemnya maka menjadikan orang-orang yang hidup dalam sistem tersebut akan menjadi rusak pula, tegas beliau.

Ust. Hanif Al Fasiry lalu mengutip pendapat pakar pelatih strategis Gary Mottershead “A bad System can destroy good people”  (Sistem yg buruk dapat menghancurkan orang yg baik), ujarnya.

Tausiyah berikutnya disampaikan oleh KH. Ahmad Kamal Ismail yang menyampaikan betapa rindunya beliau dengan Khilafah. “Ketika saya membaca buku yang berjudul Rindu Khilafah Cinta NKRI. Saya lebih dari itu, bukan hanya rindu tetapi sangat mendambakan tegaknya Khilafah”, yang kemudian disambut dengan pekikan takbir oleh para peserta tablig akbar.

Kemudian dilanjutkan tausiyah berikutnya oleh ustad. Muhammad Wibowo yang menyampaikan bahwa “Khilafah sebagai institusi yang akan menerapkan islam secara kaffah sesungguhnya bukanlah ancaman bagi orang-orang beriman yang taat. Tetapi Khilafah akan menjadi ancaman bagi mereka yang orang-orang munafik, para pelaku kriminal dan mereka yang selalu berbuat dzalim”.

Dan tausiyah terakhir disampaikan oleh Ust. Amin RH, dengan menyampaikan bahwa spirit hijrah yang paling penting adalah spirit penerapan syariah islam secara kaffah. Karena ini kunci sukses mengapa umat islam dahulu bisa menjadi umat terbaik dan mampu bangkit.
Kemudian beliau mengutip ungkapan dari amirul mukminin fill hadits imam darul hijrah, Malik Ibn Anas yang berkata

لَا يَصْلُحُ آخرُ هذه الأُمة إلا ما أَصْلَحَ أَولها

”Tidak akan bisa baik umat akhir (zaman) ini, kecuali dengan sesuatu yang menyebabkan baik generasi awal umat ini”

“Karena itu, umat islam saat ini yang tengah dirundung persoalan dan berharap bangkit kembali menjadi umat yang terbaik maka solusinya tidak lain adalah melakukan sesuatu yang umat islam dahulu lakukan, yaitu mengambil islam secara kaffah, mulai dari akar, dahannya, rantingnya dan daunnya dan ganti sistem manusia yang jahiliyah ini dengan terapkan islam secara kaffah”, pungkas beliau mengakhiri tausiyah dengan diiringi takbir oleh para peserta.

Tabligh Akbar Muharram ini dimeriahkan oleh pentas seni musikal puisi, teatrikal bendera tauhid, Al Liwa dan Ar Rayyah oleh generasi milenial serta pembacaan kisah dakwah rasululloh SAW. Sebelum akhirnya rangkaian tablig akbar Muharram 1441 H ditutup dengan doa yang penuh khusyuk oleh Ustad Muhammad Fuad.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *