Silaturrahmi Ulama, Kyai dan Tokoh Kab Mojokerto, Bahaya PKI itu Nyata!

Mojokerto, Jum’at, 15 Februari 2019, pertemuan khusus ulama dan tokoh Mojokerto digelar di warung lesehan Kembangan dengan pembicara tamu Purn. Mayjen Kivlan Zein.
Tema yang diangkat “Mewaspadai Kebangkitan Komunisme”

Ulama dan tokoh yang hadir diantaranya, Kyai Munhanif ponpes Annur Fatmah Trawas, Kyai Maslikhan Trawas, Kyai Ahmad Fathoni Kediri, Kyai Joko Santoso ponpes Al Mukhlisin , Kyai Farid ponpes Al Mimbar Jombang, Gus Sam Surabaya dan Shohibul Bait Kyai Heru Ilyasa.

Acara diawali dengan tahlil doa bersama, dilanjutkan dengan pemaparan dari Purn. mayjen Kivlan Zein. Beliau menyampaikan tentang sejarah komunisme di Indonesia, mulai awal bagaimana tokoh tokoh komunis disusupkan ke Syarikat Islam, Pemberontakan Tahun 1948, Pemberontakan Tahun 1965, dan ada indikasi kebangkitan lagi di era reformasi.
Karena itu beliau dulu diajak Irjen Pol (purn) Anton Tabah dan Kyai Hasyim Muzadi mulai 2003 bersafari menyampaikan bahaya komunisme ke berbagai daerah dan pondok pesantren.

Komunisme mulai menunjukkan gelagatnya kembali tahun 2013 dengan adanya permintaan pencabutan tap MPRS tahun 1966 tentang pelarangan PKI. Dan upaya menekan pemerintah merehabilitasi nama PKI dan memohon maaf pada keluarga PKI tahun 2014.

Hal ini menunjukkan Komunisme bukanlah hantu atau hoax. Umat islam, para ulama, tokoh, pondok pesantren harus tetap waspada akan keberadaannya, karena Islam saja yang bisa membentengi dari bahaya Komunisme. Beliau menekankan

“Ideologi komunis adalah ancaman yg riil saat ini. Umat Islam harus bersatu untuk menghadapinya. Dan tak boleh takut sedikitpun.”

Kyai Heru Ilyasa menambahkan bahwa saat ini dunia ada 3 ideologi yang berkembang yaitu Kapitalisme, Sosialis-Komunis dan Islam. Semuanya berusaha memberikan pengaruh ke seluruh dunia. Namun ketika Al Haq yaitu Islam datang maka ideologi yang bathil akan kalah.

“Ideologi komunis adalah ideologi bathil, maka lawannya adalah ideologi yang Haq, yaitu ideologi Islam. Jika yang Haq datang, yang bathil pasti musnah”.

Akhirnya para pembicara berpesan agar ulama dan tokoh yang hadir bisa menyampaikan kepada para muhibbin dan masyarakat umum.

Acara Jalsah Khossoh berlangsung hangat diikuti lebih dari 150 orang, terdiri dari para ulama, asatid, dan tokoh masyarakat, dan ditutup doa olah Kyai Munhanif. (red)

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Khilafah yang Dirindukan, Siap Memimpin Dunia

Jakarta, (shautululama) – 3 Maret 1924, institusi pelindung dan pelayan umat Islam itu runtuh, Khilafah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *