SHOLAT IDUL ADHA DI KABUPATEN NGAWI, DILAKSANAKAN SELASA, 21 AGUSTUS 2018

Ngawi, (shautululama) – Hari ini, Selasa 21 Agustus 2018, bertempat di pelataran Masjid Istiqomah, dilaksanakan sholat Idul Adha 1439 H. Sholat yang diadakan oleh Forum Komunikasi Umat Islam Ngawi ini diikuti lebih dari 400 jamaah. Para jamaah kelihatan begitu kusyuk menyimak khotbah, dan tidak sedikit yang meneteskan air mata saat Imam sholat, Al Mukharrom Kyai Abu Syamil memimpin pelaksanaan sholat.

Khotbah dibacakan oleh Al Mukharrom Al Ustadz Hawidono Agung. Beliau membacakan wasiat Rasulullah saw pada saat haji wada. Dimana dalam wasiat itu Rasulullah Saw mengingatkan kita diantaranya:
1. Untuk tidak merasa lebih mulia dari bangsa lain, termasuk kita yang ada di nusantara ini, merasa lebih mulia dari bangsa Arab. Sebab kemuliaan manusia atas manusia lain di sisi Allah SWT sebab karena ketakwaannya.
2. Kita diperintahkan oleh beliau untuk menjaga darah, harta dan kehormatan sesama.
3. Kita diperintahkan oleh beliau agar meninggalkan semua tradisi jahiliah, diantaranya riba dalam segala bentuknya.
4. Kita diperintahkan oleh beliau untuk memuliakan kaum wanita (istri-istri) kita.
5. Kita diharuskan oleh beliau untuk senantiasa memelihara tali persaudaraan.
Tapi sayang. Apa yang dipesankan Baginda Nabi saw. 14 abad lalu, tak banyak diindahkan hari ini. Al-Quran dan as-Sunnah tak lagi kita pedulikan. Kecuali sebatas bacaan. Isinya kita abaikan. Hukum-hukumnya kita campakkan. Pantas, saat ini, bangsa ini seperti tersesat jalan. Pantas pula negeri ini dirundung aneka persoalan.

 

Beliau juga menggambarkan bagaimana keteladanan keluarga Nabi Ibrahim, saat diperintah untuk menyembelih anaknya, yakni Nabi Ismail as. Ketaatan totalitas tanpa kata “tetapi” pada perintah Rabbul Alamin. Cerita ini selayaknya menjadi ibroh bagi umat Islam sepanjang zaman, agar kita ringan berkorban harta dan jiwa di jalan Allah.

Keteladanan keluarga Ibrahirim bagi kita menjadi sangat relevan. Menjadi bahan bakar api perjuangan, yang tak boleh padam. Meski rintangan melintang. Ancaman menghadang. Kita wajib terus berjuang. Hingga diraih kemenangan. Atau hingga saatnya kita dipanggil pulang. Dengan meraih keridhoan.

Di akhir khotbahnya Ustadz Hawidono mengajak seluruh kaum muslim untuk mengambil ibrah dan keteladanan berupa cinta, ketaatan dan pengorbanan Nabiyullah Ibrahim as. dan Baginda Rasulullah Saw., mari kita songsong kembali masa depan cerah peradaban umat manusia di bawah naungan Islam.

Dalam kesempatan sholat Idul Adha 1439 H kali ini panitia juga mengadakan penggalangan dana untuk korban musibah gempa di Lombok NTB. (MI/Ngawi)

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *