Silaturahmi Ulama dan Asatidz Pariaman Sumatra Barat:

Fitnah Radikalisme-Terorisme Atas Islam adalah Alat Kapitalis dan Komunis Mempertahankan Jajahannya

Pariaman, (shautululama.com) – Ijma’ Ulama dan Asaatidz yang berlangsung di Pariaman kali ini merupakan rangkaian berikutnya dari Ranah Minang menyikapi isu terorisme yang berhembus kuat saat ini.
Pada 22 Syawal 1439 H (7 Juli 2018) para ulama berkumpul dan menyatukan sikap atas fenomena yang menimpa umat Islam ini.

Para ulama mukhlis turun dan bersikap menanggapi dan meluruskan isu negatif terhadap ajaran Islam yang berkembang di masyarakat. Tanggapan ulama, tokoh masyarakat dan asatidz yang disampaikan dalam ijtima di atas, terekam sebagai berikut.

Buya Sofian Tanjung, menyampaikan:
“Melihat kondisi saat ini timbul pertanyaan saya, yang teroris itu Islam atau penguasa? Mengapa ormas islam yang tidak anarkis (hanya mengkritik kebijakan penguasa) dituduh terlibat terorisme dan mereka cabut status BHPnya?”

Buya dan Tokoh sepuh Pariaman ini dengan tegas menambahkan:
“Kalo Wiranto bilang ‘kalo tidak mau menerima “keinginan penguasa”, keluarlah dari Indonesia’ – nah kita jawab pula ‘kalo dia tidak mau menerima hukum dari hukum Allah keluarlah dari bumi Allah?”

Sementara Pimpinan Ponpes Mahasiswa Insan Mustanir menilai bahwa para ulama adalah pelita umat, manusia paling istita’ah yang kedudukannya paling tinggi dalam membina umat, para ulama ini ucapanya ditunggu umat karena dengan pedomanya kita melihat yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah. Namun hari ini debu menyelimuti umat dimana seolah-olah yang salah adalah benar padahal jelas sebuah kesalahan.

“Fitnah Terorisme adalah alat Kapitalisme dan Komunisme untuk mempertahankan penjajahan mereka atas negeri-negeri muslim”, tegas beliau

Kemudian Buya Yasmin menambahkan, “Kadang-kadang kita melihat bahwa terorisme itu buatan mereka sendiri. Istilah (stigma atas Islam) itu terlalu banyak yang muaranya menghujat Islam dan menyudutkan umat Islam, kita harus terus menampakkan Islam Rahmatan lil Alamin”, ajaknya.

Bapak Emrisal berharap: “Untuk dunia termasuk Indonesia, kita berharap tegaknya Khilafah Islam, sistem yang haq” tegas tokoh Pariaman

Ustad Mustofa menguraikan bahwa Islam itu adalah agama mulia dan lebih tinggi, tapi justru ada umat merendahkan agamanya sendiri dengan ikut termakan istilah (fitnah) terorisme dan radikalisme

“Tuduhan Terorisme kepada Islam adalah tidak benar, dan atas fitnah atas dakwah ini kita harus sabar dan terus bertawaqal, hingga pertolongan Allah itu datang, izzajaa anasrullahiwalfath waraaitannaasayadkhuluna fhiidinillahi afwaja…,” tutup beliau

Pertemuan Ulama dan Asaatidz di Pariaman semoga bisa meluruskan fitnah yang dikembangkan di tengah-tengah umat hari-hari ini.[red]

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *