Seruan Ulama Sidoarjo : Jangan Pilih Pemimpin Yang Ingkar Dan Memusuhi Ajaran Islam

Sidoarjo (shautululama.com)–Ulama pewaris nabi, tiada henti menyuarkan kebenaran. Berbekal keimanan dan janji Allah, Ahad (15/7/2018) di Pondok Pesantren Al Ikhlash Sidoarjo berkumpul para ulama ahlussunnah wal jamaah. Peserta yang hadir dari masyarakat, asatidz, dan tokoh. Mereka menyerukan agar umat islam bersatu dan bangkit menyongsong kejayaan islam.

Diawali sambutan kyai Nasrudin pemangku Ponpes al-Ikhlash. Beliau mengingatkan pada sosok KH. Hasyim Asy’ari dan KH ahmad Dahlan sebagai ulama dan pejuang yang mengislamisasi Nusantara yang harus dicontoh generasi setelahnya, kedua ulama tersebut merubah masyarakatnya yang jauh dari islam menjadi masyarakat pejuang islam.

“Perjuangan para ulama pendahulu itu harus kita lanjutkan, dan sudah benar bahwa Syariah dan khilafah itu ajaran islam, ajaran ahlussunnah wal jamaah. Sebab syariah dan khilafahlah umat islam bisa disatukan sebagaimana umat islam dimasa kanjeng nabi antara Aus dan Khazroj,” tuturnya.

Lebih lanjut, beliau membeberkan sebab keberhasilan penyatuan dua suku itu. Mereka disatukan dan dipersaudarakan dengan landasan iman, karena Allahlah yang akan menyatukan hati manusia. Agar umat Islam jangan takut dengan permusuhan orang – orang yang mendustakan Ajaran Allah dan Rosulnya.

Selanjutnya, Ust Abdul Hamid pengasuh pondok tahfidz Mutiara Ummat Sidoarjo menyampaikan bahwa khilafah perkara wajib, haqqun lil muslimin bahkan para ulama menyebutnya mahkota kewajiban dan ahammul wajibat. Perkara ini harus menjadi agenda utama ummat Nabi Muhammad SAW.

“Kami para ulama tidak terima perlakuan penguasa yang mengkriminalisasi ajaran Islam yakni Syariah, Khilafah, dan ulama yang menyerukannya. Pun menolak keputusan pemerintan mencabut BHP Hizbut Tahrir Indonesia yang sewenag-wenang itu,” tegasnya.

Tambahnya pesan kepada ummat, agar jangan menghabiskan energi dengan memperdebatkan masalah furuiyyah atau perkara cabang dan lalai pada kewajiban agung untuk menegakan Khilafah.

“Mari kita semua ummat Islam menyibukkan diri dalam menunaikan kewajiban ini dan awas 2019 jangan memilih pemimimpin yang memusuhi ajaran Islam,” serunya.

Kyai Muhajir pengasuh Majlis Tafsir al Ibris Sidoarjo menyampaikan kalimah hikmah bahwa ummat Islam seperti anak ayam yang kehilangan induknya tercerai berai difitnah, didzolimi, dikriminalisasi, bahkan dibantai karena sejak induknya yakni khilafah diruntuhkan tahun 1924 oleh Mustafa Kemal dari Inggris.

“Agar ummat ini bangkit kembali dan menjadi Ummat terbaik kembali ummat harus kembali pada induknya yakni Khilafah. Maka umat jangan memilih pemimpin yang kafir, fasik, munafik dan memusuhi ajaran Islam,” pungkasnya.

Kemudian acara ditutup dengan ramah tamah dan diskusi akrab diantara para ulama. Suasana ukhuwah dan kekokohan persaudaraan ini menjadi bekal dalam perjuangan Islam.[hn]

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *