Silaturahmi Ulama Se Matraman di Masjid Umar bin Abdul Aziz Magetan

Magetan, (shautululama.com). Hari Sabtu 25 Nopember 2017, sekitar 70 orang yang tergabung dalam Forum Komunikasi Ulama Aswaja Madiun Raya hadir di Masjid Umar bin Abdul Aziz, Pager Gunung Magetan dalam rangka membahas persoalan umat Islam.

KH Imam Romli, sebagai Imam Masjid sekaligus Shohibul bayt, menyampaikan rasa syukur tidak terkira melihat para ulama berkumpul di masjid semata-mata untuk meninggikan kalimah Allah.

Beliau merasa prihatin atas kondisi umat Islam di Indonesia akhir-akhir ini yang sering terdzalimi oleh kekuasaan. Parahnya, sebagian orang justru menggunakan ayat al-Quran secara tidak tepat untuk meninabobokkan umat agar senantiasa diam dan nrimo terhadap kedzaliman, misalnya ayat
اطيعوا الله واطيعوا الرسول واولي الامر منكم.

Padahal ketaatan pada pemimpin adalah dengan syarat pemimpin tersebut taat pada Allah dan rasulNya.

Selanjutnya, Kyai Anas Karim, selaku ketua FKU Aswaja Madiun Raya, menyesalkan bahwa akhir-akhir ini perjuangan Islam senantiasa dibentur-benturkan dengan Pancasila, padahal sejak dulu dikatakan bahwa Pancasila sudah sesuai dengan Islam.

Beliau menegaskan bahwa adalah kewajiban umat Islam untuk tunduk secara totalitas pada perintah-perintah Allah. Dan adalah tugas ulama untuk membimbing umat agar senantiasa tegar dalam ketaatan pada Rabbul ‘Aalamiin.

Para ulama adalah mereka yang tidak takut apapun kecuali Allah SWT. Adanya UU ormas yang terindikasi mengkriminalisasi ajaran Islam, yaitu Khilafah, mestinya tidak membuat mereka gentar menyampaikan dakwah.

Beliau juga sampaikan bahwa hendaklah umat tidak memilih para calon Kepala Daerah yang diusung oleh parpol pendukung Perppu Ormas beberapa waktu yang lalu.

Ustadz Muhammad Amin, pembicara ketiga, menegaskan bahwa Khilafah adalah bagian dari ajaran Islam yang para ulama sudah menyepakati akan status kefardluannya. Sehingga, meski UU ormas telah disahkan, dakwah tidak akan berhenti di tengah jalan, hingga turun pertolongan Allah dan tertunaikan janji-Nya berupa kemenangan Islam.

Pembicara terakhir, Ustadz Ahmad Nadhif, mengupas salah satu topik dalam kitab Muqaddimat al-Dustur. Beliau menyatakan bahwa slogan “harga mati” untuk sebuah tatanan negara sejatinya agak absurd.

Sebab, pada hakekatnya, negara hanyalah institusi pelaksana kumpulan apa-apa yang disepakati oleh umat. Jika suatu hari, dengan pertolongan Allah melalui wasilah dakwah yang digencarkan para ulama, pemahaman, standart perbuatan serta kepercayaan umat berubah menjadi Islamiy, maka tatanan kekuasaan negara pun akan berubah menjadi Islamiy. Sebab, secara hakiki, umatlah sandaran kekuasaan yang sebenarnya.

Setelah sesi dialog, acara x ditutup doa yang dipimpin oleh KH. Bukhori yang merupakan pengasuh pondok pesantren Al Mukminun Magetan. Beliau berdoa semoga Allah segera ,emberikan pertolonganNya kepada umat Islam dengan tegaknya khilafah rosyidah ‘ala minhajin nubuwah.

Silaturahmi Ulama Se Matraman di Masjid Umar bin Abdul Aziz Magetan.
Magetan Sabtu 25 Nopember 2017,
Sekitar 70 orang yang tergabung dalam Forum Komunikasi Ulama Aswaja Madiun Raya hadir di Masjid Umar bin Abdul Aziz, Pager Gunung Magetan dalam rangka membahas persoalan umat Islam.

