SERUAN TEGAS: INDONESIA BUTUH KHILAFAH!

Tanjung Senang, (shautululama.com) –Gempita peringatan Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad saw. 1439 H. menggema di seluruh penjuru negri. Tidak mau ketinggalan, Majlis Ta’lim An Nahdlah Lampung juga ikut memeriahkan.

Dengan mengangkat sebuah tema “KHILAFAH AJARAN ISLAM, SOLUSI NEGERI”, acara tersebut dilaksanakan di Masjid Abdurrohman Ibnu Auf Tanjung Senang pada hari Sabtu 14 April 2018. Hadir pada acara ini sekitar 700 jama’ah ditambah dan 8 pemateri dari berbagai pondok pesantren dan Majlis Ta’lim di Lampung.

Kalimatul Hikmah pertama disampaikan oleh Ustadz Ir. Dudy Arfian dari Bandar Jaya. Beliau menyampaikan bahwa: “Problematika multidimensi internasional terjadi akibat ketiadaan Khilafah. Karenanya, dunia butuh Khilafah”.

Kalimatul Hikmah kedua disampaikan oleh Ustadz Bambang  PP Miftahul Huda 628 Pasir Sakti Lampung Timur. Beliau menyamapaikan: “Khilafah wasilah untuk taat kepada Allah secara kaffah. Sebab bagi kaum muslimin satu maksiat saja yang dilakukan oleh tentara Allah itu lebih ditakuti dari pada seribu pasukan musuh”.

Kalimatul hikmah ketiga disampaikan oleh KH Muhammad Sulthon Ponpes Jabal Nur, Batu Putu Bandar Lampung. Diantara yang beliau sampaikan: “Khilafah itu nyata, kita tidak perlu ragu untuk memperjuangkannya”.

Kalimatul Hikmah ke empat disampaikan oleh Ustadz Imron Bahar, Ponpes Al Kautsar Jatimulyo, Jati Agung Lampung Selatan. Beliau menyampaikan: “Agama diibaratkan oleh Rosulullah seperti perahu, bila perahu bocor dan ulamanya diam saja, niscaya akan hancur begitu pula umatnya”.

Kalimatul hikmah kelima disampaikan oleh Ustadz Ahmad Fatoni, MT Darul Tsaqofah, Kedaton Bandar Lampung. Beliau bertutur: “Islam diturunkan bukan hanya untuk mengatur urusan ibadah saja. Islam diturunkan untuk mengatur seluruh aspek kehidupan. Maka masalah-masalah yang terjadi di negeri-negeri kaum muslimin tidak bisa diseleseikan kecuali dengan tegaknya Khilafah”.

Kalimatul Hikmah keenam disampaikan oleh Ustadz Candra Alamanda, Ponpes Nurul Qur’an Sukarame, Bandar Lampung. Beliau mengingatkan: “Isro’ Mi’roj itu minal Masjidil Haram  ilal Masjidil Aqsho, artinya masjid itu bukan hanya sekedar simbol, namun juga harus menjadi tempat mengatur sendi-sendi ekonomi islam dan kebangkitan umat”.

Kalimatul Hikmah ketujuh disampaikan oleh Habib Ahmad Asrofi Assahab LC, Ponpes Nurul Izzah Way Kandis, Bandar Lampung. Kepada para jamah beliau menyampaikan: “Khilafah itu harus diperjuangkan, bukan didiamkan. Karena Khilafah adalah wadah untuk menyatukan umat Islam seluruh dunia. Maka menegakkan syari’at adalah merupakan kuwajiban kita bersama” .

Pemateri terakhir Ustadz Bustomi Al Jawy S.Pd.I menyatakan: “Sholat diibaratkan kepemimpinan, karenanya memilih imam tidak boleh sembarangan. Bila suatu jama’ah belum memiliki imam, maka mengangkat seorang imam agar kewajiban berjama’ah terlaksana hukumnya menjadi wajib. Masyarakat diibaratkan sebuah kapal, bila kapal sudah compang camping porak poranda, maka tidak cukup hanya menambal kebocorannya melainkan ganti kapal ganti nahkoda”.

Saat menjelang dhuhur cara selesei dan dilaksanakan sholat Dhuhur berjamaah.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Pernyataan Sikap Multaqa Ulama Bandung, Tolak Permendibudristek No. 30 Tahun 2021, Ganti Dengan Aturan Islam

Bandung, (shautululama) – Multaqo Ulama Aswaja Bandung, Sabtu, 27 november 2021 diselenggarakan secara daring via zoom …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *