Seruan Maulid Cinta Nabi Cinta Syariah, Hukum Mati Penghina Nabi, Tolak UU Dzolim Produk Demokrasi

0
278

Bogor, (shautululama) –  15 November 2020, Dalam mewujudkan rasa kecintaan kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW, Majelis Muahidil Islam Dayeuh Jonggol pimpinan Kyai Abdul Mujib mengadakan Maulid Nabi SAW, Acara yg di kemas dengan baik sangat kental dengan nuansa perjuangan Islam.

Pembacaan Maulid diiringi Hadroh memeriahkan acara menyambut iringan para Kyai, Habaib, Ustadz dan para jamaah yang hadir hingga memadati lokasi acara bahkan melimpah memenuhi jalan dan pelatran warga. Sekitar lebih dari seribu jamaah hadir dalam acara tersebut.

KUNJUNGI INSTAGRAM KAMI[instagram-feed]

Di dalam Majelis berkumpul lebih dari lima puluh alim ulama se Jonggol turut mendoakan dan mengikuti acara dengan seksama. Pembacaan ayat suci Al-Quran dilantunkan oleh Ust Syamsuri dari Cikupa membacakan dengan tartil menambah kekhusyuan acara.

Dalam sambutanya Kyai Abdul Mujib menyapa hadirin dengan ramah dan penuh keakraban mendoakan seluruh hadirin agar mendapatkan syafaat dan cintanya kanjeng Nabi Muhammad SAW. Harapan Kyai Abdul Mujib jamaah yang hadir akan mendapatkan hidayah semakin taat kepada syari’at Alloh SWT. Semakin cinta kepada Nabi semakin cinta kepada syariat-Nya.

Pemateri pertama di sampaikan oleh KH Ujang Markoni Nawawi, Ponpes Daarul Hikmah, Cipendo. Salah satu guru dari Sohibul bait mengupas tentang Inti didalam maulid nabi saat ini adalah adanya tolabul Ilmi mempelajari ajaran Islam bersama para kyai para Habaib selaku penyampai penerus ajaran Nabi SAW. Agar kita semua semakin taat kepada aturan Nya.

Pemateri kedua Kyai Usman Kamaludin, Attajuriyu Citeureup menyampaikan tausiyahnya. Peringatan maulid yang paling baik atas kelahiran kanjeng Nabi Muhammad SAW, siapa saja yang memperingati kelahiran beliau akan mendapatkan syafaat Nabi SAW.

Saat lahirnya Kanjeng Nabi SAW oleh malaikat di tancapkan tiga bendera yaitu di masyrik di maghrib dan di atas kabah bendera Nabi SAW berwarna hitam dan putih bertuliskan kalimat tauhid yang menandakan kekuasaan nabi meliputi daerah tersebut selaku penguasa pengatur umat dalam seluruh aspek kehidupan dengan menerapkan ajaran Islam yg berasal dari Alloh SWT.

Diantara aturan kanjeng Nabi Muhammad SAW adalah bagaimana kanjeng Nabi memikirkan urusan umat Islam saat itu tentang bagaimana terciptanya masyarakat yg anti Minuman keras, bebas Narkoba, anti kemaksiyatan, anti kesewenang wenangan, mengatur kepemilikan dan semuanya tertuang dalam syariat Islam.

Islam mengatur itu semua termasuk saat ini adanya UU Ciptakerja undang-undang yang dzolim kandungan isi dan penjabarannya banyak bertentangan dengan Islam maka kita wajib Tolak UU Ciptakerja.

Satu lagi produk dzolim demokrasi yakni munculnya dan beraninya para penghina nabi seperti di Prancis. Penghina Nabi SAW Haris di hukum mati, menjelaskan khilafah dan pentingnya khilafah untuk mengatur umat dengan syariat islam kaaffah.

Pemateri ketiga Al Habib Kholilulloh bin abu Bakar Al Habsyi, Majelis Ratibul Hadad Jakarta timur. Beliau mengungkapkan rasa gembiranya “Satuhal yang akan saya sampaikan kepada Kanjeng Nabi SAW nanti di akherat bahwa saya berbahagia disini berkumpul para Kyai, Ajengan, asatidz para pecinta Kanjeng nabi Muhammad SAW”.

Namun satu hal lagi pula jika kita mengaku mencintai Rasulullah Muhammad Saw, mencintai sunah-sunahnya namun dalam aturan kehidupan tidak tidak mau di atur oleh aturan Islam syariah dan khilafah maka ia termasuk manusia pendusta alias munafik.

Ulama sebagai pewaris Nabi mewarisi kepemimpinan dakwah menjelaskan ajaran Islam kepada umat terkait seluruh aturan kehidupan, jadi ulama selain menjelaskan sholat juga menjelaskan sistem ekonomi, selain menjelaskan zakat juga menjelaskan pemerintahan Islam khilafah yang menjadi janji Allah SWT dan berita gembira dari Rasulullah Saw.

Kunci peran umat Islam saat ini adalah di tangan Ulama, yang harus menjadi garda terdepan perjuangan tegaknya syariah Islam. Maka jadi ulama ya jangan mendukung aturan yg dzolim, ini perkara akidah bukan hanya fikih.

Produk dzolim demokrasi yg rusak ini di dasarkan atas empat pilar kebebasan demokrasi yaitu kebebasan beragama, kebebasan berperilaku, kebebasan kepemilikan, kebebasan berbicara. Contoh kecilnya sudah banyak kita saksikan bagaimana para artis mereka bergonta ganti agama seenak udelnya pagi Islam sore bisa kafir bahkan di negeri ini orang boleh berganti agama seminggu tujuh kali inilah produk kebebasan beragama dalam demokrasi.

Kebebasan berperilaku munculnya orang orang pendatang laknat Allah SWT yakni parapengikut hubungan sejenis, maraknya perzinahan, miras, narkoba dsb. Kebebasan kepemilikan yang punya uang dialah yang berkuasa inilah kapitalis namanya.

Kebebasan menyampaikan pendapat terbukti dengan sering munculnya para penghina Islam seperti penghina kanjeng Nabi Muhammad SAW seperti di prancis di akui ini adalah hal biasa bagi mereka karena ini merupakan hasil dari kebebasan berbicara.

Inilah diantara contoh rusak hasil produk sistem demokrasi, apakah masih mau mendukung sistem rusak ini? Tanya habib kepada jamaah, jamaah juga serentak menjawab tidak.

Berbagai kerusakan ini tentu jelas karena ulah manusia yg sombong merasa memiliki kekuasaan dalam mengatur kehidupannya padahal Islam jelas jelas telah sempurna, Islam telah lengkap aturanya. Maka dari itu tidak ada jalan solusi bagi umat sekarang kecuali campakan demokrasi dan ambil Islam sebagai solusi dengan menerapkan Islam secara kaaffah dalam bingkai khilafah. Tidak terasa Habib menyampaikan materi sampai pukul 00:30.

Selanjutnya acara di tutup dengan doa dan ramah-tamah.