KH Imam Romli, sebagai Imam Masjid sekaligus Shohibul bayt, menyampaikan rasa syukur tidak terkira melihat para ulama berkumpul di Masjid semata-mata untuk meninggikan kalimah Allah. Beliau merasa prihatin atas kondisi umat Islam di Indonesia akhir-akhir ini yang sering terdzalimi oleh kekuasaan. Parahnya, sebagian orang justeru menggunakan ayat al-Quran secara tidak tepat untuk meninabobokkan umat agar senantiasa diam dan nrimo terhadap kedzaliman, misalnya ayat
اطيعوا الله واطيعوا الرسول واولي الامر منكم.
Padahal ketaatan pada pemimpin adalah dengan syarat pemimpin tersebut taat pada Allah dan rasulNya.

Selanjutnya, Kyai Anas Karim, selaku ketua FKU Aswaja Madiun Raya, menyesalkan bahwa akhir-akhir ini perjuangan Islam senantiasa dibentur-benturkan dengan Pancasila, padahal sejak dulu dikatakan bahwa Pancasila sudah sesuai dengan

Islam. Beliau menegaskan bahwa adalah kewajiban umat Islam untuk tunduk secara totalitas pada perintah-perintah Allah. Dan adalah tugas ulama untuk membimbing umat agar senantiasa tegar dalam ketaatan pada Rabbul ‘Aalamiin. Para ulama adalah mereka yang tidak takut apapun kecuali Allah SWT. Adanya UU ormas yang terindikasi mengkriminalisasi ajaran Islam, yaitu Khilafah, mestinya tidak membuat mereka gentar menyampaikan dakwah. Beliau juga sampaikan bahwa hendaklah umat tidak memilih para calon kepala daerah yang diusung oleh parpol pendukung Perppu Ormas beberapa waktu yang lalu.

Sementara itu, melanjutkan Kyai Anas, Ustadz Muhammad Amin menegaskan bahwa Khilafah adalah bagian dari ajaran Islam yang para ulama sudah menyepakati akan status kefardluannya. Sehingga, meski UU ormas telah disahkan, dakwah tidak akan berhenti di tengah jalan, hingga turun pertolongan Allah dan tertunaikan janjiNya berupa kemenangan Islam.

Sementara itu, mengupas salah satu topik dalam kitab Muqaddimat al-Dustur, pembicara terakhir, Ustadz Ahmad Nadhif, menyatakan bahwa slogan “harga mati” untuk sebuah tatanan negara sejatinya agak absurd. Sebab, pada hakekatnya, negara hanyalah institusi pelaksana kumpulan apa apa yang disepakati oleh umat. Jika suatu hari, dengan pertolongan Allah melalui wasilah dakwah yang digencarkan para ulama, pemahaman, standart perbuatan serta kepercayaan umat berubah menjadi Islamiy, maka tatanan kekuasaan negara pun akan berubah menjadi Islamiy. Sebab, secara hakiki, umatlah sandaran kekuasaan yang sebenarnya.

Setelah sesi dialog, acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. Bukhori. Beliau pengasuh Pondok Pesantren Al Mukminun Magetan. Dalam doanya beliau bermunajat kepada Allah SWT agar memberikan
pertolongan-Nya kepada umat Islam dengan tegaknya Khilafah Rosyidah ‘ala Minhajin Nubuwah.
Acara yang berlangsung setelah sholat Isya hingga hampir tengah malam ini, Alhamdulillah berjalan dengan sukses dan lancar. (hs)

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Saatnya Islam Gantikan Sistem Amoral dan Asusila, KH Misbah Halimi Sikapi Permendikbudristek No 30 Tahun 2021

Probolinggo, Jatim (shautululama) – KH. Misbah Halimi, M.Pd, Koordinator FKU Aswaja Jombang menjelaskan Islam siap …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *