SERUAN ULAMA MATARAMAN: KHILAFAH PASTI TEGAK, JANGAN MEMILIH KUCING DALAM KARUNG DI TAHUN 2019.

Ponorogo, (shautululama.com) – Mudzakarah Ulama Aswaja Mataraman, berlangsung 27 April lalu di Banyuning, Ponorogo. Mudzakarah ini dihadiri sekitar 100 peserta. Seruan Khilafah pasti akan tegak dan Islam pasti akan menang menggema dalam acara ini.

Gus Nasyir al-Mahdie, dalam sambutannya menegaskan bahwa di akhir zaman, menyongsong kemenangan Islam atas segala jenis diin lainnya di muka bumi.

Para ulama seharusnya menjadi ‘aaliman muta’alliman ‘aabidan ‘aarifan bi syarthil ikhlash, yaitu menjadi manusia yang memiliki ilmu, mau terus belajar, tekun beribadah, memiliki ma’rifah, yang kesemuanya itu dibingkai dalam syarat keikhlasan semata karena Allah.

“Janganlah para ulama menukarkan agama ini demi sekerat dunia, yang di akhirat justru akan menyeretnya ke Neraka. Umat perlu hati-hati di tahun 2019. Jangan sampai memilih kucing dalam karung. Kita sudah kenyang didzalimi oleh penguasa. Jamaah dakwah di bredel”, tegas Gus Nasyir kepada para jamaah.

Selanjutnya, K.H. Anas Karim mengajak para ulama untuk menghidupkan ceramah-ceramah mandul, yang di satu sisi mengajak bertakwa menjalankan seluruh perintah Allah dan menjauhi seluruh larangannya, tetapi di sisi lain berdiam diri dan tidak mau mengajak umat untuk berjuang menegakkan Khilafah.

Padahal, dengan Khilafahlah, semua perintah Allah benar-benar bisa ditunaikan dan semua laranganNya benar-benar bisa ditinggalkan. Beliau mengajak agar seruan-seruan ketaqwaan di masjid-masjid betul-betul terejawantahkan dalam ghirah perjuangan, bukan sekedar basa-basi tanpa isi.

Kyai Bonari, dengan mengutip beberapa ayat dan hadits, memberikan penegasan bahwa:
“Khilafah pasti akan berdiri. Dengan tegaknya Khilafahlah agama Islam akan dimenangkan oleh Allah Subhaanahu wa ta’aalaa, meskipun rezim-rezim fasiq tidak menyukainya bahkan memeranginya”, seru Kyai Bonari.

Beliau menyerukan para ulama untuk mengajak umat turut serta mengambil peran dalam perjuangan menegakkan kembali agama Allah ini. Sehingga tercatat oleh Allah sebagai hamba-hambaNya yang sebenarnya.

Pembicara terakhir, Ustadz Ahmad Nadhif, mengingatkan:
“Banyak nash-nash yang mengatakan satu-satunya kunci kemenangan adalah ketaatan kepada Allah dan rasulNya, bukan dengan mengikuti logika akal manusia”.

Karena itu, dalam perjuangan umat Islam harus memastikan bahwa ide-ide yang diembannya hanya diambil dari Islam dan metodenya pun mengikuti manhaj Nabi shallallaahu ‘alayhi wasallam.

“Khilafah di akhir zaman yang akan tegak biidznillah bukanlah sembarang Khilafah melainkan Khilafah ala minhajin nubuwwah” , seru Ustad Ahmad Nadhif.

Acara berlangsung gayeng dari awal hingga akhir, hingga ditutup dengan doa yang dipimpin oleh K.H. Anas Karim.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Tepat!! Ulama, Tokoh, dan Muballigh Parigi Moutong Tolak Permendikbudristek

Dari Sulawesi Tengah, tokoh umat berkumpul menolak aturan yang melegalkan seks bebas. Liberalisasi kehidupan dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *