SERUAN ULAMA PADA MULTAQO ULAMA ASWAJA KARAWANG-PURWAKARTA, Mewaspadai dan Menolak Bahaya Laten Komunisme

(Mengingat Kembali Trauma Atas Kekejaman dan Kebrutalan Komunisme)

Karawang, Jabar (shautululama) – Sabtu, 16 Oktoberber 2021, 9 Rabiul Awwal 1443 H, pukul 08.30 – 11.30, Alhamdulillah berkumpul para ulama, kyai- asatidz, mengikuti agenda Multaqo Ulama Aswaja Karawang dan Purwakarta, dengan tajuk MEWASPADAI DAN MENOLAK BAHAYA LATEN KOMUNIS (Mengingat Kembali Trauma atas Kekejaman dan Kebrutalan Komunisme).

Tema ini diangkat untuk mengingatkan kembali bahaya laten Komunis yang pernah membuat makar dan kudeta terhadap negeri ini dan membantai umat Islam pada tahun 1948 di Madiun dan tahun 1965 di beberapa daerah dan puncaknya dengan penculikan dan pembunuhan beberapa Jendral. Umat Islam perlu mewaspadai kembali munculnya Komunis, karena akhir-akhir ini ada beberapa indikasi bangkitanya kembali paham ideologi Komunis, seperti adanya buku berjudul “Aku Bangga Menjadi Anak PKI”, ungkapan beberapa tokoh yang mendukung paham komunis dan upaya-upaya pengaburan dan penguburan sejarah kelam PKI dan ada partai politik yang mengirim kadernya untuk belajar ke Partai Komunis Cina.

Dalam acara tersebut sebelum ditutup, para ulama menyatakan sikap dan menyerukan kepada Umat Islam, Pemerintah dan semua elemen bangsa, beberapa hal yang dibacakan oleh Ustad Dindin Misbahuddin, Ulama ASWAJA dari Karawang.

Berikut seruan ulama yang dibacakan oleh beliau :

PENDAHULUAN
Bulan September bagi kita -bangsa Indonesia-merupakan bulan yang penuh kedukaan. Peristiwa sejarah kekejaman Partai Komunis Indonesia (PKI) terjadi di penghujung bulan, yang kemudian dikenal dengan peristiwa G30S/PKI
Kelompok komunis (sebagian merupakan keturunan pelaku G30S/PKI) di negeri kita terus berusaha mendesak Pemerintah agar meminta maaf kepada PKI dengan dalih menjadi korban.
Sikap pemerintah justru menampakkan sikap pembiaran bahkan cenderung condong dan bermesraan dengan komunisme.

Sikap Pemerintah yang cenderung, condong dan bermesraan dengan komunisme tersebut tentu saja melukai rakyatnya, khususnya umat Islam yang menjadi sasaran dan korban kekejaman PKI.

Karenanya, di bulan Oktober 2021 kali ini kami, Para Habaib, Ulama dan Kyai Ahlus Sunnah wal Jamaah mengadakan multaqa dalam rangka mengingatkan kembali sejarah kekejaman PKI 56 tahun yang lalu, agar umat tetap waspada dan menolak terhadap bahaya laten PKI. Pada multaqa kali ini Kami juga menyampaikan pernyataan sikap dan seruan sebagai berikut:

PERNYATAAN SIKAP
1. Bahwa komunisme merupakan bagian dari kemusyrikan, sedangkan permusuhan terhadap umat Islam yang paling keras adalah dari orang-orang musyrik, selain dari orang-orang yahudi. Allah swt berfirman:
لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدٰوَةً لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا ۖ

“sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik” (QS. Al-Ma’idah: 82).

2. Pengalaman pahit dalam sejarah bangsa Indonesia -terutama umat Islam- akibat pengkhianatan dan kekejaman PKI (Partai Komunis Indonesia) jangan sampai terulang kembali. Nabi saw bersabda:
« لاَ يُلْدَغُ الْمُؤْمِنُ مِنْ جُحْرٍ وَاحِدٍ مَرَّتَيْنِ ». رواه البخاري.

“Seorang mukmin itu tidak akan terperosok ke dalam lubang yang sama dua kali.” (HR. Al-Bukhari).

3. Bahwa kelompok komunis (sebagian merupakan keturunan pelaku G30S/PKI) secara terus menerus mendesak Pemerintah agar meminta maaf (negara sebagai pihak yang salah) kepada PKI dan keturunan anggota PKI (sebagai korban).

4. Bahwa Pemerintah tidak benar-benar menjalankan amanat rakyat, yang tertuang melalui Ketetapan MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 Tahun 1966 tentang “Pembubaran Partai Komunis Indonesia, Pernyataan Sebagai Organisasi Terlarang Diseluruh Wilayah Negara Republik Indonesia Bagi Partai Komunis Indonesia Dan Larangan Setiap Kegiatan Untuk Menyebarkan Atau Mengembangkan Faham Atau Ajaran Komunis/Marxisme-leninisme”

5. Bahwa Pemerintah telah melukai hati bangsa Indonesia -terutama umat Islam- melalui kebijakannya yang cenderung kepada negara komunisme.

SERUAN

Kami Para Ulama yang hadir pada MULTAQO ULAMA ASWAJA ARAWANG
PURWAKARTA, menyatakan sikap :

1. Kepada seluruh elemen umat Islam termasuk Pemerintah agar tetap mewaspadai bahaya laten komunisme.

2. Kepada seluruh elemen umat Islam termasuk Pemerintah; kembalilah kepada (sistem) Islam, agar bisa menyongsong masa depan dengan penuh kemuliaan, kewibawaan dan kemerdekaan yang hakiki.

3. Kepada seluruh elemen umat Islam termasuk Pemerintah; agar berjuang bersama-sama mengembalikan marwah agama Islam dan umat Islam melalui penegakan khilafah islamiyah;

4. Kepada Pemerintah untuk menolak permintaan maaf kepada PKI (dan anak keturunan pelaku G30S/PKI) dengan dalih apapun.

5. Kepada TNI, anda-andalah yang mempunyai kekuatan, anda-anda mempunyai kesempatan untuk menyelamatkan bangsa Indonesia dari bahaya laten komunisme, sebagaimana yang telah dilakukan oleh pendahulu-pendahulu anda dalam menumpas PKI.

6. Kepada ahlul Quwah wal Man’ah tolonglah (agama) Allah, jadilah penolong (agama) Allah SWT (ansharullah) dengan cara berjuanglah untuk menyingkirkan sistem kapitalisme-komunisme, kemudian terapkanlah sistem Khilafah Islamiyah

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا أَنصَارَ اللَّهِ…..} [الصف : 14]

“Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah” (QS. As-Saff: 14)
اللهم قد بلغنا ، فاشهد

“Ya Allah sungguh telah kami sampaikan, maka saksikanlah”

7. Menyeru kepada seluruh kaum muslimin utamanya para ulama, untuk terus menerus berdakwah di jalan Allah, mengajak kepada kebaikan, demi tegaknya Syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupan di bawah naungan Khilafah Rasyidah ‘alaa Minhajin Nubuwwah.

9 Rabiul Awwal 1443 H / 16 Oktober 2021
Kami, Atas Nama Para Ulama yang hadir pada
MULTAQO ULAMA ASWAJA KARAWANG PURWAKARTA

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Nasehat dan Pernyataan Sikap Ulama Pada Multaqa Ulama Aswaja Regional Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi, Terapkan Islam Kaffah Sebagai Ganti Sistem Gagal Kapitalisme Demokrasi

Melayu, (shautululama) Dalam forum Multaqa Ulama Aswaja Akbar Rajab 1442H yang diselenggarakan di regional Sumatra, …