Siapa Saja Yang Menghalangi Tegaknya Khilafah Akan Berhadapan Langsung dengan Pemiliknya Allah SWT

0
381

Semarang, (shautululama) – Salah perwakilan ulama dari Semarang yang menyampaikan aqwal minal ulama pada multaqa ulama aswaja Jatim, Jateng, dan DIY pada Ahad, (9/8/2020) yang lalu adalah KH. M. Ainul Yaqin, Pengasuh Ponpes Al Ukhuwah Al Islamiyah Semarang Jawa Tengah.

Pada kesempatan multaqa kali ini beliau di daulat menyampaikan aqwal tentang memusuhi khilafah, sebagai bagian dari ajaran Islam, akan berhadapan langsung dengan dengan pemiliknya.

KUNJUNGI INSTAGRAM KAMI

Mengawali aqwalnya Kyai Ainul Yaqin mengutip Al Quran Surat Al Baqarah: 30
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

“Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya menjadikan ayat ini sebagai dalil wajibnya mengangkat seorang kholifah untuk memutuskan perkara yang diperselisihkan diantara manusia, menyelesaikan persengketaan mereka, menolong orang yang teraniaya dari tindakan sewenang-wenang orang dzolim kepada mereka, menegakan hukum-hukum had, dan memperingatkan mereka dari perbuatan keji serta hal-hal penting lainnya yang tidak bisa dilaksankan keculai denga adanya seorang imam, mengingat suatu hal yang merupakan kesempurnaan sesuatu yang wajib maka hukumnya wajib”.

“Dari sini jelas bahwa wajibnya kita menegekkan hukum Allah, dengan adanya khalifah hal ini bisa telaksana” tegas Kyai Ainul Yaqin.

Seluruh ulama aswaja telah bersepakat akan kewajiban mengangkat imam yang adil yang akan menengakkan di tengah  mereka hukum Allah dan mengatur mereka dengan syariah Islam. Jelaslah bahwa khilafah adalah ajaran islam.

Dalam ayat lain Al Maidah: 148 dijelaskan untuk berhukum dengan hukum Allah bukan hukum yang lain.

maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang.

Oleh karena itu, siapa saja yang menghalangai tegaknya khilafah yang dijanjikan oleh Allah dan kabar gembira dari Rasulullah, maka akan berhadapan langsung dengan pemilik khilafah yaitu Allah SWT.

Sekali lagi, al Faqir mengajak, marikah kita bersama-sama berjuang, untuk tegakknya khilafah ala minhajin nubuwwah karena dengan khilafah inilah syariat Islam akan bisa diterapkan secara kaffah. Dan islam menjadikan negeri ini baldatun toyyibatun wa rabun ghofur.