Syariah dan Khilafah, Solusi Problematika Pokok Umat Islam

Bekasi, (shautululama) – Multaqa Ulama Bekasi Utara Ahad (03/02/19) di kediaman Ustad Sari Kurniawan, S.P.I, MM. (Alumni PP. At Taqwa Pusat, Murid KH. Muhammad Amin Nur, PP At Taqwa Pusat dan Murid Abuya KH. Nurul Anwar, Lc). Hadir sebagai pemateri KH. Miqdad Ali Azka, Lc. (Pengasuh Pondok Pesantren Nida’ Assunnah, Pondok Melati, Kota Bekasi) bertemakan “Syariah dan Khilafah, Solusi Problematika Pokok Umat Islam”.

Acara Multaqa Ulama dikemas dengan mengemukakan sharing seputar banyak hal utamanya terkait dengan dakwah melanjutkan kehidupan Islam.

Forum Multaqa langsung dibuka oleh pemateri diawali membahas banyaknya kutlah (kelompok/organisasi) ditengah-tengah umat, mengkaji eksistensi berbagai golongan dan dikaji pula bagaimana fikrah dan thariqah yang shahihah (perspektif Islam) terkait keberadaan kita kaum muslimin yang terkotak-kotak, sebab fanatisme inilah yang malah justru menjadi kendala terwujudnya kebangkitan Islam dibawah naungan Khilafah.

Pemateri membahas dengan cara tahaduts binni’am (bercerita tentang aktivitas dakwah pribadinya) dimulai dari masuk aktif di berbagai kutlah / organisasi keislaman yang mana dari pengalaman panjangnya yang pada akhirnya mengetahui bahwa suatu kelompok itu ada yang shahihah dan ada yang ghairu shahihah. Dibahas juga beberapa metode kaitannya dengan Islam dan kebangkitan yang digunakan oleh kelompok-kelompok tertentu.

Kemudian pembahasan dilanjutkan mengenai thariqah dakwah sebagaimana Islam mengajarkan bahwa thariqah yang shahihah adalah kembali kepada manhaj Rasulullah SAW. Dalam melakukan amal dakwah dengan Fase-fase yang telah dilalui oleh Nabi dan para sahabatnya (kutlah Rasulullah dan para sahabat). Disinggung juga ladang dakwah saat ini yaitu kaum muslimin khususnya adalah simpul-simpul umat yaitu para tokoh agar turut ambil bagian berdakwah fisabilillah.

Disela-sela forum Multaqa berlangsung, pemateri mempersilakan peserta untuk bersumbangsih pemikiran keislaman yang kemudian di Amini oleh Ustadz Ahmad Royhan dari Majlis Ta’lim Al-Barokah Bekasi turut bercerita proses hijrahnya yang mana beliau juga pernah aktif dibeberapa kutlah / organisasi keislaman sambil lalu mengamati dan mengkritisi thariqah dakwah yang ditempuhnya sembari dihinggapi rasa keraguan sehingga mulai berfikir keras tentang perkara-perkara penting bagaimana tathbiqus syariah (penerapan syariah) secara kaffah bisa terlaksana yang sudah barang tentu hal ini harus ada sebuah kutlah shahihah ( jama’ah dengan manhaj kenabian). Beliau juga memaparkan tentang sebuah kewajiban agung yaitu Khilafah sebagai satu-satunya institusi negara yang akan memayungi penerapan hukum syariah secara totalitas dalam segala aspek kehidupan.

Selanjutnya Ustadz Muhammad Abduh Hirawan,ST. dari forum Majlis Mudzakarah Ulama dan Asatidz Bekasi beliau menambahkan pembahasan terkait metode dakwah yang berlangsung dan bervariasi era sekarang ini. Bahwa menurutnya thariqah dakwah terbagi pada tiga varian : 1. pragmatis melalui parlemen 2. Kelompok milisi dan yang ke 3. Thariqah dakwah ala Rasulillah.

Thariqah dakwah Rasulullah SAW. inilah yang menurut Ustadz Abduh adalah shahihah dengan Fase-fase yang harus di laluinya yaitu 3 fase, 1. Fase pengkaderan (tatsqif) sebagaimana masyhur di Darul Arqam 2. Fase interaksi dengan umat (tafa’ul ma’al ummah) dengan pergolakan pemikiran di fase Mekah dan yang ke 3. Adalah fase Thalabun Nushrah (penyerahan kekuasaan) hingga Islam benar-benar menggapai penerapan syariah secara kaaffah sebagaimana digapai oleh Rasulullah SAW. Di Madinah yang kemudian dilanjutkan oleh Khilafah Rasyidah atau dikenal dengan istilah Khulafaur Rasyidin.

Kesimpulan yang bisa ditarik benang merahnya dari forum Multaqa Ulama tersebut adalah bahwa Syariah dan Khilafah adalah solusi pokok mengatasi problematika umat kekinian yang kian terpuruk jauh dari ajaran-ajaran Islam sehingga umat Islam saat ini berkewajiban untuk mengembalikan dan mewujudkan sebuah institusi negara Khilafah yang notabene adalah warisan Rasulullah SAW. dengan mencampakkan sistem demokrasi warisan Plato.

Shahibul Bait Ustadz Sari Kurniawan ( panggilannya Ustadz Aan ) turut pula menanggapi dan sangat apresiatif terhadap apa-apa yang telah dibahas sebelumnya terkait dakwah. Subhanallah, bahkan beliau telah berkomitmen untuk turut ambil bagian dalam perjuangan dakwah melanjutkan kehidupan Islam dengan pernyataannya yang energik “Saya wakafkan separuh umur saya untuk dakwah”. kebetulan umur beliau sekarang 30 tahun. Beliau juga memetakan langkah-langkah praktis menaklukkan simpul-simpul umat yaitu para tokoh turut menjadi bagian integral dalam dakwah Lii’laai kalimatillah.

Akhiran, forum Multaqa Ulama Bekasi Utara ditutup dengan beramah tamah (makan nasi kebuli kambing bersama) di kediaman Ustadz Aan.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *