Sikap Multaqa Ulama Aswaja Kalsel, Menolak Sertifikasi Dai, dan Radikalisme Bukan Ajaran Islam

0
118

Kotabaru (shautululama)—Ulama menjadi garda terdepan dalam pencerahan dan pencerdasan umat. Sebagaimana Ulama ASWAJA Kalimantan Selatan yang mengadakan Multaqa Ulama, Selasa (22/9/2020).

Berdasarkan pengamatan ulama serta perkembangan persoalan keumatan. Khususnya yang menimpa Ajaran Islam, ulama dan para aktivis Islam yang mendakwahkan Islam, dan upaya sertifikasi Ulama sebagaimana yang di wacanakan pemerintah.

KUNJUNGI INSTAGRAM KAMI

Multaqa Ulama ASWAJA ini pun memberikan respon dari sudut pandang Islam.

Pertama, Dakwah adalah pembuka jalan kebaikan dan penutup jalan keburukan. Kedudukan dakwah dalam Islam sangatlah penting. Dakwah adalah kwajiban bagi setiap muslim.

Kedua, Agama islam tidak akan tegak dan tidak akan bisa menyebarkan sifat rahmatan lil alaminnya kecuali dengan dakwah. Banyak sekali nash syara’ yang menyatakan kewajiban dan urgensitas dakwah.

Selanjutnya pada poin ketiga, ulama Menolak rencana pemerintah untuk melakukan sertifikasi da’I dan khathib. Karena tindakan ini selain berpotensi menimbulkan kegaduhan baru, juga merupakan bentuk pengkambinghitaman terhadap Islam dan dakwah, serta menghalangi pelaksanaan kwajiban dakwah;

Ulama ASWAJA dengan tegas Menolak alasan sertifikasi da’I dan khatib untuk mencegah radikalisme, karena radikalisme bukan ajaran Islam;

Selain itu, Memberikan dukungan moral dan menuntut pembebasan dalam kasus saudara Despianor Wardani bin Junaidi dikarenakan meteri-materi tuduhan yang dipermasalahkan ternyata adalah materi tentang dakwah khilafah yang merupakan ajaran Islam dan Solusi atas berbagai problem kehidupan bangsa ini.

Tak kalah pentingnya, Ulama ASWAJA Menolak segala bentuk kriminalisasi kepada para ulama dan aktivis islam, karena segala bentuk kriminalisasi tersebut adalah bentuk kedholiman dan kemaksiatan yang besar di sisi Allah SWT.

Berkatan dengan Khilafah bahwa “khilafah merupakan ajaran Islam yang dalil nya jelas dari Al Qur’an dan Hadits Rasul SAW. Penjelasan nya termaktub dalam termaktub dalam kitab-kitab ulama dan imam madzhab. Mendakwahkan khilafah bukanlah sebuah tindakan kriminal dan tidak melanggar hukum di Indonesia, sebab khilafah merupakan kewajiban dalam beragama bagi setiap umat Islam yang seharusnya dilindungi konstitusi negara,”ungkap ulama yang membacakan respon.

Di akhir pertemuan, ulama yang hadir Mengajak seluruh elemen masyarakat terutama para ulama, tokoh, dan intelektual untuk memberikan pembelaan dan dukungan moril kepada saudara Despianor Wardani bin Junaidi dan kepada seluruh pengemban da’wah Islam. Dan bersama-sama untuk terlibat dalam dakwah li istinafil hayatil islamiyyah, berjuang demi terwujudnya izzul islam wal muslimin melalui penerapan Syari’ah Islamiyah di bawah naungan Khilafah Islamiyyah ‘alaa minhajin Nubuwwah.[hn]