Sistem Kapitalisme-Demokrasi Bukan Warisan Rasulullah Saw

Ustad Ues Al Jadid Abu Najmi, Founder Komunitas #YukSegeraHijrah

Dewasa ini dunia, terkhususnya Indonesia dihadapkan kepada persoalan dan masalah yang bertubi-tubi. Azab dan musibah tak henti-hentinya menimpa negeri ini. Dengan pemikiran yang mendalam dan cemerlang, dapat kita ketahui akar persoalan dunia dan Indonesia saat ini adalah disebabkan penerapan sistem demokrasi kapitalis di seluruh belahan bumi.

Namun sangat disayangkan, banyak dari kaum muslim dan para ulama terjebak di dalam perangkap demokrasi. Dimana mereka mengatakan bahwa demokrasi berasal dari Islam karena Islam mengajarkan adanya musyawarah dalam pengambilan pendapat, dan demokrasi esensinya adalah musyawarah dan mufakat. Apakah sesederhana itu definisi dari demokrasi?

Berkenaan dengan demokrasi, tidak satupun kita temukan di Alqur-an, Assunnah, Ijma’ sahabat bahkan di kitab-kitab mu’tabar para ulama sekalipun tidak ada yang meriwayatkan bahwa demokrasi berasal dari Islam. Ini jelas mengindikasikan bahwa demokrasi bukan berasal dari Islam.

Demokrasi merupakan sistem kufur. Asas yang mendasari dari demokrasi adalah meletakkan kedaulatan ditangan rakyat (Asyyadatu li’ sya’bi). Artinya menyerahkan kepada manusia untuk menentukan halal dan haram dan memberikan wewenang untuk mengatur seluruh urusan manusia. Seharusnya kedaulatan itu hanya milik Allah (Asyyadatu li’ syar’i).

Di samping itu, demokrasi melahirkan paham kebebasan, yang mencakup kepada 1) kebebasan berpendapat, yang menjadikan seseorang bebas untuk menghina orang lain, 2) kebebasan berkepemilikan yang berdampak kepada bebasnya individu-individu yang memiliki modal untuk menguasai kepemilikan umum, 3) Kebebasan beragama, yang artinya sesorang bebas untuk keluar-masuk agama dan paham ini juga berkontribusi banyaknya lahir agama baru dan ajaran sesat, 4) Kebebasan bertingkah-laku, dimana seseorang bebas mengekspresikan dirinya tanpa ada intervensi dari pihak manapun. Dan paham ini sukses merebaknya pergaulan bebas tanpa memperhatikan norma-norma yang ada.

Melihat fasad luar biasa yang ditimbulkan ole demokrasi, maka sudah sepantasnya kita mencampakkan demokrasi disamping pada hakikatnya demokrasi bukan berasal dari Islam. Dan sudah seharusnya ulama berada di garda terdepan untuk mendakwahkan kepada umat akan kerusakan yang ditimbulkan oleh demokrasi dan berjuang bersama-sama umat untuk tegaknya Izzul Islam wal muslim dalam naungan daulah Khilafah Islamiyah.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Tepat!! Ulama, Tokoh, dan Muballigh Parigi Moutong Tolak Permendikbudristek

Dari Sulawesi Tengah, tokoh umat berkumpul menolak aturan yang melegalkan seks bebas. Liberalisasi kehidupan dan …