Seruan Multaqa Ulama Aswaja Surabaya – Sidoarjo: Wujud Nyata Cinta Negeri adalah Jaga Keutuhan Negeri, Tolak Kedzaliman dan Terapkan Tslam Kaffah

Surabaya, (shautululama) – Multaqo Ulama Aswaja Surabaya Sidoarjo yang dilaksanakan pada hari Ahad 3 Januari 2021 telah sukses disiarkan secara live melalui channel youtube Dakwah Surabaya. Data menunjukkan bahwa acara tersebut total dilihat lebih dari 7.000 penonton saat siaran langsung.

Sebagai bentuk ihtiman bi amril muslimin, ulama harus menyerukan sikap bahwa segala bentuk kriminalisasi, kekerasan hingga pembunuhan dan harus ada yang bertangung jawab. Demikian pula ketidakmampuan dalam menangani wabah pandemi ini dengan secara carut marut, serta ditambah lagi korupsi dana bantuan yang ditujukan bagi masyarakat terdampak pandemi corona yang dilakukan oleh mentri di tubuh rezim.

Termasuk kesimpang siuran terhadap vaksin, ancaman disintegerasi negeri seperti deklarasi Papua, kurang mendapat respon serius. Ini semua harus mendapatkan perhatian Ulama dalam dakwahnya sebagai bentuk kecintaan kita kepada negeri dan bentuk tangung jawab terhadap keutuhan negeri islam yang terbesar ini.

Sementara itu dalam lintasannya yang panjang Khilafah Islamiyah telah terbukti satu-satunya institusi pelindung dan penjaga yang terpercaya terhadap umat islam, agama, bahkan seluruh umat beragama.

Oleh karena itu, dalam kesempatan itu Ulama Surabaya dan Sidoarjo menyampaikan nasehat dan pernyataan sikap sebagai berikut, sebuah pernyataan sebagai bentuk dakwah amar makruf nahi mungkar.
1. K.H. Abd. Kholiq Ketua Forum Ummat Islam Bersatu (FUIB) Surabaya.
“Kewajiban Dakwah dan Amar Ma’ruf Nahi Munkar, bahwa Dakwah Islam adalah kewajiban bagi setiap muslim, terutama para ulama dan keutamaan menyampiakan nasehat kepada pemimpin zhalim terhadap rakyat.”

2. KH. Abdul Hamid pengasuh Mudir Ma’had Mutiara Ummah Sidoarjo
“Islam mengharamkan pemisahan wilayah (separatisme), dalam hal ini kasusnya adalah Papua sebagaimana sebelumnya telah lepas Timor Timur. TOLAK SEPARATISME PAPUA!”.

3. Kyai Suhyl karim abu faiq mewakili Forum Komunikasi Ulama ASWAJA Surabaya
“Islam mewajibkan kesatuan umat berdasarkan aqidah Islam dan Khilafah bukan berdasarkan kapitalisme demokrasi, dan negara bangsa. Fakta bahwa wabah Covid 19 menunjukkan kegagalan ideologi kapitalis- demokrasi, komunisme dan konsep negara bangsa dalam mengurus rakyatnya. TOLAK KAPITALISME DEMOKRASI, CAMPAKKAN KOMUNISME, SAATNYA TINGGALKAN KONSEP NEGARA BANGSA!”

4. Ust. Fathurrozi pengasuh Majlis Ta’lim DARUSSALAM Surabaya
“Sistem Demokrasi Sekuler mendorong lahirnya pemimpin yang tidak taat kepada Syariah Islam, dan menghasilkan kebijakan yang zhalim kepada rakyat seperti UU Omnibus Law, UU Minerba, RUU Minuman Beralkohol, RUU BPIP, dll. TOLAK berbagai bentuk kedzaliman, DAN KEBIJAKAN ZHALIM!”

5. Kyai. Khozin Mubarok Pengasuh MT. Nurul Iman Sidoarjo
“Ulama adalah garda terdepan dalam perjuangan menegakkan Khilafah di Nusantara ini, Ajakan kepada ulama yang lain agar berjuang dan bergabung dalam satu barisan Dakwah Islam.”

6. Ust. Abu Zacky Sholahuddin al Ghozali pengasuh M.T. Al Ghozali Surabaya
“Ulama adalah garda terdepan dalam perubahan hakiki menuju sistem Islam, KHILAFAH. TOLAK kapitalisme-DEMOKRASI, dan campakkan komunisme”

7. KH. Abdul Aziz, M.Pd. Pengasuh Majelis Darul Ilmi ast-Tsaqofi Sidoarjo
“Perjuangan Menegakkan Khilafah identic dengan Ulama, Kebangkitan yang hakiki dari kemerosotan sistem kehidupan sistem kufur menuju kebangkitan Islam, Sistem Islam. TOLAK SEPARATISME PAPUA”

8. Kyai Asadullah pengasuh M.T. KALAM ILAHI Surabaya
“Perjuangan Penegakan Khilafah Di negeri kita memiliki landasan syar’i, dan secara historis Nusantara adalah bagian yang tidak terpisahkan dari negeri Islam, dan Khilafah Islamiyah; TOLAK SEPARATISME PAPUA, TOLAK SEMUA BENTUK KEDZALIMAN, DAN KEBIJAKAN ZHALIM!”

Setelah penyampaian nasehat dari para ulama kemudian dibacakan Pernyataan Sikap Multaqo Ulama Ahlus Sunah Wal Jamaah Se- Surabaya Sidoarjo oleh Kyai Suprayogi sebagai pengasuh M.T. An Nashr Surabaya. Salah satu pernyataan sikap tersebut adalah meminta pertanggung jawaban atas kriminalisasi terhadap ulama dan aktivis dakwah Islam.

Acara ditutup dengan Doa oleh KH. Abdullah Ghozin yang mendoakan umat Islam seluruh dunia Bersatu dan kompak menegakkan syariat Islam yang diamini oleh peserta.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Demi Menjaga dan Menyelamatkan Generasi Muda Bangsa Kita Dari Perilaku Amoral, Ulama Aswaja Surabaya Raya Bermultaqa

Surabaya, (shautululama) – Maraknya kasus pelecehan seksual di dunia pendidikan melatarbelakangi lahirnya Permendikbud Nomor 30 …